Deeptalk.co.id – Kondisi setiap anak berbeda-beda. Perbedaan inilah yang memungkinkan adanya pembentukan self-esteem yang berbeda pula. Self-esteem mungkin lebih mudah bagi beberapa anak daripada yang lain, dan yang lainnya menghadapi hal-hal yang dapat menurunkan harga diri mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengerahkan perannya dalam membantu anak membangun self-esteem menjadi lebih sehat.
Self-esteem atau harga diri adalah kepercayaan pada diri sendiri dan keyakinan dalam kemampuan kita untuk mengatasi tantangan hidup. Memiliki self-esteem yang sehat sangat penting untuk perkembangan anak, karena dapat membantu mereka merasa lebih percaya diri, mandiri, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Namun, terkadang membangun self-esteem anak dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama jika anak Anda mengalami masalah emosi atau perilaku. Jangan khawatir, karena ada banyak strategi yang dapat Anda gunakan untuk membantu anak Anda merasa lebih percaya diri dan mengatasi rasa takut atau kecemasan. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.
1. Bantu Anak Belajar Melakukan Sesuatu

Di setiap usia, ada hal-hal baru yang bisa dipelajari anak-anak. Bahkan selama masa bayi, belajar memegang cangkir atau mengambil langkah pertama memicu rasa penguasaan dan kegembiraan. Saat anak Anda tumbuh, hal-hal seperti belajar berpakaian, membaca, atau mengendarai sepeda adalah peluang untuk menumbuhkan self-esteem anak.
Saat mengajari anak cara melakukan sesuatu, tunjukkan dan bantu mereka terlebih dahulu. Kemudian biarkan mereka melakukan apa yang mereka bisa. Bahkan jika mereka melakukan kesalahan, biarkan saja dan jadikan itu sebagai pembelajaran bagi mereka. Pastikan anak Anda mendapat kesempatan untuk belajar, mencoba, dan merasa bangga. Jangan membuat tantangan baru terlalu mudah atau bahkan terlalu sulit.
2. Puji Anak Dengan Cara yang Bijak

Memberikan pujian pada anak menandakan bahwa Anda bangga terhadap mereka. Itu merupakan hal yang baik, namun perlu diwaspadai karena beberapa cara memuji anak justru bisa menjadi bumerang.
Ketika memuji anak, upayakan untuk jangan terlalu berlebihan. Akan terasa tidak benar ketika memuji sesuatu yang bahkan tidak perlu disampaikan. Misalnya, memberi tahu seorang anak bahwa dia memainkan permainan yang bagus ketika dia tahu dia tidak merasa bagus dalam menjalankannya, sehingga itu akan terasa palsu.
Akan lebih baik jika mengatakan, “Saya tahu itu bukan permainan terbaik kamu, tetapi kita semua memiliki hari libur. Saya bangga dengan kamu karena tidak menyerah.” Anda juga bisa menambahkan, “Besok, kamu akan kembali ke permainan mu lagi.”
Selain itu, hindari memfokuskan pujian hanya pada hasil (seperti mendapat nilai A) atau kualitas tetap (seperti pintar atau atletis). Alih-alih demikian, berikan sebagian besar pujian Anda untuk usaha, kemajuan, dan sikap. Misal, “Aku bangga padamu karena kamu berlatih piano – kamu benar-benar bertahan dengan itu.”
Dengan pujian semacam ini, anak-anak berusaha keras, bekerja menuju tujuan, dan berani untuk mencoba, serta ketika anak-anak melakukan itu, mereka lebih mungkin bisa berhasil.
Baca juga: 8 Tanda Bahwa Kamu Sudah Memiliki Self-Esteem yang Kuat
3. Jadilah Panutan yang Baik

Saat Anda berupaya melakukan tugas sehari-hari, seperti menyapu, menyiapkan makanan, menyuci piring, atau mencuci baju, Anda telah memberikan contoh yang baik. Anak Anda akan belajar untuk berusaha mengerjakan pekerjaan rumah, membereskan mainan, atau merapikan tempat tidur. Sehingga, jangan menyuruh mereka melakukan pekerjaan rumah jika Anda sendiri saja enggan untuk melakukannya.
Pun ketika saat Anda melakukan tugas dengan riang atau setidaknya tanpa menggerutu atau mengeluh, Anda telah mengajari anak Anda untuk melakukan hal yang sama. Ketika Anda menghindari pekerjaan yang terburu-buru dan bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dengan baik, Anda mengajari anak Anda untuk melakukannya juga.
4. Larangan Kritik Keras

Pesan yang didengar anak-anak tentang diri mereka sendiri dari orang lain cenderung mudah untuk diterjemahkan ke dalam perasaan mereka tentang diri mereka sendiri. Kata-kata kasar seperti, “Kamu malas sekali!” bisa menjadi berbahaya dan bukan memotivasi.
Ketika anak-anak mendengar pesan negatif tentang diri mereka sendiri, itu bisa merusak self-esteem mereka. Bantu anak untuk perbaiki sikapnya dengan penuh kesabaran. Fokus pada apa yang Anda ingin mereka lakukan lain kali. Lalu saat dibutuhkan, tunjukkan caranya.
6. Fokus Pada Kekuatan

Perhatikan apa yang anak Anda lakukan dengan baik dan apa yang mereka sukai. Pastikan anak Anda memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekuatan ini. Anda bisa lebih fokus pada kekuatan daripada kelemahan jika Anda ingin membantu anak-anak merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Ini juga bisa meningkatkan perilaku mereka menjadi lebih baik.
7. Biarkan Anak Untuk Membantu dan Memberi

Self-esteem tumbuh ketika anak-anak melihat bahwa apa yang mereka lakukan penting bagi orang lain. Anak-anak dapat membantu di rumah, melakukan proyek layanan di sekolah, atau membantu saudara kandungnya di rumah. Membantu dan tindakan baik membangun self-esteem dan perasaan baik pada anak lainnya.
Baca juga: Mengenali Tanda-Tanda Anxiety pada Rekan Kerja dan Bagaimana Menolongnya?
Sumber:
Lyness, D. (2018). Your Child’s Self-Esteem. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/self-esteem.html
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



