Deeptalk.co.id – Mendapatkan perasaan cinta merupakan anugerah yang terpenting sebagai anak-anak hingga menuju kedewasaan. Perasaan cinta menjadi penting untuk ditumbuhkan sejak masa anak-anak karena ada beragam aspek termasuk kesehatan mental yang terpengaruhi. Ada beragam penelitian yang telah mengungkapkan dampak perasaan cinta, pun juga adanya dampak negatif apabila seorang anak kurang mendapatkannya.
Ketika orang tua melakukan pola asuh tanpa perasaan cinta yang tulus atau disebut dengan cinta bersyarat, ini memberikan pesan kepada anak bahwa mereka harus mendapatkan kasih sayang orang tua. Oleh karena itu, anak merasa perlu memenuhi harapan orang tuanya agar menerima kasih sayang dan persetujuannya. Akibatnya, anak-anak seperti itu cenderung menunjukkan kecemasan dan mempertanyakan apakah mereka layak mendapatkan cinta dan kasih sayang, bahkan ketika mereka sudah dewasa.
Perasaan cinta yang sebaiknya ditunjukkan yakni ketika orang tua menerima dan menyayangi anak-anaknya dalam kondisi apapun, bahkan ketika mereka melakukan kesalahan atau tidak memenuhi harapan. Dengan kata lain, itu adalah bentuk cinta tanpa pamrih, di mana orang tua dapat mencintai anaknya apa adanya apapun yang terjadi. Jenis perasaan cinta seperti inilah yang patut untuk diberikan pada anak karena dapat memengaruhi kesejahteraan secara emosional juga perkembangan anak hingga dewasa.
Mengasuh dan mendukung anak dengan penuh perasaan cinta adalah elemen yang sangat penting dalam pembangunan yang sehat. Orang tua perlu mengetahui juga ada beragam alasan mengapa memberikan perasaan cinta pada anak begitu penting bagi perkembangan anak.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa perasaan cinta begitu penting bagi anak-anak di masa perkembangannya hingga menuju kehidupannya di masa dewasa.
1. Meningkatkan Kebahagiaan dan Kesuksesan Anak

Pentingnya perasaan cinta pada hubungan antara anak dan orang tua bisa berpengaruh bagi kebahagiaan dan kesuksesan anak. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti di Duke University Medical School pada tahun 2010 bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yang penuh kasih sayang dan penuh perhatian akan tumbuh menjadi dewasa yang bahagia, lebih tangguh, dan tidak terlalu cemas.
Para peneliti yang terlibat dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa hormon oksitosin mungkin bertanggung jawab atas efek ini. Oksitosin adalah bahan kimia di otak yang dilepaskan saat seseorang merasakan cinta dan koneksi. Telah terbukti membantu ikatan orang tua dengan anak-anak mereka, menambah rasa percaya dan dukungan di antara mereka. Ikatan ini kemungkinan besar membantu otak memproduksi dan menggunakan oksitosin, sehingga menyebabkan anak merasakan emosi yang lebih positif.
Baca juga: 4 Tipe Neuroplastisitas yang Perlu Anda Ketahui
2. Sebagai Landasan Untuk Hubungan yang Sehat

Penelitian lain mengenai hubungan orang tua-anak menemukan bahwa mereka yang tidak berlebihan dalam mengontrol anak saat bermain cenderung memiliki ikatan yang lebih kuat dengan anaknya. Dengan demikian, para peneliti pun beterori bahwa anak-anak dari ibu yang kurang mengontrol akan merasa lebih diterima dan dicintai sehingga menghasilkan hubungan yang lebih baik.
Ini juga menunjukkan bahwa perasaan cinta yang tulus untuk anak mempunyai dampak yang kuat pada ikatan keterikatan yang aman dengan orang lain. Ikatan ini menentukan kemampuan anak dalam membentuk koneksi yang autentik. Selain itu, hal ini menentukan seberapa mudah anak tersebut dapat menjalin hubungan yang autentik saat remaja dan dewasa.
Anak-anak atau remaja dengan keterikatan aman tahu bahwa orang tua mereka tersedia secara emosional dan responsif untuk merawat mereka. Oleh karena itu, mereka belajar untuk percaya dan mengandalkan orang lain. Selain itu, mereka lebih mampu mengatur emosi dan menjadi diri mereka yang sebenarnya.
3. Timbulnya Sistem Penghargaan Otak

