Deeptalk.co.id – Saat mencintai seseorang, kita secara otomatis memiliki rasa tidak ingin ditinggalkan. Disisi lain, rasa cemburu mulai ada jika pasangan kita dekat dengan teman lawan jenisnya. Pada dasarnya perasaan semacam ini cukup lumrah untuk dirasakan, terutama bagi muda-mudi yang baru mulai jatuh cinta.
Namun, pada umumnya rasa cemburu tersebut masih bisa diatasi dan tidak sampai mengganggu interaksi pasangan dengan teman-temannya. Lain halnya jika rasa cemburu terlalu besar dan lebih mengarah ke sikap-sikap posesif.
Pada artikel kali ini kami akan secara khusus membahas mengenai pengertian dan ciri-ciri pasangan posesif. Informasi semacam ini cukup penting untuk membuat kita sehat secara mental. Seperti yang diketahui bahwa memiliki pasangan yang posesif seringkali membuat kita kelelahan secara mental. Selain itu, hubungan semacam ini juga tidak sehat untuk berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Berikut penjelasannya:
Pengertian Posesif

Secara umum, posesif merupakan sikap dimana seseorang merasa memiliki secara keseluruhan. Dalam artikel ini kita akan membahas posesif dalam sudut pandang pasangan. Dengan demikian, posesif yang dimaksud dalam artikel ini adalah perasaan dimana seseorang merasa memiliki pasangannya secara berlebihan dan tidak ingin pasangannya melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan, termasuk berinteraksi dengan lawan jenis walau hanya dalam konteks pertemanan.
Pasangan yang posesif akan secara aktif menunjukkan ketidaksukaan mereka saat pasangannya melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan. Mereka juga tidak ragu untuk bertindak agresif dan membuat pasangan dan orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Jika dilihat dari pengertian singkat ini, sudah dapat dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang menjalin hubungan dengan pasangan yang posesif. Lantas, apakah sikap ini bisa dibiarkan begitu saja? Tentu saja akan kita bahas tuntas dalam artikel ini.
Penyebab Munculnya Sifat Posesif

Pada dasarnya setiap orang memunculkan sikap dan sifat tertentu, pastilah didasari oleh sebab akibat yang tidak kita ketahui sebelumnya. Untuk itu rasanya tidak adil jika kita secara gamblang memberikan judge kepada orang lain, padahal kita tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi sebelumnya.
Untuk itu, sebelum kita masuk dalam pembahasan mengenai ciri-ciri pasangan yang posesif, kita juga perlu tahu mengapa seseorang memiliki sifat posesif tersebut. Hal ini penting untuk bisa lebih memahami pasangan yang posesif.
Tentu saja setiap orang bisa jadi memiliki alasan yang berbeda-beda. Meski demikian, berikut beberapa penyebab umum yang membuat seseorang menjadi pribadi yang posesif:
Keturunan
Sudah menjadi rahasia umum bagaimana faktor keturunan mempengaruhi sifat dan sikap seseorang. Walaupun masih banyak faktor lain yang juga berperan dalam membentuk kepribadian seseorang, namun faktor keturunan selalu masuk dalam poin utama mengapa seseorang memiliki kepribadian tertentu.
Saat anak memiliki orang tua yang posesif, akan sangat mungkin anak itu tumbuh dengan sikap posesif dalam dirinya. Terlebih lagi jika anak dididik dan dibesarkan dengan sikap posesif dari orang tuanya, maka akan ada yang namanya proses belajar dalam pertumbuhan anak tersebut. Dengan demikian sangat mungkin anak tumbuh dengan sikap posesif.
Baca juga : Jomblo Tidak Seburuk Itu! Ini Dia Manfaat Jomblo Terhadap Kesehatan Mental
Kurang percaya diri
Kurang percaya diri merupakan salah satu faktor yang paling umum menyebabkan seseorang menjadi pasangan yang posesif. Pada dasarnya saat seseorang memiliki rasa percaya diri yang rendah, baik itu karena penampilan maupun kemampuan mereka, maka akan timbul sikap posesif karena takut pasangannya tertarik dengan orang yang lebih baik dari dirinya.
Pengalaman
Tidak sedikit orang-orang yang pernah mendapatkan pengalaman buruk saat menjalin hubungan asmara. Pengalaman buruk seperti diselingkuhi dengan pasangan sebelumnya bisa jadi membuat seseorang menjadi posesif dengan pasangannya di masa depan. Walaupun hal ini tidak berlaku untuk semua orang, namun tidak menuntut kemungkinan hal tersebut akan terjadi.
Ciri-Ciri Pasangan Posesif

Saat menjadi posesif atau memiliki pasangan yang posesif seringkali kita tidak sadar akan hal tersebut. Hanya saja kita mulai kelelahan secara mental dan mulai memiliki hubungan yang tidak sehat. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui bagaimana ciri-ciri pasangan yang posesif. Berikut ciri-ciri pasangan yang posesif:
· Pasangan yang posesif memiliki kecenderungan untuk mengontrol pasangan, mulai dari cara berpenampilan, aktivitas, hingga dengan siapa pasangannya boleh membangun relasi. Mereka bahkan mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasangannya.
· Selain suka mengontrol, pasangan yang posesif juga memiliki rasa cemburu yang berlebihan. Mereka tidak akan ragu untuk mengungkapkan ketidaksukaan mereka jika pasangannya dekat dengan orang lain atau lebih memprioritaskan hal lain dibanding dirinya.
· Pasangan yang posesif juga suka mengancam pasangannya. Alih-alih membuat pasangannya nyaman, mereka justru menciptakan ketidaknyamanan bagi pasangannya.
· Dalam kasus yang sudah cukup parah, pasangan yang posesif juga memiliki kebiasaan untuk menguntit pasangannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasangannya tidak melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan.
Seperti itulah beberapa ciri-ciri pasangan yang posesif. Jika kamu termasuk orang yang posesif, atau memiliki pasangan yang posesif, tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi pasangan dengan Psikolog untuk dapat membentuk hubungan yang sehat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Dampak Psikologis Akibat KDRT!
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



