Semua artikel
Gangguan Psikologi

Penyebab Kepribadian Ganda: Ketika Trauma dan Kondisi Keluarga yang Tidak Sehat Membentuk Kepribadian Baru

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kepribadian Ganda atau Gangguan Identitas Disosiatif adalah suatu kondisi mental di mana seseorang mengalami perubahan kepribadian yang signifikan dan tidak wajar. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh trauma atau pelecehan yang dialami seseorang pada masa kecilnya. Selain itu, kondisi keluarga yang tidak sehat juga dapat berkontribusi pada terjadinya kepribadian ganda. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif berdasarkan teori psikoanalisis.

Trauma dan Pelecehan

Trauma dan pelecehan adalah penyebab utama dari Gangguan Identitas Disosiatif. Trauma dan pelecehan dapat terjadi pada masa kecil atau pada masa dewasa. Kondisi ini dapat terjadi akibat kekerasan fisik, psikologis, atau seksual, yang diterima oleh individu dalam jangka waktu yang cukup lama. Menurut teori psikoanalisis, individu yang mengalami trauma atau pelecehan cenderung mengalami disosiasi atau pemisahan diri dari pengalaman yang menyakitkan. Pemisahan ini membuat individu dapat menciptakan kepribadian atau identitas yang berbeda dari dirinya sendiri.

Kondisi Keluarga yang Tidak Sehat

Keluarga yang tidak sehat dapat menjadi faktor yang memicu Gangguan Identitas Disosiatif. Hal ini terjadi karena keluarga yang tidak sehat seringkali menyebabkan individu mengalami ketidakstabilan emosional dan terpapar pada situasi yang tidak aman secara emosional. Terlebih lagi, keluarga yang tidak sehat juga dapat menyebabkan individu mengalami berbagai macam bentuk pelecehan. Teori psikoanalisis juga mengemukakan bahwa individu yang mengalami kondisi keluarga yang tidak sehat cenderung memiliki rasa tidak aman dan tidak stabil dalam dirinya. Sehingga ia menciptakan identitas atau kepribadian yang berbeda dari dirinya sendiri sebagai bentuk perlindungan diri.

Menurut Psikoanalisis berpendapat bahwa ketidakmampuan untuk mengatasi traumatis atau pengalaman pelecehan dapat mengakibatkan perpecahan atau disosiasi dalam pikiran dan perasaan seseorang. Perpecahan ini dapat menghasilkan beberapa kepribadian yang berbeda-beda, yang masing-masing memiliki tindakan dan sikap yang berbeda.

Dalam teori psikoanalisis, disosiasi adalah mekanisme pertahanan yang digunakan oleh seseorang untuk melindungi dirinya dari pengalaman yang menyakitkan atau mengancam jiwa. Ketika seseorang mengalami trauma atau pelecehan, otaknya dapat melindungi dirinya dengan cara mengalihkan perhatian ke hal-hal lain, sehingga mengurangi rasa sakit atau ketakutan yang dirasakan. Namun, cara ini dapat mengakibatkan perpecahan atau disosiasi dalam kepribadian seseorang, yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kepribadian ganda.

Baca juga: Terapi untuk Kepribadian Ganda: Mengintegrasikan Kepribadian yang Terpisah

Mekanisme Pertahanan Diri

Mekanisme pertahanan diri adalah cara yang digunakan individu untuk mengatasi tekanan atau stres psikologis. Dalam konteks Gangguan Identitas Disosiatif, mekanisme pertahanan diri yang umum adalah disosiasi. Disosiasi adalah suatu kondisi dimana individu mengalami pemisahan antara pikiran, perasaan, dan tindakan mereka. Disosiasi dapat terjadi dalam beberapa tingkat, mulai dari yang ringan hingga berat. Individu yang mengalami Gangguan Identitas Disosiatif cenderung memiliki kemampuan untuk disosiasi secara ekstrem, sehingga ia dapat menciptakan identitas atau kepribadian yang berbeda dari dirinya sendiri sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.

Penjelasan Penyebab Kepribadian Ganda Berdasarkan Sudut Pandang Psikoanalisis

Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda dapat disebabkan oleh trauma dan pelecehan serta kondisi keluarga yang tidak sehat. Teori psikoanalisis menjelaskan bahwa individu yang mengalami kondisi ini cenderung mengalami disosiasi atau pemisahan diri dari pengalaman yang menyakitkan. Individu yang mengalami disosiasi cenderung menciptakan identitas atau kepribadian yang berbeda dari dirinya sendiri sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.

Menurut teori psikoanalisis, Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda juga dapat terjadi akibat konflik internal yang tidak terpecahkan. Konflik ini dapat terjadi karena individu mengalami ketidakcocokan antara keinginan, nilai, atau harapan yang berbeda-beda dalam dirinya. Konflik internal ini dapat memicu individu untuk menciptakan kepribadian atau identitas yang berbeda untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Selain itu, teori psikoanalisis juga mengemukakan bahwa Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda dapat terjadi akibat pengaruh lingkungan. Individu yang tumbuh di lingkungan yang menganggap identitas atau kepribadian ganda sebagai sesuatu yang wajar atau bahkan dihargai, cenderung lebih rentan untuk mengalami kondisi ini.

Pengobatan untuk Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda meliputi terapi psikologis, terutama terapi perilaku kognitif dan terapi psikodinamik. Terapi ini bertujuan untuk membantu individu mengatasi konflik internal, meningkatkan kesadaran diri, dan meningkatkan kemampuan individu untuk mengelola emosi dan mengatasi tekanan psikologis. Selain itu, terapi juga bertujuan untuk membantu individu mengenali dan mengintegrasikan kepribadian atau identitas yang berbeda dalam dirinya sehingga individu dapat hidup dengan lebih baik dan bermakna.

Jadi, Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk trauma dan pelecehan serta kondisi keluarga yang tidak sehat. Teori psikoanalisis menjelaskan bahwa individu yang mengalami kondisi ini cenderung menciptakan identitas atau kepribadian yang berbeda dari dirinya sendiri sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri. Pengobatan untuk kondisi ini meliputi terapi psikologis, terutama terapi perilaku kognitif dan terapi psikodinamik.

Baca juga: Penelitian : Takut Dengan Tempat Publik Adalah Wajar Bagi Penderita Epilepsi

 

Sumber:

Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Penyebab Kepribadian Ganda: Ketika Trauma dan Kondisi Keluarga yang Tidak Sehat Membentuk Kepribadian Baru — DeepTalk