Semua artikel
Perilaku

Mythomania : Kebiasaan Berbohong Tanpa Tujuan yang Jelas

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Berbohong tentu bukan perilaku yang asing lagi di telinga kita. Perilaku yang satu ini tentu pernah kita jumpai, baik itu kita sebagai pelaku, korban, atau orang yang menyaksikan kebohongan.

Berbohong artinya mengungakapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Umumnya orang berbohong untuk alasan tertentu. Contohnya seorang yang yang berbohong kepada orang tua mengenai nilai matematikanya yang tidak sesuai ekspektasi, untuk menghindari amarah atau hukuman dari orang tua.

Lantas apakah kebohongan selalu didasarkan oleh sebuah tujuan tertentu, jawabannya tidak. Beberapa orang justru berbohong tanpa tujuan atau alasan yang jelas, jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, bisa jadi itu adalah gejala mythomania atau kebohongan patologis.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi mythomania, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai patologis tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala serupa dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai mythomania.

Pengertian Mythomania

Mythomania atau kebohongan patologis merupakan kondisi dimana seseorang berbohong dengan cara menggabungkan antara fakta dan imajinasi. Berbeda dengan kebohongan pada umumnya yang memiliki tujuan jelas seperti menutupi kesalahan, memutar balikkan fakta, dan lain sebagainya, penderita mythomania justru berbohong tanpa tujuan-tujuan semacam itu. Melainkan, penderita mythomania biasanya melakukan kebohongan untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari lawan bicaranya.

Kebohongan yang dilakukan oleh penderita mythomania ini sering kali tidak terdeteksi, pasalnya mereka memiliki kecenderungan untuk tidak merasa khawatir akan terbongkarnya kebohongan yang mereka lakukan. Mereka juga seringkali menggambarkan diri sebagai pahlawan yang membantu orang lain, atau justru sebagai korban yang menderita untuk mendapatkan perhatian lebih dari lawan bicaranya.

Penderita mythomania menganggap kebohongan sebagai bagian besar dari kehidupannya. Hal ini tentu akan mencoreng nama baiknya. Meski demikian, penderita mythomania lebih nyaman mengatakan hal-hal yang tidak benar dibandingkan kenyataan, walaupun itu tidak membawa pengaruh apapun untuk hidupnya.

Baca juga : Gangguan Neurotik : Mudah Merasakan Emosi Negatif

Penyebab Mythomania

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi mythomania ini. Meski demikian, terdapat beberapa kondisi yang dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami mythomania, yaitu:

Sindrom munchausen

Kondisi mythomania bisa dipicu oleh kondisi psikologis yang dikenal dengan istilah sindrom munchausen. Sindrom munchausen atau yang dikenal dengan gangguan buatan adalah kondisi dimana seseorang seakan-akan mengalami gangguan mental, namun pada kenyataannya baik-baik saja. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya berbohong akan penyakit yang mereka alami.

Gangguan kepribadian

Beberapa gangguan kepribadian juga dianggap dapat memicu kondisi motomania. Misalnya:

·         Gangguan kepribadian ambang, yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, citra diri, dan perilaku. Kondisi ini biasanya berbohong mengenai apa yang mereka rasakan.

·         Gangguan kepribadian narsistik, yang ditandai dengan adanya anggapan bahwa dirinya memiliki kemampuan atau dikagumi oleh banyak orang. Kondisi ini biasanya berbohong mengenai ketenaran yang mereka miliki.

·         Gangguan kepribadian anti sosial, yang ditandai dengan kebiasaan mencari masalah, atau dengan sengaja membuat orang lain marah. Kondisi ini biasanya berbohong atau memanipulasi sikap kasar kepada orang lain.

Selain beberapa kondisi mental di atas, kondisi mythomania juga bisa dipicu oleh hal-hal lain seperti genetik, faktor lingkungan, pola asuh orang tua, hingga adanya trauma di masa lalu.

Gejala Mythomania

Gejala utama yang ditunjukkan oleh penderita mythomania adalah keseringan berbohong dengan tujuan yang tidak jelas, dan berlangsung secara terus-menerus. Meski demikian, berikut beberapa paparan dari gejala yang dialami oleh penderita mythomania:

·         Sering mengaitkan kejadian-kejadian hebat atau heroik dengan dirinya, seakan mereka terlibat dalam keberhasilan sesuatu.

·         Sering menceritakan setiap pencapaian atau pengalaman secara berlebihan. Baik itu pengalaman yang mengagumkan, atau bahwa pengalaman yang menyedihkan.

·         Memiliki pola cerita yang rumit, dramatis, dan diungkapkan sedetail mungkin.

·         Sering kali mengaku memiliki penyakit yang parah hingga mampu mengancam nyamanya.

·         Tetap berbohong, walau kebenaran dari kebohongan tersebut telah terungkap.

·         Memiliki kemampuan berbohong tanpa khawatir akan kebohongan tersebut terungkap.

·         Seakan selalu berada pada peristiwa-peristiwa penting.

·         Kebohongan yang diungkapkan cenderung tidak membawa keuntungan.

·         Seakan sering menjadi tokoh utama dalam sebuah kasus, baik sebagai korban ataupun pelaku.

·         Meyakini akan setiap cerita yang mereka lontarkan.

Itu dia beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita mythomania. Mereka sering kali membuat cerita palsu akan kesuksesan dalam mencapai penghargaan, mengalami penyakit yang mematikan, hingga cerita-cerita yang meninggalkan kesan mendalam bagi orang lain.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan para ahli untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal 3 Jenis Kepribadian Neurotik

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mythomania : Kebiasaan Berbohong Tanpa Tujuan yang Jelas — DeepTalk