Semua artikel
Gangguan Psikologi

Personality Disorder : Mengenal Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Dependen

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Manusia meruapakan makhluk sosial yang tentu tidak lepas dari memberikan dan mendapatkan bantuan dari orang lain. Tidak hanya saling membantu, manusia juga perlu melakukan interaksi sosial walau hanya sekedar bercerita sejenak.

Sayangnya, keterikatan dengan orang lain ini akan menjadi sebuah gangguan jika terjadi dalam tingkatan yang cukup parah. Misalnya, pada penderita gangguan kepribadian dependen. Gangguan kepribadian dependen sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang perlu diwaspadai.

Untuk itu, artikel ini akan menjelaskan secara lebih detail mengenai gangguan kepribadian dependen, hingga bagaimana penanganan pada penderita gangguan mental ini.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Dependen?

Gangguan kepribadian dependen (dependent personality disorder) merupakan salah satu bagian dari gangguan kepribadian tipe C yang ditandai dengan kondisi kecemasan berlebih yang tidak berlandaskan alasan apapun yang membuat mereka selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.

Jika dicerna secara sekilas, gangguan ini tentu sudah terlihat sangat bertolak belakang dengan avoidant personality disorder atau gangguan kepribadian menghindar. Penderita gangguan kepribadian dependen justru sangat membutuhkan kehadiran orang lain untuk membantunya menjalani kehidupan.

Penderita gangguan kepribadian dependen umumnya akan terlihat pasif dan tidak memiliki rasa percaya diri untuk melakukan sesuatu seorang diri. Hal ini membuat mereka selalu membutuhkan bantuan orang yang dipercaya.

Tentu saja perilaku penderita gangguan kepribadian dependen ini sangat menyusahkan orang-orang disekitarnya. Tidak jarang, tindakan mereka yang semacam ini justru menimbulkan konflik dengan orang-orang terdekat mereka.

Penderita gangguan kepribadian dependen ini juga berpotensi lebih besar mengalami berbagai gangguan mental, seperti depresi, fobia, hingga penyalahgunaan zat-zat berbahaya.

Penyebab Gangguan Kepribadian Dependen

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen. Namun, banyak ahli yang sepakat bahwa beberapa faktor berikut dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen, yaitu:

Trauma

Seseorang yang pernah mengalami tindakan kekerasan atau berada dalam suatu hubungan yang abusif dalam waktu lama, akan meningkatkan resiko orang tersebut mengalami gangguan kepribadian dependen.

Pola asuh

Anak yang dididik dengan pola asuh orang tua yang otoriter, akan meningkatkan resiko orang tersebut mengalami gangguan kepribadian dependen di masa depan.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian dependen, akan meningkatkan resiko orang tersebut mengalami gangguan yang sama.

Baca juga: Personality Disorder: Kenali Gangguan Kepribadian Avoidant

Gejala Gangguan Kepribadian Dependen

Untuk memahami lebih dalam mengenai gangguan kepribadian dependen, tentu kamu perlu mengetahui gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian dependen. Adapun gejalanya adalah:

Susah mengambil keputusan

Penderita gangguan kepribadian dependen akan merasa kesulitan untuk mengambil keputusan sehari-hari. Hal ini termasuk keputusan-keputusan sederhana. Mereka cenderung membutuhkan saran dan masukan dari orang lain.

Menghindari tanggung jawab

Penderita gangguan ini juga cenderung menghindari tanggung jawab. Hal ini termasuk tanggung jawab yang perlu dilakukan sendiri. Sudah pasti, mereka akan mencari bantuan dari orang lain dan berusaha lepas dari tanggung jawab tersebut.

Sulit menunjukan rasa tidak setuju

Karena takut akan kehilangan atau tidak mendapatkan bantuan dari orang lain lagi kedepannya, penderita gangguan kepribadian dependen ini juga akan merasa kesulitan untuk menyangkal atau tidak setuju dengan pendapat orang lain.

Kurang inisiatif

Tidak hanya menghindari tanggung jawab, penderita gangguan kepribadian dependen juga kurang inisiatif dalam segala hal. mereka cenderung menunggu perintah untuk melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu dengan sukarela akan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Tidak nyaman jika sendiri

Sudah pasti, penderita gangguan kepribadian dependen akan merasa tidak nyaman jika sendiri. Untuk itu, mereka akan selalu memiliki tempat untuk bergantung.

Mencari ikatan dengan orang lain

Walaupun banyak orang yang risih dengan sikap yang mereka miliki, namun penderita gangguan kepribadian dependen selalu mencari ikatan baru dengan orang lain. Terutama jika mereka telah memutuskan ikatan dengan orang sebelumnya. Tentu saja mereka selalu membutuhkan bantuan dan sumber perhatian dari orang lain.

Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Dependen

Sangat susah untuk mengenali gangguan yang satu ini, untuk itu dibutuhkan bantuan dari psikolog atau psikiater untuk mendiagnosis gangguan tersebut. Penderita gangguan kepribadian dependen juga cenderung tidak menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah sebuah gangguan. Maka dari itu, hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan penanganan oleh para ahli.

Meski demikian, psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa psikoterapi yang tentunya sudah disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Sedangkan psikiater akan memberikan beberapa obat yang dapat mengurangi gejala yang muncul. Obat yang diberikan juga tidak dapat dibeli bebas tanpa mendapatkan resep obat dari dokter.

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa, kepekaan dari orang sekitar mengenai gangguan gangguan kepribadian dependen yang dapat membuat penderita digiring untuk mendapatkan penangan. Untuk itu, menjadi lebih peka terhadap sekitar tidak ada salanya. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Kenali Dampak Inner Child yang Terluka

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Personality Disorder : Mengenal Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Dependen — DeepTalk