Deeptalk.co.id – Procrastination adalah masalah umum dan dapat terjadi pada setiap orang untuk menunda keputusan dan justru melakukan hal yang tidak perlu. Ini kerapkali terjadi walaupun mereka tahu kemungkinan buruk dan penyebabnya hingga bahkan menjadi siklus dengan keadaan stres. Salah satu alasan seseorang melakukan procrastination ialah kecenderungan perfeksionisme pada diri mereka.
Hubungan antara perfeksionisme dan procrastination dapat memberikan dampak serius, sehingga penting untuk memahaminya. Oleh karenanya, kami akan mengulas beberapa hal penting yang dapat Anda pelajari mengenai perfeksionisme serta kaitannya dengan procrastination.
Pengertian Perfeksionisme

Perfeksionisme adalah sifat yang membuat hidup seseorang menjadi catatan tanpa akhir akan pencapaian atau hasil darinya. Dalam keadaan sehat, sifat ini bisa menjadi motivasi diri dan mendorong Anda untuk mengatasi kesulitan dan mencapai hasil yang baik demi kesuksesan. Namun, akan menjadi membahayakan dan tidak sehat jika perfeksionisme menjadi jalur yang cepat dan bertahan lama sebagai faktor menuju ketidakbahagiaan.
Sifat perfeksionisme akan menjadi ekstrim dan begitu beracun, alih-alih mengeratkan cengkeramannya pada proses menuju kesuksesan, mereka justru lebih fokus untuk menghindari kegagalan yang justru menimbulkan orientasi negatif. Mereka selalu mengharapkan suatu kinerja yang sempurna.
Perfeksionisme terutama didorong oleh tekanan dari internal, seperti keinginan untuk menghindari kegagalan atau penilaian yang keras. Ada juga kemungkinan komponen sosial memberikan andil, karena kecenderungan perfeksionis telah meningkat substansial di kalangan anak muda selama 30 tahun terakhir.
Siapapun bisa mengalaminya tanpa memandang jenis kelamin atau latar belakang budayanya. Serta ini banyak terjadi pada persaingan akademik dan profesional, bersama dengan kehadiran media sosial yang meluas dan meningkatkan keinginan untuk perbandingan sosial yang berbahaya bagi kesehatan mental.
Perfeksionisme maladaptif sering didorong oleh ketakutan akan kegagalan, perasaan tidak berharga, harga diri rendah, dan pengalaman masa kecil yang merugikan. Ini sering disertai dengan depresi, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan makan, dan bahkan dorongan bunuh diri.
Tentu saja kesempurnaan bersifat abstrak dan tidak mutlak pada ketidakmungkinan dalam kenyataan. Ketika sudah terlalu jauh, memperjuangkan kesempurnaan justru menyebabkan hasil yang negatif. Diantaranya seperti penundaan, yang membawa pada kecenderungan untuk menghindari tantangan, pemikiran semua atau tidak sama sekali, perbandingan beracun dan kurangnya kreativitas.
Baca juga: Pengaruh Media Sosial Pada Regulasi Emosi : Dampak dan Akibatnya
Hubungan Antara Perfeksionisme dengan Procrastination

Beberapa aspek perfeksionisme umumnya dapat meningkatkan penundaan. Hal tersebut termasuk perhatian perfeksionis, yang dicirikan terutama oleh evaluasi diri yang kreatif dan negatif, keasyikan yang berlebihan dengan harapan orag lain, kurangnya kepuasan dari kinerja yang sukses, kekhawatiran yang berlebihan jika membuat kesalahan hingga keraguan tentang kemampuan dan tindakan seseorang.
Kekhawatiran semacam itu mewakili sisi perfeksionisme yang lebih maladaptif, karena umumnya mengarahkan orang untuk mengalami hasil negatif. Ini termasuk dalam hal faktor-faktor seperti kinerja dan kesejahteraan mereka. Misalnya, kekhawatiran ini dapat menyebabkan siswa menunda pengiriman tugas mereka secara tidak perlu, karena mereka terlalu khawatir bahwa mereka telah melakukan kesalahan.
Beberapa aspek perfeksionisme umumnya mengurangi penundaan. Ini termasuk, terutama, perjuangan perfeksionis, yang ditandai dengan menetapkan dan berjuang untuk standar pribadi yang terlalu tinggi. Bahkan seringkali dengan fokus untuk mencapai kesempurnaan dalam pekerjaan seseorang.
Perjuangan seperti itu mewakili sisi perfeksionisme yang lebih adaptif, karena mereka umumnya mengarahkan orang untuk mengalami hasil positif, dalam hal faktor-faktor seperti kinerja dan kesejahteraan mereka. Misalnya, upaya tersebut dapat menyebabkan seorang siswa menyerahkan semua tugasnya tepat waktu, karena ingin mendapatkan nilai sempurna.
Selain itu, karakteristik perfeksionisme orang lain juga dapat berperan dalam menentukan bagaimana perfeksionisme memengaruhi penundaan mereka. Misalnya, perfeksionisme yang ditentukan secara sosial, yang melibatkan orang-orang yang memiliki standar tinggi yang ditetapkan untuk mereka oleh orang lain. Karakteristik tersebut lebih cenderung meningkatkan penundaan, sedangkan perfeksionisme yang berorientasi pada diri sendiri, yang melibatkan orang yang menetapkan standar tinggi untuk diri mereka sendiri, lebih cenderung mengurangi penundaan.
Berbagai masalah juga dapat memengaruhi perfeksionisme orang, dan hubungannya dengan sifat suka menunda-nunda. Misalnya, ketika orang menerima kritik dari orang tua, hal ini dapat memperparah kekhawatiran perfeksionis mereka, yang pada gilirannya dapat memperparah penundaan mereka. Alternatifnya, ketika orang memiliki efikasi diri yang tinggi, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengontrol segala kekhawatiran perfeksionis yang mereka miliki, yang pada gilirannya dapat mengurangi penundaan mereka.
Singkatnya, perfeksionisme dapat menambah atau mengurangi kecenderungan seseorang untuk melakukan penundaan atau perfeksionisme, tergantung pada berbagai faktor. Faktor-faktor ini meliputi aspek perfeksionisme yang terlibat (misalnya, perhatian vs. perjuangan), jenis perfeksionisme yang terlibat (misalnya, berorientasi diri vs. ditentukan secara sosial), dan ciri-ciri kepribadian, seperti efikasi diri. Artinya, meskipun perfeksionisme terkadang dapat menyebabkan penundaan, namun ternyata tidak semua perfeksionis menunda-nunda.
Baca juga: Karakteristik dan Sifat Orang yang Memiliki Tingkat Resiliensi Tinggi
Sumber:
Psychology Today Staff. (2023). Perfectionism. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/basics/perfectionism
Solving Procrastination. (2023). Perfectionism and Procrastination: How They’re Connected and What to Do About It. https://solvingprocrastination.com/perfectionism/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



