Deeptalk.co.id – Memiliki rasa percaya diri merupakan hal yang baik untuk diri sendiri. Dengan rasa percaya diri, kamu bisa beradaptasi dengan baik saat berada di tengah lingkungan sosial. Sayangnya, segala sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak negatif. Begitu juga dengan rasa percaya diri yang berlebih.
Rasa percaya diri yang berlebihan bisa jadi salah satu tanda seseorang mengalami gangguan mental yang biasa disebut dengan gangguan kepribadian narsistik. Pada artikel ini akan dibahas secara lebih detail mengenai gangguan kepribadian narsistik.
Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder) merupakan salah satu bagian dari gangguan kepribadian tipe B yang ditandai dengan adanya rasa percaya diri yang berlebihan dalam diri seseorang.
Penderita gangguan kepribadian narsistik memiliki hasrat untuk selalu dipuji oleh orang disekitarnya. Namun mereka memiliki empati yang rendah terhadap kondisi orang lain. Mereka hanya ingin mendapatkan pujian, tanpa mengerti perasaan orang lain.
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik membandingkan dirinya adalah yang terbaik diantara yang lain. Mereka sangat membutuhkan perhatian dan kekaguman yang berlebih terhadap dirinya sendiri.
Rasa percaya diri yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian narsistik umumnya bentuk dari cara menutupi kekurangan yang mereka miliki. Mereka juga merupakan individu yang cukup rapuh terhadap sebuah kritikan yang ditujukan untuknya.
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan menimbulkan masalah dalam lingkup sosial mereka. Pasalnya, perilaku yang kurang empati dan haus akan pujian ini seringkali membuat orang lain tidak nyaman. Mereka juga akan kecewa jika tidak mendapatkan pujian yang diharapkan.
Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab utama dari gangguan kepribadian narsistik belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, beberapa faktor dapat membuat seseorang memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengidap gangguan kepribadian narsistik.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan resiko gangguan kepribadian narsistik:
Genetik
Seseorang dengan riwayat keluarga gangguan kepribadian narsistik akan meningkatkan resiko mengidap gangguan yang sama.
Pola asuh yang salah
Pola asuh yang terlalu memanjakan, menuntut, atau justru tidak memperdulikan anak, akan membuat anak tumbuh dengan resiko gangguan kepribadian narsistik yang lebih besar dibandingkan dengan anak dengan pola asuh yang baik.
Pengalaman masa kecil
Seseorang yang memiliki trauma pada masa kecil, seperti mengalami kekerasan fisik atau verbal akan meningkatkan resiko mengalami gangguan kepribadian narsistik saat remaja atau dewasa.
Sikap orang tua
Perilaku orang tua yang manipulatif juga bisa membuat anak belajar dan mencontohi apa yang dilakukan orang tuanya. Dengan demikian, anak akan berpeluang mengalami gangguan kepribadian narsistik.
Baca juga: Personality Disorder: Kenali Gangguan Kepribadian Histrionik
Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

Untuk mengenal lebih dalam mengenai gangguan kepribadian narsistik, sudah sepantasnya kamu juga mengetahui gejala yang seringkali ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian narsistik, yaitu:
Egois
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan keadaan orang lain
Haus akan pujian
Selain egois, mereka juga merasa orang lain harus memuji dan mengagumi setiap apa yang mereka lakukan. Hal ini terjadi terus menerus hingga membuat orang lain tidak nyaman.
Merasa diri superior
Walaupun mereka tidak memiliki atau tidak melakukan sesuatu yang spesial, atau mencapai apapun, mereka merasa dirinya adalah yang terbaik dibandingkan dengan orang lain.
Merasa istimewa
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik juga merasa dirinya sangat istimewa. Hal ini membuat mereka membatasi pergaulan, dan hanya bergaul dengan orang yang dianggap setara dengan dirinya.
Membanggakan diri
Pengidap gangguan kepribadian narsistik juga akan membanggakan apapun yang telah dicapai atau bakat yang dimiliki secara berlebihan. Walaupun sebenarnya tidak sehebat apa yang mereka ungkapkan.
Banyak mengkayal akan keberhasilan
Tidak jarang juga pengidap gangguan kepribadian narsistik mengkayal akan keberhasilan, kesuksesan, pencapaian, atau bahkan mendapatkan pasangan yang sempurna.
Meremehkan orang lain
Dalam pergaulan, orang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung menguasai percakapan. Mereka tidak akan ragu untuk meremehkan, bahkan merendahkan orang lain yang dianggap tidak setara.
Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik

Orang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik umumnya tidak akan menyadari bahwa dirinya mengidap gangguan tersebut. Diperlukan campur tangan orang lain untuk membuat mereka sadar.
Sayangnya, mereka juga susah untuk mendapatkan kritik dan tidak bisa menerima bahwa dirinya memiliki gangguan. Untuk itu, mengatasi kasus ini akan sedikit menguras tenaga. Namun, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada psikolog ataupun psikiater.
Psikolog akan memberikan beberapa terapi psikologi untuk penanganan pasien dengan gangguan kepribadian narsistik. Sedangkan psikiater akan meresepkan beberapa obat yang dapat meredakan simtom-simtom yang muncul akibat gangguan tersebut.
Walaupun telah mendapatkan penanganan dari para ahli, dalam prosesnya sangat membutuhkan support dari orang-orang disekitarnya. Untuk itu, keluarga dan teman yang suportif akan membantu proses penangan pasien.
Baca juga: Ini Dia Manfaat Menulis Jurnal Bagi Kesehatan Mental



