Semua artikel
Kesehatan Mental Anak

Penyebab Gangguan Spektrum Autis Pada Anak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengasuh anak dengan kondisi autisme memang merupakan hal yang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi untuk bisa membantu anak menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi autis ini belum bisa dipulihkan sepenuhnya. Dengan demikian, anak yang menderita autis akan membawa kondisi tersebut hingga mereka dewasa.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai kondisi dan penyebab gangguan spektrum autis pada anak. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan anak dengan beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater.

Berikut pembahasan mengenai gangguan spektrum autis.

Pengertian Gangguan Spektrum Autis

Dalam dunia psikologis, autis atau autisme memiliki nama autism spectrum disorder atau disingkat dengan ASD. Autism spectrum disorder atau gangguan spektrum autis merupakan kelainan perkembangan saraf yang cukup kompleks, dan berdampak pada perilaku dan pola pikir penderitanya.

Kondisi ASD pada anak akan mengganggu kemampuan komunikasi, bersosialisasi, perilaku, dan belajar. Tidak jarang anak dengan ASD seakan memiliki dunianya sendiri. Selain karena mereka tidak bisa menangkap informasi eksternal dengan baik, kondisi mereka juga membuatnya tidak bisa menyampaikan apa yang dipikirkan dan dirasakan.

Gejala ASD sendiri dapat dideteksi sejak masa anak-anak. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka anak akan kesulitan untuk melakukan aktivitas normal selayaknya anak-anak pada umumnya. Sebaliknya, dengan penanganan yang tepat, anak dengan ASD bisa secara mandiri melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab Gangguan Spektrum Autis

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab utama seseorang mengalami ASD. Meski demikian, kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:

Faktor genetik

Para ahli sependapat bahwa beberapa gen ikut serta dalam terbentuknya gangguan spektrum autis. Dengan demikian, seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan spektrum autis akan beresiko mengalami kondisi serupa. Selain itu, ketidakcocokan genetik antar kedua orang tua juga bisa memicu anak lahir dengan kondisi ASD.

Jenis kelamin

Faktor pemicu gangguan spektrum autis lainnya juga bisa berdasarkan jenis kelamin. Walaupun tidak semua anak laki-laki mengalami gangguan spektrum autis, namun kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Meski demikian, anak perempuan juga bisa saja mengalami kondisi serupa, walau kemungkinannya lebih kecil.

Baca juga : Mengenal Gejala Autisme Sejak Dini

Faktor lingkungan

Faktor pemicu gangguan spektrum autis berikutnya adalah lingkungan. Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan memang cukup berkontribusi dalam mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam kasus gangguan spektrum autis, faktor lingkungan yang dimaksud bisa berupa komplikasi yang dialami ibu semasa kehamilan, misalnya terpapar polusi udara, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Usia kelahiran bayi

Sangat penting bagi Ibu dalam menjaga kondisi kandungan mereka. Pasalnya, tidak hanya paparan semasa kehamilan saja yang bisa memicu kondisi gangguan spektrum autis pada anak, melainkan juga kelahiran bayi prematur atau lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Usia ibu saat mengandung

Walaupun beberapa wanita masih produktif untuk mengandung di usia tua, namun sayangnya mengandung di usia tua cukup beresiko. Salah satu resikonya adalah melahirkan anak dengan kondisi gangguan spektrum autis. Wanita yang mengandung di atas usia 40 tahun akan beresiko 50% lebih besar untuk melahirkan anak dengan gangguan spektrum autis, dibandingkan dengan wanita yang mengandung di usia 20-29 tahun.

Memiliki penyakit atau gangguan tertentu

Kondisi gangguan spektrum autis ini juga bisa dipicu oleh adanya penyakit atau gangguan tertentu. Misalnya pada penderita tuberous sclerosis, sindrom fragile x, down syndrome, atau sindrom rett, dan lain sebagainya.

Diagnosis Gangguan Spektrum Autis

Untuk bisa mendapatkan diagnosis yang tepat terkait kondisi kesehatan mental, maka dibutuhkan konsultasi dan pemeriksaan dari psikolog dan psikiater. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan diagnosis dan penanganan. Pasalnya, gejala yang ditujukan pada penderita gangguan spektrum autis memiliki banyak kesamaan dengan gangguan kesehatan lainnya.

Diagnosis gangguan spektrum autis akan dilakukan setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik, psikologis, dan pemeriksaan lain yang memang dibutuhkan. Umumnya, baik psikolog maupun psikiater akan menggunakan diagnostic and statistical manual of mental disorders, 5th edition (DSM-5) sebagai panduan penegakan diagnosis.

Gejala gangguan spektrum autis biasanya mulai terlihat saat anak berusia 18 bulan. Dengan demikian, diagnosis belum bisa dipastikan sebelum usia tersebut. Bahkan, dalam beberapa kasus, gejala gangguan spektrum autis baru bisa dideteksi saat anak berusia 2-3 tahun. Sayangnya, cukup banyak penderita gangguan spektrum autis yang justru baru mendapatkan diagnosis saat memasuki usia remaja, bahkan dewasa. Hal semacam ini akan mempersulit proses penanganan bagi penderita gangguan spektrum autis.

Itu dia pembahasan mengenai gangguan spektrum autis, penyebab, dan diagnosisnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Jenis-Jenis Gangguan Perilaku Pada Anak

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait