Deeptalk.co.id – People pleaser adalah orang yang selalu berusaha membuat orang lain bahagia, bahkan seringkali dengan mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Ini bukan tentang siapa kita atau apa yang kita butuhkan, tetapi tentang apa yang orang lain ingin kita lakukan. Dalam hal ini, kita sering kali malah merugikan diri sendiri untuk mendapatkan penghargaan dan persetujuan dari orang lain.
Kita tahu bahwa menjadi orang yang menyenangkan adalah hal yang baik. Siapa yang tidak mau dipandang baik oleh orang lain? Namun, masalahnya timbul jika penghargaan dan persetujuan dari orang lain menjadi pertimbangan utama dalam keputusan yang kita ambil. Kita sering kali terjebak dalam siklus terus menerus untuk menyenangkan orang lain dan melupakan kebutuhan dan keinginan kita sendiri.
Ketika menjadi people pleaser, kita sering kali merasa takut untuk mengatakan “tidak”. Sehingga berakhir dengan mengambil lebih banyak pekerjaan atau tanggung jawab daripada yang kita mampu. Kita mungkin merasa sulit untuk mengutarakan pendapat kita sendiri, takut membuat orang lain tidak suka atau membenci kita. Kita merasa harus selalu tersenyum dan bersikap antusias, meski dalam hati kita mungkin sedang merasa lelah atau stres.
Apakah People Pleaser Itu Merugikan Diri Sendiri?

Apakah people pleaser itu merugikan diri sendiri? jawabannya adalah “Ya”. Menjadi people pleaser ternyata bisa merugikan diri sendiri dari sisi kesehatan mental dan emosional.
Salah satu dampak negatif adalah merendahkan diri sendiri. People pleaser biasanya memiliki harga diri yang rendah dan bergantung pada persetujuan orang lain. Mereka merasa layak dicintai hanya jika memberikan segala sesuatu kepada orang lain. Selain itu, menjadi people pleaser bisa melelahkan fisik dan mental. Kamu mungkin mengalami kecemasan karena takut orang tidak menyukaimu.
Menjadi people pleaser juga membuat kamu kurang peduli terhadap diri sendiri. Kamu akan selalu berusaha mementingkan kepentingan orang lain di atas dirimu sendiri. Sehingga sering melupakan kebutuhan dan kebahagiaanmu. Hal ini bisa membuat kamu stres dan sulit menikmati hidup.
Untuk mengatasi masalah ini, kamu perlu mulai menjadi lebih tegas dalam menyampaikan pendapat. Atau bila perlu menolak permintaan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu. Tetaplah membantu orang lain, tapi jangan sampai mengabaikan diri sendiri.
Baca juga: Menjadi People Pleaser Tapi Tetap Bisa Menolak? Ini Triknya!
Perbedaan People Pleaser dengan Orang yang Suka Membantu dalam Konteks Wajar

Secara garis besar, people pleaser dan orang yang hanya ingin membantuitu berbeda. Mereka yang ingin membantu secara wajar, tidak mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. mereka tidak berusaha untuk mendapatkan penghargaan atau persetujuan dari orang lain. Mereka bisa mengatakan “tidak” ketika mereka merasa perlu. Dan mereka tidak takut untuk mengutarakan pendapat mereka. Berikut ini beberapa perbedaan dari kedua kondisi tersebut.
Hidup untuk Orang Lain vs Tidak Bergantung pada Orang Lain
Seorang people pleaser menempatkan kebahagiaan dan harapan orang lain di atas segalanya, sering kali mengorbankan kebutuhan dan kebahagiaan mereka sendiri. Mereka merasa harus selalu menjaga reputasi dan citra positif di mata mereka. Mereka mencoba memenuhi ekspektasi mereka sepanjang waktu. Ini bisa menjadi sangat membebani. Mengingat kamu tidak mungkin selalu mengetahui apa yang diharapkan orang lain dari kamu.
Sebaliknya, orang yang membantu dalam sebuah konteks yang wajar melakukannya berdasarkan keinginan dan niat mereka sendiri. Bukan karena mereka merasa harus melakukannya. Mereka tidak mencari validasi atau persetujuan dari orang lain. Mereka membantu karena mereka benar-benar ingin melakukannya dan merasa ini adalah hal yang benar dan sesuai untuk dilakukan.
Berpedoman pada Persetujuan Orang Lain vs Membantu Berdasarkan Keinginan Sendiri
People pleaser sering kali mencari validasi dan pengakuan dari orang lain. Harga dirimu menjadi terikat dengan persetujuan orang lain. Kamu merasa apresiasi dan penghargaan dari orang lain adalah penentu nilai dirimu. Ini bisa menjadi berbahaya karena kamu mungkin kehilangan rasa identitas dan harga diri pribadi.
Sedangkan, seseorang yang membantu secara wajar akan selalu mempertimbangkan kemampuan dan keinginan mereka sendiri. Mereka akan membantu jika merasa mampu dan berkeinginan, bukan karena merasa harus memenuhi standar atau ekspektasi orang lain.
Sering Salah Mengartikan vs Menjaga Keseimbangan
Sebagai people pleaser, kamu mungkin sering salah mengartikan antara keinginan untuk membantu orang lain dan keinginan untuk menyenangkan mereka. Kamu mungkin berakhir melakukan hal-hal yang tujuannya lebih kepada mendapatkan pujian dan persetujuan daripada tulus ingin membantu.
Sedangkan dalam konteks membantu orang lain secara wajar, tidak akan melupakan diri sendiri. Seorang individu yang memiliki pemikiran seimbang antara kebutuhan dirinya an orang lain. Mereka akan selalu menjaga keseimbangan antara keinginan dan kebutuhan mereka sendiri dengan keinginan dan kebutuhan orang lain. Mereka tidak mengorbankan kesehatan dan kebahagiaan mereka sendiri demi orang lain.
Orang yang Suka Membantu dalam Konteks Wajar: Seperti Apa Mereka?
Orang yang suka membantu dalam konteks wajar adalah mereka yang menolong orang lain berdasarkan kemampuan dan keinginan mereka sendiri. Mereka tidak merasa bersalah jika harus mengatakan “tidak”. Dan mereka tidak merasa perlu selalu tersenyum atau tampak antusias. Mereka peduli terhadap orang lain, namun juga peduli terhadap diri sendiri.
Baca juga: Apakah Kamu Termasuk People Pleaser? Pahami Dampak Psikologisnya
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



