Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah menjumpai orang yang senang mendramatisir kehidupannya? Orang semacam ini sering kali membuat orang disekitarnya merasa risih karena sikapnya yang selalu melebih-lebihkan keadaannya. Mereka selalu senang menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya.
Orang dengan tipikal semacam itu bisa jadi mengalami gangguan kepribadian histrionik yang merupakan salah satu gangguan kesehatan mental. Artikel ini akan membahas secara lebih mendalam mengenai gangguan yang satu ini.
Apa Itu Gangguan Kepribadian Histrionik?

Histrionik sendiri memiliki arti dramatis. Gangguan kepribadian histrionik merupakan salah satu bagian dari gangguan kepribadian tipe B yang ditandai dengan sikap dramatis, emosional, atau eratik.
Gangguan kepribadian histrionik dalam bahasa lain disebut dengan histrionic personality disorder. Orang dengan gangguan kepribadian ini memiliki kecenderungan untuk menjadi pusat perhatian dalam level yang cukup ekstrim. Mereka akan menarik perhatian orang-orang dengan perilaku dramatis.
Gangguan kepribadian histrionik umumnya dialami oleh wanita. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan pria juga mengalami hal tersebut. Pada dasarnya, gangguan ini dimulai saat usia remaja hingga dewasa awal.
Penderita gangguan kepribadian histrionik umumnya memiliki kemampuan sosial yang cukup baik. Sayangnya kemampuan ini tidak digunakan dalam lingkup positif. Alih-alih mendapatkan pertemanan yang baik, mereka justru membuat orang disekitar merasa risih.
Meskipun banyak orang yang merasa risih dengan tingkah laku penderita gangguan kepribadian histrionik, mereka tidak sadar bahwa hal tersebut tidak normal. Bagi mereka, apa yang dilakukan merupakan cara untuk beradaptasi dengan lingkungan. Dengan demikian, diperlukan kontribusi dari orang lain untuk membuat penderita sadar.
Penyebab Gangguan Kepribadian Histrionik

Sama seperti gangguan kepribadian pada umumnya, pada gangguan kepribadian histrionik juga belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun, beberapa faktor dipercaya mampu meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami gangguan kepribadian histrionik, yaitu:
Genetik
Seseorang dengan riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian histrionik akan memperbesar peluang orang tersebut untuk mengalami gangguan yang sama.
Trauma masa kecil
Trauma masa kecil seperti memiliki orang tua yang tidak harmonis, mengalami kekerasan secara fisik atau verbal, dan lainnya, akan memperbesar kemungkinan membuat anak tersebut mengalami gangguan kepribadian histrionik di masa remaja atau dewasa awal.
Pola asuh yang salah
Orang tua yang terlalu memanjakan anak, memberikan segala hal yang anak inginkan, tidak pernah melarang, atau tidak konsisten, akan membuat anak tumbuh dengan kemungkinan mengalami gangguan kepribadian histrionik lebih besar.
Baca juga: Ini Dia Manfaat Menulis Jurnal Bagi Kesehatan Mental
Gejala Gangguan Kepribadian Histrionik

Seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik umumnya tidak menyadari gangguan tersebut. Dengan demikian, orang lain perlu berkontribusi untuk mengarahkannya ke arah yang lebih baik. Untuk itu, perlu diketahui gejala-gejala yang ada pada penderita gangguan kepribadian histrionik, yaitu:
Haus akan perhatian
Penderita gangguan kepribadian histrionik akan selalu mencari cara agar dirinya menjadi pusat perhatian. Jika hal tersebut tidak terjadi, orang tersebut akan merasa tidak nyaman.
Berpakaian tidak normal
Cara berpakaian yang tidak normal ini dilakukan tidak lain untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Tidak jarang juga mereka justru menunjukkan perilaku genit yang tidak pantas.
Perubahan emosi yang cepat
Penderita gangguan kepribadian histrionik ini juga mampu mengubah emosi yang ditunjukkan dengan cepat.
Dramatis
Perilaku dramatis ini sudah menjadi ciri khas dari penderita gangguan kepribadian histrionik. Mereka bahkan menunjukkan emosi dan ekspresi yang berlebihan, tentu saja hal ini akan terlihat tidak natural.
Terlalu memperhatikan penampilan
Untuk mendapatkan perhatian dari orang lain, penderita gangguan kepribadian histrionik akan memperhatikan penampilan fisik mereka sedetail mungkin.
Sensitif akan kritik
Hal ini tentu akan sangat menghambat kesembuhan mereka, namun seperti itulah penderita gangguan kepribadian histrionik. Mereka akan susah menerima kritik atau pandangan orang lain, terutama mengenai diri mereka.
Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Histrionik

Setelah mengetahui gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian histrionik, kamu jangan ragu untuk merekomendasikan psikolog atau psikiater kepada mereka yang memiliki gejala-gejala di atas.
Penanganan yang diberikan kepada penderita gangguan kepribadian histrionik umumnya akan berupa terapi psikologis, yaitu:
Terapi kognitif
Terapi ini dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya tujuan untuk menunjukkan empati, atau belajar untuk mengendalikan emosi yang dirasakan.
Terapi analitik kognitif (CAT)
Terapi ini bertujuan untuk membantu penderita mengidentifikasi sebab akibat dari perilaku yang mereka terapkan sehari-hari.
Terapi psikodinamik
Tujuan dari terapi ini adalah untuk memperbaiki segala bentuk penyimpangan akibat atau yang telah dibentuk sejak masa kanak-kanak
Selain beberapa jenis terapi yang sudah dipaparkan di atas, masih banyak lagi jenis pengobatan yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penderita. Pada dasarnya, setiap penderita gangguan kepribadian histrionik akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda pula. Untuk itu, penanganan setiap penderita tentunya akan berbeda pula. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tahukah Anda Bahwa Pola Makan Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak



