Semua artikel
Gangguan Psikologi

Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Gangguan Kepribadian Borderline

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Seorang penderita gangguan mental akan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut akan membuat ruang gerak dan interaksi sosial menjadi semakin minim.

Gangguan mental yang dikenal berbahaya untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar adalah gangguan depresi mayor dan gangguan bipolar. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat gangguan lain yang tidak kalah berbahayanya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Gangguan tersebut adalah gangguan kepribadian borderline.

Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan kepribadian borderline atau juga biasa disebut dengan gangguan kepribadian ambang.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Borderline?

Gangguan kepribadian borderline (borderline personality disorder / BPD) merupakan salah satu bagian dari gangguan kepribadian tipe B yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang selalu berubah dan sulit dikontrol, serta perilaku yang impulsif.

Seseorang dengan gangguan kepribadian borderline memiliki pemikiran, cara pandang, dan perasaan yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Hal ini membuat mereka sulit untuk berbaur di tengah masyarakat.

Pikiran mereka yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya sering kali membuatnya terganggu dan hingga memicu dialaminya perasaan takut, cemas, marah, dan lain sebagainya.

Gangguan kepribadian borderline umumnya dimulai usia remaja atau dewasa awal dan akan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Namun, dalam kasus yang cukup berat, penderita gangguan kepribadian borderline bisa melukai diri sendiri dan orang lain. Untuk itu, penderita gangguan kepribadian borderline perlu mendapatkan penanganan oleh profesional.

Penyebab Gangguan Kepribadian Borderline

Sama dengan gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian borderline juga belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebabnya. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian borderline, yaitu:

Peristiwa traumatis

Seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatis seperti pelecehan secara seksual, fisik, maupun emosional, terpapar dengan rasa takut, kemarahan, dan stres yang kronis saat masih anak-anak, diabaikan oleh salah satu atau kedua orangtuanya, dan tinggal bersama anggota keluarga yang memiliki masalah mental, akan membuat orang tersebut lebih rentan mengalami gangguan kepribadian borderline.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian borderline, akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami gangguan yang sama.

Kelainan pada otak

Penderita gangguan pada bagian otak yang mengatur emosi, suasana hati, dan agresi, cenderung memiliki kemungkinan mengalami gangguan gangguan kepribadian borderline. Selain itu, penggunaan zat-zat kimia yang dapat menurunkan fungsi otak bisa menjadi salah satu faktornya.

Baca juga: Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

Gejala Gangguan Kepribadian Borderline

Untuk mengenal secara lebih mendalam mengenai gangguan kepribadian borderline, sudah sepantasnya kamu mengetahui gejala apa saja yang ditimbulkan oleh penderita gangguan ini. Adapun gejala yang timbul dari gangguan kepribadian borderline adalah:

Suasana hati yang tidak stabil

Penderita gangguan kepribadian borderline sering kali mengalami perubahan suasana hati (mood swing) secara drastis. Bisa jadi suasana hati negatif yang berubah menjadi positif, atau justru sebaliknya. Suasana hati negatif yang dirasakan oleh penderita gangguan kepribadian borderline sering kali membuat mereka merasa sangat terpuruk, kesepian, dan masih banyak lagi.

Perasaan takut kehilangan

Penderita gangguan kepribadian borderline sering kali merasakan ketakutan yang berlebih jika ditinggalkan atau kehilangan orang terkasih atau ditolak oleh lingkungan. Dalam beberapa kasus yang cukup berat, mereka bisa melacak atau menguntit orang tersebut.

Perilaku impulsif

Seseorang dengan gangguan kepribadian borderline sering kali melakukan perilaku impulsif, yaitu melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi akibatnya. Perilaku ini justru dapat merugikan orang lain atau bahkan melukai diri sendiri. Misalnya, melakukan percobaan bunuh diri.

Hubungan yang intens, namun tidak stabil

Penderita gangguan kepribadian borderline memang memiliki ketakutan akan ditinggalkan atau kehilangan orang lain. Namun, mereka juga seringkali membatasi diri karena merasa tidak nyaman jika ada orang yang terlalu dekat atau memperhatikannya. Perilaku semacam ini seringkali merusak hubungannya dengan orang lain.

Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Borderline

Langkah awal yang harus dilakukan jika kamu atau orang disekitar mu menunjukkan gejala dari gangguan kepribadian borderline adalah mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Diagnosis yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater akan berguna untuk menentukan treatment apa yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam dirimu. Perlu diketahui bahwa gejala dan tingkat keparahan yang ditunjukkan oleh setiap orang dalam kasus gangguan kepribadian borderline itu berbeda-beda. Dengan demikian, penangannya juga akan berbeda.

Psikolog umumnya akan memberikan beberapa terapi psikologi yang dapat mengatasi gejala-gejala yang muncul akibat gangguan kepribadian borderline tersebut. sedangkan psikiater akan memberikan pengobatan berupa resep obat yang tentu juga diperlukan sesuai dengan kondisi penderita.

Mendapatkan penanganan sedini mungkin akan membuat pengobatan dan penyembuhan penderita gangguan kepribadian borderline lebih baik. Untuk itu, tidak perlu takut berkonsultasi dengan para ahli untuk mengetahui kondisi kesehatan mental yang kamu miliki. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Remaja Masa Kini Mengalami Darurat Kesehatan Mental

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Gangguan Kepribadian Borderline — DeepTalk