Semua artikel
Kesehatan Mental

Pahami Perbedaan Self Love Dan Manja

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Cinta sejati pertama kali berasal dari diri sendiri. Bukan cuma sekadar istilah kekinian, self love atau mencintai diri sendiri adalah suatu kewajiban untuk setiap individu. Tetapi hal ini yang sering salah kaprah. Banyak yang bilang, “Aku lagi self love nih” sambil menikmati eskrim seember saat sedang stres. Itu bukan self love, itu manja.

Pasalnya, fenomena ini jadi salah satu daya tarik bagi para millennials dan generasi Z. Namun, masih ada yang belum sepenuhnya mengerti arti sesungguhnya dari konsep self love. Beberapa memahaminya sebagai hal yang mengharuskan mereka untuk selalu memanjakan diri sendiri, baik dari segi materi maupun segi emosi.

Jadi, bagaimana sih sebenarnya self love yang sehat itu?

Self Love

Self love, atau cinta diri, adalah suatu proses di mana kamu menerima dirimu apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Ini lebih ke arah bagaimana kita menghargai diri sendiri. Menjaga kesehatan mental, dan melakukan hal-hal yang dapat memberikan dampak positif pada kehidupan kita. Artinya, untuk mencintai diri sendiri, kamu perlu menghapus pikiran negatif tentang diri sendiri. dan melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.

Baca juga: Ada Banyak Ragam Kecerdasan Manusia dan Bagaimana Mengembangkan nya?

Sikap Memanjakan Diri Sendiri

Nah, sekarang kita beralih ke konsep memanjakan diri sendiri. Di sinilah biasanya terjadi kekeliruan. Memanjakan diri sendiri biasanya berarti memberi diri kita sesuatu yang kita sukai sebagai hadiah atau penghargaan. Meski sebenarnya itu tidak benar-benar kita butuhkan atau bisa jadi malah membahayakan. Misalnya, makanan enak atau belanja barang-barang yang sebenarnya tidak perlu.

Kenali Perbedaan Antara Self Love dan Manja

Dari penjelasan di atas, terlihat jelas kan perbedaannya? Jadi, self love dan manja sebenarnya sangat berbeda. Self love berbasis pada pemahaman dan penerimaan diri. Sedangkan manja biasanya lebih berorientasi pada penyenangan diri tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang. Self love memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan kita. Sedangkan manja bisa membawa kita ke dalam siklus tak berujung pengulangan perilaku yang tidak sehat jika tidak dikelola dengan benar.

Memahami perbedaan antara self love dan manja dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik untuk diri kita sendiri. Memastikan kita merawat diri kita dengan cara yang sehat dan bermanfaat.

Memang tidak salah kok, sesekali memanjakan diri. Asalkan, kamu juga tahu batasannya dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk selalu berlaku seenaknya. Self love mengajarkan kita arti penting menerima dan menghargai diri apa adanya. Sedangkan sikap manja oleh diri sendiri hanya akan menuntun pada pemenuhan keinginan sesaat.

Bagaimana “Self Love” Dan “Memanjakan Diri” Berperan Dalam Situasi Yang Sama?

Berikut merupakan “self love” dan “memanjakan diri” berperan dalam situasi yang sama.

Melepas Lelah Dan Stress

Misalkan kita merasa lelah dan stres karena pekerjaan menumpuk. Kita merasa perlu untuk melepas penat dan memberi diri kita sedikit waktu untuk bersantai.

Dalam situasi ini, kamu mungkin memutuskan untuk meluangkan waktu sejenak sehabis pulang kerja bagi diri sendiri. Kamu bisa memilih untuk bermeditasi atau yoga, yang bukan hanya memberi relaksasi otak tetapi juga meningkatkan kesehatan fisikmu secara keseluruhan. Atau mungkin kamu memilih untuk melewati malam dengan membaca buku bagus sambil menikmati secangkir teh. Ini adalah cara sehat untuk mengurangi stres dengan mencintai diri sendiri dan merawat kesehatanmu.

Sementara itu, memanjakan diri, dalam konteks yang sama, mungkin terlihat seperti ini. Kamu merasa lelah dan stress. Jadi kamu memutuskan untuk belanja online dan menghabiskan banyak uang untuk barang-barang yang mungkin kamu tidak butuhkan. Hal ini justru membuatmu merasa bersalah kemudian. Atau kamu memilih untuk “stress-eating”, menghabiskan makanan cepat saji atau makanan manis yang mungkin enak saat itu juga. Namun hal ini tidak terlalu baik untuk kesehatanmu dalam jangka panjang.

Jadi, dalam kasus yang sama, self love adalah tentang merawat diri sendiri dengan cara yang sehat dan bermanfaat. Sementara memanjakan diri seringkali melibatkan perilaku yang memberikan kepuasan sesaat, tapi bisa jadi tidak baik untuk kita dalam jangka panjang.

Menghadapi Kegagalan Atau Rasa Frustrasi

Sebagai contoh, kamu baru saja mengalami kegagalan dalam presentasi atau proyek yang kamu kerjakan. Setelah meresapi kekecewaan, kamu memilih untuk mengambil langkah-langkah konstruktif sebagai bentuk self love. Kamu meluangkan waktu untuk menganalisis apa yang salah. Mengevaluasi kembali strategi dan rencana, dan mencari saran atau masukan dari orang lain untuk memperbaiki situasi. Kamu juga mengakui perkembangan serta usaha yang sudah dilakukan dan memberi dirimu pujian untuk hal-hal yang telah berhasil. Terakhir, kamu menerima kegagalan sebagai pelajaran berharga dan merencanakan tindakan perbaikan untuk kesuksesan di masa depan.
Dalam situasi yang sama, memanjakan diri bisa terlihat seperti ini. Saudara kandungmu memberimu bantuan atas kesulitanmu. Namun kamu malah memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan untuk menonton maraton film atau serial TV sambil ngemil junk food. Bukannya untuk merenung dan mencari cara untuk bangkit dari kegagalan.

Dalam contoh ini, kita bisa melihat bagaimana self love mendorong kita untuk menghadapi kelemahan dan kesalahan dengan cara yang konstruktif. Sedangkan memanjakan diri cenderung mengarah pada perilaku yang hanya memberikan kebahagiaan sementara tanpa mengatasi persoalan yang ada.

Jadi, sekarang kita sudah tahu kan, bagaimana cara mencintai diri dengan benar?

Baca juga: Bagaimana Kepribadian Seseorang Bisa Terbentuk?

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Pahami Perbedaan Self Love Dan Manja — DeepTalk