Semua artikel
Gangguan Psikologi

Penyebab Gangguan Mania dan Diagnosisnya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan mania adalah salah satu kondisi mental yang penuh misteri dan menantang, dan pemahaman tentang penyebabnya merupakan kunci untuk diagnosis yang tepat dan pengelolaan yang efektif. Fase mania dalam gangguan bipolar adalah saat individu mengalami perasaan euforia yang berlebihan, energi yang tinggi, serta impulsivitas yang meningkat. Namun, apa yang menjadi penyebab dari gangguan mania ini?

Mania merupakan suatu kondisi psikologis yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi euforia atau kegembiraan yang berlebihan dan tidak wajar, suasana hati yang sangat intens, hiperaktif, hingga bahkan delusi. Mania atau dikenal juga sebagai episode manik menjadi salah satu gejala umum terjadinya gangguan bipolar.

Gangguan mania ini bisa menjadi kondisi berbahaya karena beberapa alasan. Orang dengan mania ketika terjadi episode manik mungkin menjadi kesulitan untuk tidur hingga makan. Mereka mungkin terlibat dalam perilaku berisiko dan merugikan diri mereka sendiri. Penderitanya pun bisa memiliki risiko lebih besar mengalami halusinasi dan gangguan persepsi lainnya.

Artikel ini akan membahas lebih rinci tentang penyebab gangguan mania, mengungkap kompleksitas kondisi ini, dan membantu pembaca untuk memahami peran berbagai faktor dalam munculnya fase mania dalam gangguan bipolar. Pemahaman yang lebih baik tentang penyebab ini dapat membuka jalan untuk pendekatan pengobatan yang lebih efektif dan membantu individu yang mengalami gangguan ini dalam mengelola gejala mereka.

Penyebab Gangguan Mania

Hingga saat ini para ahli masih belum sepenuhnya memastikan apa yang menjadi penyebab gangguan mania. Tidak ada satu alasan apa pun yang jelas mengapa seseorang bisa menjadi mania. Beberapa menduga bahwa ini merupakan kombinasi faktor jangka panjang dan jangka pendek yang berbeda pada setiap orang.

Beberapa penyebab mungkin merupakan faktor jangka panjang yang membuat penderita mengalami gangguan mania secara umum. Sedangkan faktor lain merupakan faktor yang lebih langsung yang mungkin memicu suatu episode.

Meskipun demikian, beberapa faktor lainnya diperkirakan berkontribusi menimbulkan gangguan mania. Penyebabnya pun pasti berbeda pada setiap orang, namun secara umum ini bisa disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, kimia dan lingkungan.

Baca juga: Lima Aspek Penting dalam Metode RULER

Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga atau faktor penyebab secara genetik mungkin berperan dalam gangguan mania. Aliansi Nasional Penyakit Mental menyebutkan bahwa orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung pengidap gangguan ini lebih mungkin bisa mengalami episode manik. selain itu, jika anggota keluarga ada yang mengalami bipolar, kemungkinan besar seseorang juga bisa mengalami gangguan mania.

Meskipun demikian, memiliki anggota keluarga yang mengalami episode manik bukan berarti seseorang pasti akan mengalaminya. Perlu diagnosa lebih lanjut dari para tenaga medis ahli untuk menjelaskan kondisi tersebut.

Kondisi Medis

Beberapa orang rentan mengalami mania atau episode manik karena kondisi medis atau penyakit kejiwaan yang mendasarinya, seperti gangguan bipolar. Pemicu atau kombinasi pemicu dapat menyebabkan mania pada orang-orang tersebut.

Selain itu, episode manik atau gangguan mania ini bisa sebagai efek samping dari masalah kesehatan mental terkait. Ini termasuk gangguan afektif musiman, psikosis pascapersalinan, gangguan skizoaktif, dan lain-lain.

Kondisi Neurologis

Pemindaian otak menunjukkan bahwa beberapa pasien mania memiliki struktur atau aktivitas otak yang sedikit berbeda. Dokter tidak menggunakan pemindaian otak untuk mendiagnosis mania atau gangguan bipolar. Ini juga menjelaskan beberapa penyakit fisik dan kondisi neurologis dapat menyebabkan mania. Ini termasuk lupus, ensefalitis, demensia, cedera otak, tumor otak, dan stroke.

Ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, seperti dopamin, juga diyakini berperan. Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi mood, energi, dan persepsi diri, menyebabkan gejala mania.

Untuk memastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat, dokter Anda harus selalu memeriksa apakah mungkin ada penyebab fisik dari mania Anda sebelum Anda didiagnosis.

Efek Samping Pengobatan

Beberapa obat dapat menyebabkan hipomania atau mania sebagai efek samping. Ini bisa terjadi saat Anda meminumnya atau sebagai gejala penarikan diri saat Anda berhenti. Ini termasuk obat-obatan untuk kondisi fisik dan kesehatan mental, termasuk beberapa antidepresan.

Jika Anda khawatir tentang efek obat apa pun yang sedang atau sudah Anda hentikan, diskusikan hal ini dengan dokter Anda.

Perubahan Lingkungan

Siapa sangka bahwa perubahan lingkungan juga dapat memicu atau menjadi penyebab mania. Perubahan lingkungan ini pun menimbulkan peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai, dapat menyebabkan mania. Stres finansial, hubungan, dan penyakit juga dapat menyebabkan episode manik. Selain itu, ada juga kondisi lain seperti hipotiroidisme yang juga dapat menyebabkan episode manik. begitu juga terjadinya perubahan musim, di mana beberapa orang lebih mungkin mengalami mania di musim-musim tertentu.

Selain faktor penyebab gangguan mania yang telah disebutkan di atas, ada juga kondisi lainnya yang memungkinkan dapat memicu terjadinya mania, yakni seperti:

  1. Tingkat stres yang tinggi dan kesulitan dalam mengatasinya
  2. Perubahan pola tidur atau kurang tidur
  3. Menggunakan narkoba atau alkohol
  4. Melahirkan
  5. Kehilangan atau duka
  6. Trauma

Baca juga: Penyebab Erotomania : Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Delusi Ini?

 

Sumber:

Causes of hypomania and mania. (2023). Mind. https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/hypomania-and-mania/causes/

Professional, C. C. M. (2023). Mania. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21603-mania

Crna, R. N. M. (2019, November 1). Mania. Healthline. https://www.healthline.com/health/mania

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Topik:#Mania

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Penyebab Gangguan Mania dan Diagnosisnya — DeepTalk