Deeptalk.co.id – Saat ini gen z sudah mulai memasuki dunia sosial yang lebih dalam. Beberapa dari mereka bahkan sudah mulai masuk di dunia keja, dan beberapa lainnya masih menempuh pendidikan. Gen z merupakan generasi yang lahir pada rentan tahun 1997 hingga 2012. Artinya, saat ini gen z sudah mulai masuk usia dewasa dan juga remaja.
Hadirnya gen z di tengah-tengah masyarakat tentu memberikan banyak sekali perubahan. Gen z adalah generasi yang lahir di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Mereka cukup familiar dengan penggunaan smartphone dan perangkat digital lainnya. Hal tersebut tentu berbeda dengan generasi sebelumnya.
Selain itu, gen z juga memiliki lingkungan sosial yang lebih luas. Dengan perkembangan teknologi, sangat mungkin untuk para gen z menjalin relasi dengan orang-orang yang bahkan berada di belahan dunia lain. Tidak heran jika para gen z cenderung memiliki pola pikir yang lebih terbuka, dan cenderung lebih kreatif dari generasi sebelumnya.
Gen z memang mendapatkan segudang keberentungan, namun bukan berarti tidak ada hambatan atau tantangan dalam kehidupan para gen z. Gen z juga dikenal sebagai generasi dengan kondisi mental yang cukup tidak stabil. Nyatanya, banyak diantara mereka yang memiliki kondisi emosi yang tidak stabil. Kabar baiknya, gen z yang melek akan perkembangan ilmu pengetahuan ini tidak ragu untuk memeriksakan kondisi mentalnya kepada para profesional. Hal ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang merasa aib untuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Perubahan suasana hati atau yang dikenal dengan mood swing pada dasarnya merupakan hal yang normal. Namun dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa semakin parah dan mempengaruhi kondisi mental seseorang, termasuk para gen z. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas sepuatar mood swing, khususnya yang dialami oleh para gen z.
Apa Itu Mood Swing?

Jika diartikan secara singkat, mood swing adalah perubahan mood. Namun, perubahan mood yang dimaksud dalam hal ini adalah perubahan mood yang terjadi secara tiba-tiba. Perubahan mood kerap kali terjadi ketika seseorang mendapatkan stimulus secara tiba-tiba pula. Tentu itu merupakan hal yang normal yang bisa dialami oleh siapa saja.
Dalam banyak kasus, mood swing sangat dibutuhkan sebagai cara untuk berinteraksi dengan orang lain. Pasalnya, dalam komunikasi kita perlu menunjukan emosi-emosi sesuai dengan apa yang terjadi pada saat itu. Sayangnya, mood swing yang berlebihan justru bisa memperburuk kemampuan interaksi sosial. Tentu hal tersebut tidak baik untuk para gen z yang notabenenya sudah mulai masuk ke dalam lingkungan sosial yang lebih dalam.
Baca juga: Mengenal Klasifikasi Depresi dan Gejalanya
Ciri-Ciri Mood Swing

Banyak orang yang tidak begitu memperhatikan mood swing yang terjadi pada dirinya, bukan karena tidak ingin berbenah diri, melainkan tidak menyadari adanya mood swing tersebut. Seperti pengertian mood swing sendiri, yaitu perubahan suasana hati secara mendadak. Artinya, dalam hal ini meliputi perubahan suasana hati dari negatif ke positif, atau sebaliknya. Berikut beberapa ciri-ciri mood swing:
Mood swing positif
Jenis mood swing pertama adalah mood swing positif, yaitu perubahan suasana hati ke arah positif, atau peningkatan suasana hati. Dalam hal ini, seseorang akan mengalami rasa senang, penuh suka cita, ketenangan, atau semangat. Mood swing positif ini cenderung membuat seseorang lebih semangat dan produktif. Walaupun terkesan baik, tentu jika berlangsung berlebihan akan tidak baik untuk diri sendiri.
Mood swing negatif
Kebalikan dari jenis mood swing sebelumnya, mood swing negatif justru membuat seseorang mengalami penurunan suasana hati. Artinya, pada kondisi ini seseorang cenderung merasa sedih, cemas, lelah, marah, atau suram. Dalam banyak kasus, kondisi semacam ini membuat seseorang lebih mudah marah, gelisah, dan cenderung membatasi diri dari lingkungan sosial.
Itu dia ciri-ciri dari kondisi mood swing positif dan mood swing negatif. Orang dalam kondisi mood swing artinya akan mengalami perubahan suasana hati dari yang tadinya positif menjadi negatif, atau sebaliknya. Bisa dibayangkan jika seorang gen z yang sedang dalam usia produktif, tiba-tiba mengalami mood swing dari positif ke negatif. Tentu hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupannya.
Seberapa Bahaya Mood Swing Pada Gen Z?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mood swing pada gen z tentu memberikan dampak tersendiri, terutama jika kondisi mood swing sudah mempengaruhi kondisi mentalnya. Berikut beberapa dampak mood swing pada gen z:
Dampak emosi
Dampak yang paling menonjol dari mood swing tentu bisa dirasakan dari emosi yang dialami. Mood swing yang tidak mendapatkan pertolongan bisa berujung pada kecemasan dan stress kronis, depresi dan gangguan mood, kesulitan mengontrol emosi, hingga perasaan kesepian dan isolasi sosial.
Dampak sosial
Selain dampak emosi, mood swing juga bisa berdampak pada kondisi sosial seseorang. Dalam hal ini bisa berupa, rusaknya hubungan dengan orang lain, kesulitan berkomunikasi secara efektif, timbulnya konflik dengan orang terdekat, hingga kecanduan akan media sosial.
Dampak akademis
Karena beberapa gen z masih dalam proses menempuh pendidikan, mood swing ini juga bisa mempengaruhi kondisi akademis mereka. Gen z dengan mood swing yang dibiarkan begitu saja bisa mempengaruhi prestasi akademik, kesulitan dalam berkonsentrasi, kesulitan mengambil keputusan karir, hingga stress akademik.
Dampak pekerjaan
Untuk para gen z yang sudah masuk dalam dunia kerja, kondisi mood swing ini juga bisa mempengaruhi karir mereka. Gen z dengan kondisi mood yang tidak stabil bisa membuat mereka tidak fokus dalam bekerja, rusaknya hubungan antar rekan kerja, penurunan produktifitas, kelelahan berlebih, dan masih banyak lagi.
Itu dia penjelasan mood swing yang dialami oleh para gen z. Jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan para ahli. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Depresi Rentan Dialami Gen Z. Kenali Gejalanya!
Sumber:
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pengelolaan Gangguan Mental pada Remaja.
World Health Organization (WHO). (2019). Adolescent Mental Health.
Journal of Adolescent Health: "Mental health concerns in adolescents" (Vance, 2021)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