Sebuah penelitian telah memetakan area otak yang terlibat dalam perasaan cinta yang tulus. Para peneliti di Universitas Montreal menginstruksikan peserta untuk merasakan cinta terhadap orang-orang tertentu dalam serangkaian foto. Secara bersamaan, mereka memindai otak mereka menggunakan mesin fMRI.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa perasaan cinta yang tulus dan tanpa syarat ini melibatkan jaringan saraf yang berbeda di otak. Secara khusus, tujuh area otak terlibat dengan emosi tersebut. Selain itu, jaringan ini berisi struktur otak yang juga terlibat dalam cinta romantis dan keibuan.
Beberapa struktur ini merupakan komponen kunci dari sistem penghargaan otak. Dengan kata lain, beberapa area yang diaktifkan ketika seseorang memberikan cinta tanpa syarat juga terlibat dalam pelepasan dopamin, zat kimia yang terlibat dalam merasakan kesenangan.
4. Mengarahkan Cinta Diri

Orang dewasa yang tidak menerima perasaan cinta sejak masa anak-anak sering kali bersikap sangat keras pada dirinya sendiri. Dengan kata lain, mereka merasa bahwa dirinya tidak layak untuk disayangi sehingga membuatnya sulit untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahannya dan sulit menerima diri apa adanya.
Akan tetapi, perasaan cinta yang tulus yang mampu meningkatkan perasaan welas asih dapat membantu menyembuhkan keterikatan akibat kurangnya perasaan cinta sejak kecil. Penelitian tentang kaitan antara perasaan cinta dan welas asih ini menunjukkan bahwa ada beragam manfaat positif dari hal tersebut. Manfaat tersebut yakni peningkatan kebahagiaan, optimisme yang lebih besar, suasana hati yang lebih positif, penurunan stres, inisiatif pribadi yang lebih kuat, rasa ingin tahu dan eksplorasi, keramahan, kehati-hatian serta kemampuan yang lebih baik untuk berhubungan dengan orang lain.
Selain itu, tumbuhnya rasa welas asih dan rasa sayang diri akibat perasaan cinta sejak masa anak-anak sebenarnya merupakan motivator yang lebih kuat dibandingkan harga diri. Secara khusus, harga diri oleh para ahli dianggap lebih bergantung pada pencapaian diri dan pendapat orang lain mengenai diri sendiri. Sedangkan welas asih terhadap diri sendiri melibatkan sikap penerimaan dan kebaikan yang konsisten terhadap diri sendiri atau dengan kata lain cinta diri tanpa syarat.
Ringkasnya, anak-anak yang menerima perasaan cinta dari orang tuanya memiliki ketahanan stres yang lebih baik, kesehatan yang lebih baik, harga diri yang lebih kuat, dan perkembangan otak yang lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk pertumbuhan emosional dan fisik yang sehat.
Orang-orang dari segala usia juga dapat memperkuat kemampuan mereka untuk memberikan cinta pada diri sendiri dan orang lain—dengan mempraktikkan perasaan cinta dan kasih sayang pada diri sendiri setiap hari.
Baca juga: Intrusive Thought yang Datang Tiba-Tiba dan Mengganggu, Ini Dia Penjelasannya
Sumber:
https://www.gottman.com/blog/how-a-parents-affection-shapes-a-childs-happiness-for-life/
https://www.newportacademy.com/resources/restoring-families/power-of-unconditional-love/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



