Semua artikel
Relationship

Pentingnya Mempertahankan Self-Esteem yang Sehat dalam Hubungan Percintaan

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Self-esteem atau harga diri merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Tingkat self-esteem yang tinggi dapat memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan percintaan. Hubungan percintaan yang sehat dan bahagia membutuhkan kepercayaan diri yang kuat dan rasa harga diri yang baik dari kedua belah pihak.

Namun, jika salah satu atau kedua belah pihak memiliki self-esteem yang rendah, maka dapat mempengaruhi kualitas hubungan tersebut. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut tentang keterkaitan antara self-esteem dengan hubungan percintaan, termasuk dampak dari self-esteem yang rendah pada hubungan, serta tips untuk meningkatkan self-esteem dalam konteks percintaan.

Penelitian Tentang Keterkaitan Self-Esteem dan Suatu Hubungan

Portrait of smiling Korean couple on a gray wall

Self-esteem atau harga diri pada setiap individu selalu berkaitan mengenai dirinya sendiri. Lalu, bagaimana jika dikaitkan dengan hubungan atau interaksi dengan orang lain? Apakah ketika memiliki orang atau teman dekat dapat meningkatkan self-esteem seseorang? Atau justru self-esteem yang tinggi dapat memengaruhi kualitas hubungan yang dijalani?

Pertanyaan mendasar ini sudah dijawab pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology. Studi yang dilakukan oleh Michelle A. Harris, PhD dari University of Texas di Austin menjawab rumusan masalah apakah dan sejauh mana hubungan sosial seseorang memengaruhi perkembangan self-esteem-nya, dan sebaliknya juga pada usia berapa

Penelitian ini menganalisis 52 penelitian yang melibatkan lebih dari 47.000 peserta (54% wanita) dengan melihat efek harga diri pada hubungan sosial dari waktu ke waktu atau efek sebaliknya. Sehingga ditemukan bahwa hubungan sosial yang positif, dengan dukungan dan penerimaan sosial dapat membantu membentuk pengembangan harga diri atau self-esteem pada seseorang dari waktu ke waktu. Ini bisa terjadi pada manusia antara umur 4 hingga 76 tahun.

Harris menambahkan hubungan timbal balik antara harga diri dan hubungan sosial menyiratkan bahwa efek dari lingkaran umpan balik positif terakumulasi dari waktu ke waktu dan dapat menjadi substansial saat orang menjalani hidup. Seperti contohnya pada gagasan hubungan positif dengan orang tua yang dapat menumbuhkan self-esteem yang sehat pada anak-anak, yang mengarah ke hubungan yang lebih positif dengan teman sebaya di masa remaja, yang selanjutnya dapat memperkuat harga diri orang dewasa yang baru tumbuh, dan seterusnya hingga dewasa akhir.

Baca juga: Mood Boosters: 7 Cara Sederhana yang Mampu Meningkatkan Mood Anda

Bagaimana Self-Esteem Memengaruhi Hubungan Seseorang

Portrait of smiling Korean couple on a gray

Harga diri atau self-esteem sudah dimiliki oleh manusia dari lahir dan mulai terbangun ketika berusia anak-anak. Self-esteem yang mulai tumbuh tersebut bisa dipengaruhi oleh kehidupan setiap individu dari masa mereka kanak-kanak.

Oleh karena itu, ada kemungkinan seorang yang memiliki low self-esteem diakibatkan oleh masa kecilnya yang tumbuh dalam lingkungan keluarga disfungsional. Orang tua yang memiliki low self-esteem dan tidak bahagia satu sama lain kemudian menurunkannya pada anak-anak mereka. Mereka sendiri tidak memiliki atau mencontohkan keterampilan hubungan yang baik, mungkin kasar, manipulatif, atau tidak konsisten. Perasaan dan sifat serta kebutuhan pribadi anak-anak mereka cenderung dipermalukan.

Akibatnya, seorang anak merasa ditinggalkan secara emosional dan menyimpulkan bahwa dia bersalah hingga merasa tidak cukup baik untuk dapat diterima oleh kedua orang tuanya. Mereka tumbuh menjadi sosok dengan harga diri rendah dan sering menyembunyikan perasaan mereka, menarik diri, dan mencoba untuk menyenangkan atau menjadi agresif.

Sebagai hasil dari gangguan pada self-esteem nya, anak-anak pun mengembangkan gaya keterkaitan yang dalam berbagai tingkatan menjadi cemas atau menghindar. Mereka cenderung berperilaku antara menghindari suatu keterikatan atau justru menjadi seperti pengejar dan mendekat jaraknya. Pada akhirnya, beberapa individu tidak dapat menolerir kesendirian atau hubungan yang terlalu dekat; yang mana salah satunya menciptakan rasa sakit yang tak tertahankan.

Adanya perasaan ketidakamanan ini akan membuat hubungan yang mereka ciptakan menjadi tidak stabil dan cenderung manipulatif. Ini malah akan membahayakan dari masing-masing pasangannya.

Penelitian lain pun menunjukkan bahwa harga diri dapat memengaruhi kepuasan hubungan seperti halnya berpengaruh pada pasangan. Ketika seseorang merasa buruk tentang dirinya sendiri, rasa tidak aman dapat mulai merayapi cara mereka bertindak dengan orang terdekatnya – dan itu dapat berdampak negatif pada masing-masing dari pasangan.

Baca juga: Penelitian : Kayu Manis Dapat Meningkatkan Daya Ingat dan Pembelajaran Manusia

 

Sumber:

Erol, R. Y., & Orth, U. R. (2013). Actor and partner effects of self-esteem on relationship satisfaction and the mediating role of secure attachment between the partners. Journal of Research in Personality, 47(1), 26–35. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2012.11.003

Harris, M., & Orth, U. R. (2020). The link between self-esteem and social relationships: A meta-analysis of longitudinal studies. Journal of Personality and Social Psychology, 119(6), 1459–1477. https://doi.org/10.1037/pspp0000265

Grande, D. (2018). Building Self-Esteem and Improving Relationships. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-it-together/201801/building-self-esteem-and-improving-relationships

Lancer, D. (2016, February 28). Self-Esteem Makes Successful Relationships. Psych Central. https://psychcentral.com/lib/self-esteem-makes-successful-relationships

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Pentingnya Mempertahankan Self-Esteem yang Sehat dalam Hubungan Percintaan — DeepTalk