Deeptalk.co.id – Gangguan agorafobia dengan kecemasan sosial merupakan dua kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan kecemasan yang umum terjadi. Namun, keduanya jelas memiliki perbedaan ciri khas dan gejala serta lingkup kecemasannya.
Agorafobia adalah ketakutan berlebihan terhadap situasi atau tempat publik, sementara gangguan kecemasan sosial adalah rasa takut atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika seseorang berada dalam situasi sosial tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang keterkaitan dan perbedaan antara gangguan agorafobia dengan kecemasan sosial
Beda Agorafobia dan Kecemasan Sosial

Merasa gugup hingga takut ketika akan menghadapi situasi sosial atau berada di ruang publik adalah hal yang biasa dialami banyak orang. Misalnya ketika harus bertemu kolega yang belum pernah ditemui sebelumnya, atau saat akan melakukan presentasi yang menjadi jantung Anda berdebar-debar. Kondisi tersebut adalah normal, namun akan menjadi berbahaya dan termasuk gangguan kecemasan apabila terjadi secara signifikan pada kehidupan sehari-hari.
Ada beragam gangguan kecemasan, namun yang cemas akan keadaan lingkungan sosial ialah agorafobia dan kecemasan sosial. Walaupun memiliki kesamaan, namun dua gangguan ini memiliki beberapa perbedaan.
Seseorang yang mengalami kecemasan sosial sering merasa ketakutan dan cemas yang mengarah pada penghindaran pada situasi sosial dan dapat mengganggu kehidupannya. Hal tersebut juga memicu stres yang parah yang juga dapat memengaruhi hubungan, rutinitas, pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Sedangkan agorafobia membuat penderitanya merasa takut hingga menghindari tempat atau situasi yang dapat menyebabkan kepanikan dan perasaan terjebak, tidak berdaya atau malu. Mereka mungkin takut akan situasi aktual yang akan datang, seperti ketika menaiki transportasi umum, berada di ruang publik yang terbuka maupun tertutup, teramasuk saat berada di keramaian.
Kecemasan yang dirasakan penderita agorafobia disebabkan oleh rasa takut bahwa tidak ada cara mudah untuk melarikan diri atau mendapatkan pertolongan jika kecemasan tersebut semakin berlebihan. Kebanyakan orang yang menderita agorafobia mengembangkannya setelah mengalami satu atau lebih serangan panik, menyebabkan mereka khawatir akan mengalami serangan lagi. Mereka kemudian menghindari tempat-tempat dimana hal itu dapat terjadi lagi.
Kondisi tersebut lah yang membedakan agorafobia dengan kecemasan sosial. Alih-alih agorafobia takut akan terjadinya serangan panik saat berada di situasi tertentu, kecemasan sosial justru mengkhawatirkan dirinya dihakimi atau merasa malu dalam situasi sosial.
Meskipun agorafobia dan gangguan kecemasan sosial dapat menyebabkan penghindaran situasi tertentu, namun penghindaran pada dua gangguan ini berbeda. Juga, orang dengan kecemasan sosial tidak diketahui menderita agorafobia. Kedua gangguan kecemasan masing-masing dapat bertepatan dengan gangguan panik dan dapat menyebabkan seseorang terlibat dalam penyalahgunaan zat dalam upaya untuk mengatasi gejalanya. Ini dapat menyebabkan serangkaian masalah lainnya.
Baca juga: Membangun Kembali Keyakinan Diri Anda : Cara Keluar dari Quarter Life Crisis
Serangan Panik Pada Agorafobia dan Kecemasan Sosial

Kebanyakan orang menganggap penderita agorafobia ialah kerap takut jika harus meninggalkan rumah. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun agorafobia sebenarnya lebih mengacu pada ketakutan saat berada dalam situasi atau tempat yang mana jika melarikan diri dari sana akan sulit. Atau merasa khawatir dan terasa memalukan jika tiba-tiba terjadi serangan panik. Oleh karenanya, jika disederhanakan agorafobia seperti memiliki rasa takut akan mengalami serangan panik.
Agorafobia biasanya mengarah pada penghindaran tempat-tempat tertentu seperti keramaian, antrian, transportasi publik, dan lain sebagainya. Selain itu, penderita agorafobia mungkin takut meninggalkan rumah sendirian dan mereka merasa lebih mampu mengatasi kecemasan jika ditemani seseorang yang mereka percayai.
Agoraphobia paling sering terjadi bersamaan dengan gangguan panik. Lebih dari 95 persen penderitanya pun juga memiliki diagnosis gangguan panik. Lalu ketika agorafobia didiagnosis tanpa gangguan panik, kecemasan parah bisa saja dialami tetapi tidak sampai pada tingkat serangan panik.
Sedangkan jika dibandingkan dengan gangguan kecemasan sosial, penting untuk diketahui bahwa keduanya dapat terjadi bersamaan dengan serangan panik. Serangan panik (panic attack) merupakan perasaan takut atau khawatir yang intens secara tiba-tiba yang tidak memiliki penyebab secara spesifik.
Serangan panik sering menyebabkan gejala seperti detak jantung yang meningkat, perasaan akan datangnya malapetaka, kesulitan bernapas, dan mual. Seseorang bisa didiagnosis gangguan panik apabila mereka mengalami serangan panik berulang kali yang disertai ketakutan atau kekhawatiran bahwa mereka akan mengalaminya lagi di masa mendatang.
Individu dengan gangguan panik berisiko tinggi mengembangkan agorafobia, yang dapat diakibatkan oleh pengalaman dengan pemicu serangan panik. Namun, hal yang sama berlaku untuk orang dengan gangguan kecemasan sosial. Gangguan panik dan kecemasan sosial juga merupakan kondisi berbeda yang dapat terjadi secara bersamaan.
Baca juga: Perfeksionisme : Pengertian dan Hubungannya dengan Procrastination
Sumber:
Cuncic, A. (2020). The Relationship Between Agoraphobia and Social Anxiety. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/relationship-between-agoraphobia-and-social-anxiety-3024697
Alyssa. (2023, February 20). Agoraphobia vs. Social Anxiety | Banyan Mental Health. Mental Health Program at Banyan Treatment Centers. https://www.banyanmentalhealth.com/2021/05/25/difference-between-agoraphobia-and-social-anxiety/
Agoraphobia – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2023b, January 7). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/agoraphobia/symptoms-causes/syc-20355987
Social anxiety disorder (social phobia) – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2021, June 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/social-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20353561
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



