Deeptalk.co.id – Mood swing merupakan perubahan emosi yang tiba-tiba dan drastis yang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Anak-anak seringkali mengalami perubahan suasana hati yang cepat, dan ini adalah hal yang normal dalam perkembangan mereka. Namun, jika perubahan suasana hati tersebut terjadi dengan intensitas yang tinggi dan sering terjadi, itu bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab mood swing pada anak sehingga tau langkah selanjutnya untuk mengatasinya.
Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab mood swing pada anak-anak.
1. Diet dan Nutrisi Buruk

Diet atau makanan serta kandungan nutrisinya merupakan komponen penting untuk mendapatkan tubuh yang sehat, baik fisik maupun mental dan kesejahteraan emosional. Pun demikian dengan pola makan yang bisa berdampak signifikan pada suasana hati pada anak. Sehingga mereka juga membutuhkan nutrisi yang seimbang untuk membantu dirinya dalam menjaga kesehatan emosional dan suasana hati.
Kurangi untuk anak dalam mengonsumsi gula karena kadarnya yang tinggi dapat membuat anak menjadi sensitif. Hal ini bisa menyebabkan masalah perilaku, emosional, dan kesehatan, serta berpengaruh sebagai penyebab terhadap mood swing pada anak.
2. Bentuk Pola Asuh Anak

Penting memang ketika menentukan pola asuh yang sesuai agar anak menjadi lebih sejahtera secara emosional. Kecenderungan “bubble wrap parenting” atau kurangnya pengasuhan mandiri menciptakan anak yang tidak tahu bagaimana mengelola perasaan suasana hati atau emosi yang mereka alami.
Akibatnya, anak bisa mengalami toleransi stres yang rendah, dimana mereka kesulitan mengendalikan emosi yang besar, juga ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Keterampilan coping anak pun juga buruk sehingga mereka tidak dapat memecahkan masalah ketika sesuatu muncul atau saat mereka frustasi.
3. Gangguan Suasana Hati

Mood swing pada anak bisa jadi memiliki penyebab yakni adanya gangguan suasana hati pada mereka. Anak-anak yang mengalami gangguan mood sering memiliki riwayat tantrum yang sering dan lama sehingga sulit untuk pulih. Mereka pun menjadi berperilaku kaku, dimana perubahan suasana hati dan amukan saat bayi atau balita dapat mengembangkan masalah tersebut saat tuntutan meningkat.
Baca juga: Tips dan Cara Menggunakan Afirmasi Positif Sehari-Hari Untuk Kesehatan Mental
4. Kecemasan dan Stres

Dibalik kehidupannya yang terlihat bahagia dan penuh tawa, anak nyatanya juga bisa mengalami kecemasan dan stres. Tentunya bisa saja mereka baru mengalami hal tersebut untuk pertama kalinya. Dengan demikian, gangguan kecemasan bisa semakin berkembang.
Usia rata-rata timbulnya gangguan kecemasan adalah usia enam tahun, dengan anak-anak ini yang menjadi terlalu sensitif dan mudah marah. Roller coaster emosi yang mereka alami sulit bagi anak-anak dan orang tua, serta ini bisa membangun rasa malu pada anak-anak.
5. Proses Belajar dan Sensorik

Masa kanak-kanak adalah saat-saat mereka untuk belajar dan berkembang. Namun, otak anak dan remaja dengan ketidakmampuan belajar harus bekerja sangat keras untuk memproses segala informasi yang mereka peroleh sehari-hari. Ketika hal tersebut terjadi, mereka masuk dalam kondisi “keadaan berputar” dan itu berarti otak berada pada kapasitas maksimumnya.
Pun demikian ketika anak mengalami kesulitan saat memodulasi informasi sensorik (rasa, sentuhan, bau, suara, penglihatan). Sistem saraf menjadi tidak teratur dan ini mengakibatkan ruang yang sempit untuk kemudian frustrasi atau apa pun yang membuat anak menjadi tidak nyaman. Sehingga ketika berada pada kehidupan sehari-hari, kondisi ini mengakibatkan perilaku rewel dan murung dengan emosi yang tidak teratur serta mood swing.
6. ADHD

Anak dan remaja yang menderita ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) mengalami kesulitan untuk mengistirahatkan pikiran dan otak mereka. Sehingga itu berarti menjadi penyebab mereka mudah terkejut, kesal, dan marah sebagai indikasi mood swing pada anak.
Transisi yang buruk akan tugas yang disukai ke tugas dengan minat rendah cenderung menjadi salah satu pemicu terbesar. Diperlukan waktu 10 kali lebih lama untuk membujuk anak yang kesal dan berperilaku negatif untuk melakukan suatu tugas hingga kemudian benar-benar bisa menyelesaikan suatu tugas.
7. Peristiwa Traumatis

Trauma kerap menjadi tahap perkembangan awal dari perilaku seseorang yang terbawa seumur hidup. Pun trauma juga dapat terkubur di alam bawah sadar seseorang dan berjalan di latar belakang pikiran sehingga menyebabkan sistem saraf menjadi aktif. Ini juga menjadi penyebab agitasi, mood swing dan perilaku mudah tersinggung yang juga bisa terjadi pada anak.
Anak-anak yang memiliki riwayat trauma sejak masa kelahiran dini sering mengalami kesulitan tidur dan masalah pengaturan diri sejak awal. Mereka menjadi mudah marah, mengalami kemarahan dan kesal, kesulitan mengatur emosi, perilaku, dan input sensorik mereka.
Trauma bisa dimungkinkan terjadi akibat adanya benturan hingga mengakibatkan cedera pada kepala. Oleh karena itu, jika menurut Anda anak Anda mengalami cedera kepala, selalu bicarakan dengan dokter anak anak Anda.
Baca juga: Procrastination Memiliki Keterkaitan Dengan ADHD, Benarkah?
Sumber:
Roseann. (2023). 17 Reasons A Child Has Mood Swings. Dr. Roseann. https://drroseann.com/17-reasons-a-child-has-mood-swings/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



