Semua artikel
Gangguan Psikologi

Personality Disorder: Hati-Hati! Ini Dia Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Paranoid

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah parno? Atau kamu pernah mendengar kalimat semacam ini “kamu orangnya parnoan banget ya?”  Kata parno memang merupakan istilah yang tidak asing lagi di telinga kita.

Parno atau paranoid sendiri merupakan istilah yang diutarakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa takut curiga, khawatir dan cemas dalam konteks yang berlebihan. Istilah ini cukup sering digunakan sehari-hari, khususnya oleh anak muda.

Walaupun sudah cukup sering mendengar istilah tersebut, tahukah kamu bahwa paranoid sebenarnya merupakan bagian dari gangguan kesehatan mental? Jika belum, maka artikel ini akan sangat bermanfaat untuk kamu karena pada artikel ini kami akan membahas mengenai gangguan kepribadian paranoid.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Paranoid?

Gangguan kepribadian paranoid merupakan bagian dari gangguan kepribadian tipe A. Dimana pada kelompok tersebut ditandai dengan tingkah laku aneh dan cara bicara yang tidak wajar, serta kerap terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial.

Dalam kasus gangguan kepribadian paranoid ditandai dengan perasaan tidak percaya dan cenderung curiga terhadap orang lain. Hal tersebut membuat orang dengan gangguan kepribadian paranoid memiliki kehidupan sosial yang terbatas.

Gangguan ini umumnya muncul di masa anak-anak, dan lebih sering dialami oleh wanita. Penderita gangguan kepribadian paranoid memiliki pandangan bahwa orang lain akan berbuat jahat, memanfaatkan, atau bahkan menyakitinya.

Karena pemikiran-pemikiran tersebut, orang dengan gangguan kepribadian paranoid sangat jarang menceritakan apa yang yakini dengan orang lain. Mereka akan lebih banyak memendam apa yang mereka alami dan rasakan.

Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari gangguan kepribadian paranoid. Namun, para ahli percaya bahwa faktor genetik sangat berperan besar dalam hal ini. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan skizofrenia kemungkinan lebih besar mengalami gangguan kepribadian paranoid.

Pengalaman masa kecil juga menjadi faktor yang tidak kalah penting sebagai penyebab kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid. Contohnya, anak yang tinggal dengan orang tua yang memiliki temperamen tinggi, kasar secara fisik dan verbal, dan cenderung merendahkan anak, memiliki kemungkinan anak mengalami gangguan kepribadian paranoid.

Selain genetik dan pengalaman masa kecil masih banyak faktor lainnya yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid. Misalnya, pada jenis kelamin wanita lebih beresiko mengalami gangguan kepribadian paranoid.

Baca juga: Personality Disorder: Seperti Apa Gangguan Kepribadian Skizoid Itu?

Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid

Untuk mengantisipasi gangguan kepribadian paranoid ini muncul di antara kita, ada baiknya kita mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh penderita gangguan kepribadian paranoid. Tujuannya adalah untuk memberikan penanganan sedini mungkin.

Adapun gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian paranoid adalah sebagai berikut:

Khawatir berlebihan

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid akan sangat sulit percaya dengan orang lain. Hal ini membuat mereka khawatir. Mereka takut terdapat seseorang yang akan memanfaatkan atau merugikan dirinya.

Menghindari untuk mengungkap informasi pribadi

Masih berhubungan dengan rasa khawatir yang dimiliki oleh penderita gangguan kepribadian ini, mereka akan menghindari atau sebisa mungkin untuk tidak membagikan informasi atau data pribadi. Mereka takut jika sewaktu-waktu, dapat mereka akan digunakan untuk hal-hal yang berbahaya.

Pendendam

Karena rasa khawatir yang mereka miliki ini, penderita gangguan kepribadian paranoid cenderung menaruh dendam kepada orang lain. Mereka akan susah memaafkan dan menerima orang yang sama untuk masuk ke dalam kehidupan mereka.

Menyerah untuk bekerja dengan tim

Hal ini didukung dengan rasa khawatir dan curiga berlebih kepada orang lain. Dengan demikian, orang dengan gangguan kepribadian paranoid tidak bisa ditempatkan untuk bekerja secara tim. Mereka akan lebih baik menyelesaikan pekerjaannya seorang diri.

Tidak bersahabat

Bagaimana mereka bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain jika mereka sendiri cenderung datar dan tidak bersahabat. Hal ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas sosial mereka.

Selain beberapa ciri-ciri gangguan kepribadian paranoid yang telah dibahas di atas, masih banyak gejala lain yang tentunya akan berbeda-beda setiap pengidapnya, baik dari segi banyaknya simptom yang muncul atau tingkat keparahan simptom yang dirasakan.

Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Paranoid

Seperti yang diketahui bahwa penderita gangguan kepribadian paranoid menunjukkan simptom yang belum tentu sama pada setiap pengidapnya. Disis lain, tingkat keparahan setiap orang juga akan berbeda-beda. Untuk itu, diperlukan diagnosis oleh para ahli di bidang ini.

Jika kamu atau orang disekitar mu menunjukkan beberapa gejala yang telah dipaparkan di atas, langkah awal yang diambil adalah mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Psikolog akan memberikan penangaan berupa pelaksanaan terapi psikologi. Terapi ini juga tentu disesuaikan dengan kebutuhan. Sedangkan psikiater akan meresepkan beberapa obat yang dianggap perlu untuk mengatasi simptom yang muncul. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Mengenai Gangguan Kepribadian Skizotipal

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Personality Disorder: Hati-Hati! Ini Dia Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Paranoid — DeepTalk