Semua artikel
Perilaku

Orang Manipulatif Kerap Mengucapkan Kalimat Ini, Lho

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tindakan manipulasi menjadi perilaku yang tidak sehat dalam hubungan antar manusia. Seorang manipulator akan menggunakan beragam cara untuk memanipulasi korbannya. Salah satunya dengan permainan kata yang ia lakukan sehingga muncul kalimat-kalimat yang sering diucapkan orang manipulatif.

Kalimat tersebut tentunya bertujuan untuk memanipulasi isi pikiran seseorang agar manipulator bisa mengontrolnya. Sehingga dengan demikian orang manipulatif bisa mencapai tujuan atau keinginan mereka, seperti untuk memperkuat posisi mereka dalam sebuah hubungan atau situasi.

Kalimat yang dilontarkan manipulator ketika melakukan aksinya pun memiliki pola tertentu. Biasanya, kalimat tersebut disampaikan dengan cara yang sangat meyakinkan sehingga bisa menipu perasaan si korban. Korban bahkan kerap tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.

Portrait of young beautiful female holding speech bubble while keeping finger on chin in casual shirt, jeans and looking thoughtful front view

Berikut ini beberapa bentuk kalimat manipulatif yang sering diucapkan manipulator. Dengan mengetahuinya, kita bisa menjadi lebih waspada dan menghindari diri dari tindakan manipulatif.

1. “Bukan itu yang saya katakan.”

Kalimat tersebut bisa menyiratkan bahwa Anda berbohong akan apa yang telah Anda katakan dan manipulator pun melencengkan maknanya. Manipulator yang menggunakan kata-kata ini pada dasarnya mencoba untuk menyulut dan menipu karena mereka sepenuhnya menyadari apa yang mereka katakan. Menyiratkan bahwa Anda berbohong atau salah mengartikan pernyataan mereka juga merupakan upaya untuk menghindari tanggung jawab.

Maksud lainnya adalah manipulator berusaha membuat Anda menebak-nebak kemampuan diri sendiri untuk mendengar, menafsirkan, atau memahami. Menambahkan bahwa Anda “mendengar sesuatu” menunjukkan bahwa Anda sedang berhalusinasi atau delusi.

Baca juga: Kenali 7 Jenis Tipe Trauma Berikut Ini

2. “Kamu seharusnya tidak merasa seperti itu.”

Pembicaraan semacam itu berusaha untuk mengendalikan emosi Anda. Hal itu juga termasuk meremehkan perasaan Anda, seolah-olah apa yang Anda rasakan itu tidak penting. Orang biasanya menggunakan kata atau frasa yang memiliki efek manipulatif seperti ini pada orang yang dekat dengan mereka.

Young beautiful female in casual shirt, jeans covering mouth while holding speech bubble and looking bewildered , front view.

3. “Kamu bereaksi berlebihan!” atau “Lebay ah!”

Manipulator yang mengatakan kalimat tersebut berusaha menggunakan taktik yang dirancang untuk meremehkan perasaan sekaligus membungkam Anda. Niat terselubungnya ialah seringkali untuk membelokkan kesalahannya sembari menunjuk Anda sebagai orang yang tidak masuk akal dan tidak mampu mengatur emosi.

Menuduh Anda bereaksi berlebihan, atau melebih-lebihkan, adalah cara untuk mengontrol perilaku atau mempermalukan Anda. Hal ini mungkin mereka lakukan karena Anda meminta pertanggungjawaban mereka atau telah menetapkan batasan. Ini tidak hanya mengontrol dan manipulatif, tetapi juga dapat langsung menempatkan Anda pada posisi defensif. Anda tidak harus membela diri kepada siapa pun yang memberi label negatif pada reaksi Anda terhadap apa pun.

4. “Kamu yang membuatku melakukan ini.”

Ini merupakan kalimat pengalihan kesalahan yang klasik, digunakan oleh individu yang berusaha kabur dari pertanggung jawaban mereka atas perilaku yang telah mereka lakukan. Ini juga menjadi garis narsistik yang paling dikenal untuk meyakinkan korban bahwa semuanya kesalahan si korban. Tak hanya itu, mereka pada dasarnya mengatakan bahwa Anda adalah penjahatnya dan bukan korban dalam situasi tersebut.

Young beautiful female holding speech bubble while showing silence gesture in casual shirt, jeans and looking focused , front view.

5. “Saya bilang saya minta maaf! Apa lagi yang kamu inginkan dariku?”

Mengatakan “maaf” seharusnya cukup untuk membebaskan mereka dari kesalahan mereka yang telah membuat Anda kesal atau terluka. Namun nyatanya permintaan maaf tersebut tidak tulus. Mereka bahkan menawarkannya hanya karena untuk menenangkan Anda. Mereka mengharapkan Anda mengesampingkan situasi dan melanjutkan situasi seperti semula setelah mereka mengucapkan kalimat maaf terebut. Orang yang bersalah tersebut pun ingin Anda tahu bahwa tidak ada dukungan emosional yang akan Anda terima begitu saja setelah mereka mereka meminta maaf.

6. “Kamu seharusnya akan melakukannya jika kamu mencintaiku.”

Dengan kalimat tersebut, seseorang mencoba membuat Anda untuk membuktikan bahwa Anda mencintainya dengan memenuhi keinginannya. Manipulator yang mengucapkan kalimat tersebut sebenarnya memanfaatkan hati nurani Anda, dimana Anda akan merasa bersalah karena tidak ingin melakukan apa pun untuk menyenangkan mereka. Meskipun itu berbahaya, juga orang-orang tersebut melakukannya untuk menguji kesetiaan Anda kepada mereka.

7. “Saya tidak suka drama.”

Pernyataan tersebut menjadi upaya manipulator untuk mengalihkan perhatian dan perilaku dramatis mereka yang kemudian diproyeksikan kepada Anda. Kalimat tersebut mungkin akan Anda dengan setelah Anda mencoba meminta pertanggungjawaban mereka atas kesalahannya. Bukannya menyesali atau mengakuinya, mereka justru akan berbalik dan mencoba menggambarkan Anda sebagai orang toxic. Ini termasuk tuduhan dari mereka bahwa Anda ingin memulai pertengkaran. Hal yang menarik dari ini, orang yang mengaku tidak suka drama justru biasanya adalah orang yang suka menyulut konflik dan tidak suka bergaul.

Itu dia beberapa kalimat yang kerap digunakan manipulator untuk mengelabuhi korbannya. Jika Anda memperlihatkan diri Anda semakin bingung saat merespon mereka, tentu manipulator akan merasa sangat berhasil. Oleh karenanya, hadapi kalimat-kalimat manipulatif tersebut dengan tenang. Sehingga Anda bisa meluruskan isi pikiran dari serangan kalimat manipulatif tersebut. Juga yakinkan diri Anda bahwa segala perasaan dan pikiran Anda sepenuhnya benar dan valid.

Baca juga: Histrionic Personality Disorder : Gangguan Kepribadian yang Manipulatif 

 

Sumber:

Kristenson, S. (2022, February 15). 9 Manipulative Sentence Examples People Use in a Conversation. Happier Human. https://www.happierhuman.com/manipulative-sentences/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Orang Manipulatif Kerap Mengucapkan Kalimat Ini, Lho — DeepTalk