Deeptalk.co.id – Tentunya kita semua memiliki ketakutan, bukan? Takut ketinggian, hantu, atau bahkan menghadapi orang banyak bisa dikatakan sangat umum dialami. Namun, bagaimana jika kamu merasa takut berlebihan ketika berhubungan badan? Lantas, apa sebetulnya yang menyebabkan ketakutan ini dan bagaimana cara menghadapinya? Fenomena ini sering disebut genophobia dalam ilmu psikologi.
Genophobia kerap kali dialami sebagian individu dan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Meski demikian, seperti halnya fobia lain, genophobia dapat mengganggu kualitas hidup dan hubungan dengan pasangan. Orang yang memiliki genophobia biasanya akan merasa stres, cemas, dan bahkan panik jika berhadapan dengan situasi yang bisa berujung pada aktivitas seksual.
Namun, perlu kita ingat bahwa perasaan takut itu normal, termasuk dalam hubungan seksual. Yang menjadi masalah adalah jika ketakutan tersebut sudah berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ini tentu saja menjadi pertanda bahwa kamu butuh bantuan. Dan tenang, kamu tidak sendirian. Kita akan membahas penyebab genophobia dan cara mengatasinya dalam artikel ini.
Penyebab Genophobia

Menurut ilmu psikologi, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab genophobia:
1. Trauma Seksual
Bisa jadi kamu pernah mengalami peristiwa yang membuat trauma, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, atau pengalaman seksual lain yang tidak menyenangkan. Trauma ini bisa memicu intensitas reaksi psikologis tertentu yang kemudian memicu genophobia.
Saat kita bicara tentang trauma seksual. Kita merujuk pada hal-hal negatif yang berkaitan dengan aktivitas seksual, yang sayangnya pernah kamu alami. Kejadian ini bisa termasuk pelecehan seksual, kasus pemerkosaan, atau bahkan pengalaman seksual yang membekas dalam ingatan dan menjadi tidak menyenangkan.
Peristiwa seperti itu menciptakan suatu trauma. Yaitu pengalaman buruk yang begitu kuat dan mempengaruhi sampai-sampai bisa mendorong respon emosional yang intens. Respon emosional ini, jika dipicu oleh situasi yang serupa atau mengingatkan pada trauma awal, bisa memicu genophobia.
Sederhananya, pengalaman mengejutkan atau buruk di masa lalu yang berkaitan dengan seks, bisa menciptakan ketakutan yang berlebihan terhadap hubungan seksual di masa depan. Kamu berangkat dari memori buruk tersebut, dan menghubungkannya dengan kekhawatiran yang sama akan terulang. Sehingga muncullah ketakutan intens tersebut setiap kali menghadapi situasi yang memiliki potensi untuk menjadi seksual.
Baca juga: Ekstrovert Memiliki Levelnya Tersendiri, Loh!
2. Masalah Kesehatan Emosional atau Fisik
Oke, sekarang kita bahas penyebab genophobia yang berkaitan dengan kesehatan emosional atau fisik. Psikologi mengungkap bahwa ada kasus genophobia yang terjadi akibat gangguan kesehatan mental atau fisik. Misalnya saja, ada kondisi bernama vaginismus.
Nah, vaginismus ini kan bikin otot-otot vagina nggak sengaja mengerut (berkontraksi) waktu penetrasi. Dan hal ini menyebabkan rasa sakit. Akibatnya, perempuan yang mengalami vaginismus jadi ketakutan atau malah menjauhi hubungan seksual sama sekali. Itulah kenapa masalah kesehatan. Baik emosional atau fisik, bisa jadi salah satu faktor yang memicu genophobia.
3. Pendidikan Seks yang Kurang atau Salah
Bisa jadi, informasi yang keliru atau kurang tentang seks bisa menimbulkan rasa takut atau cemas berlebihan terhadap hubungan seksual. Misalkan, jika seseorang selalu diajarkan bahwa seks itu buruk dan berdosa. Bisa jadi ia akan merasa takut ketika dipertimbangkan untuk melakukan aktivitas tersebut.
Bayangkan bila kamu belajar sesuatu dari sumber yang salah atau mendapatkan informasi yang minim. Bisa jadi kamu jadi bingung atau salah paham, kan? Nah, hal yang sama juga bisa berlaku pada pendidikan seks. Jika seseorang mendapatkan informasi yang salah atau kurang tentang seks. Maka mereka mungkin menjadi cemas atau takut terhadap aktivitas seksual.
Misalnya, jika sejak kecil seseorang selalu diajarkan atau mendengar bahwa aktivitas seksual itu adalah sesuatu yang buruk atau bahkan dianggap dosa. Maka bisa jadi orang tersebut akan merasa takut saat berpikir untuk melakukan aktivitas seksual. Tidak mengherankan jika dia menjauh atau bahkan takut pada hubungan seksual.
4. Pengaruh Budaya atau Agama
Beberapa budaya atau agama mungkin memiliki pandangan negatif terhadap seks. Dan ini bisa mempengaruhi bagaimana seseorang merasakan hubungan seksual. Misalnya, jika seseorang dibesarkan dalam lingkungan yang melihat seks sebagai sesuatu yang hina atau memalukan. Maka hal itu bisa memicu genophobia.
5. Fobia Lain
Kamu tau nggak sih? Genophobia juga bisa menjadi turunan, atau berkaitan, dengan fobia lainnya. Misalnya, orang yang memiliki gymnophobia (ketakutan akan ketelanjangan) atau haphephobia (ketakutan disentuh) bisa jadi mereka cenderung untuk mengalami genophobia.
Pasti kamu berpikir, “Kenapa sih, aku jadi merasa takut seperti ini?” atau “Apakah ini normal?” Well, kamu bukanlah satu-satunya yang merasakannya. Penting untuk diingat bahwa setiap individu unik dan memiliki cara mereka masing-masing untuk mengelola dan menghadapi ketakutan mereka.
Dan yang paling penting, jangan pernah merasa takut untuk mencari bantuan. Genophobia adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan profesional. Jadi, jika kamu merasa terganggu oleh rasa takut ini, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau terapis seksual.
Jadi, itulah tadi penjelasan secara psikologis tentang penyebab genophobia atau ketakutan berlebihan berhubungan badan.
Baca juga: Tipe Suasana Hati Euforia yang Wajib Anda Kenali
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



