Semua artikel
Emosi

Misoginis : Rasa Benci Berlebihan Terhadap Wanita

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Wanita memang dikenal sebagai makhluk yang lemah lembut. Meski demikian, pada dasarnya baik wanita maupun pria, keduanya memiliki kemampuan pada bidangnya masing-masing. Namun sayangnya, pandangan mengenai wanita adalah sosok yang lemah sering kami membuat mereka mendapatkan diskriminasi.

Kamu mungkin pernah menemui orang dengan rasa benci berlebihan terhadap wanita. Namun tahukah kamu bahwa kondisi tersebut dikenal dengan istilah misoginis atau sindrom kebencian terhadap perempuan.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai misoginis, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah psikologis atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi atau pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai misoginis.

Pengertian Misoginis

Seperti yang dilansir dalam wikipedia, misoginis adalah perasaan benci atau tidak suka terhadap wanita atau anak perempuan. Istilah misoginis sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu misos yang artinya kebencian, dan gunē yang artinya wanita. Rasa benci atau tidak suka ini sudah bersifat ekstrem, hingga mampu merugikan orang lain.

Perilaku misoginis sering kali dikaitkan dengan budaya patriarki. Dimana buaya patriarki merupakan suatu ideologi yang memandang bahwa pria harus mendominasi. Pelaku misoginis ini juga umumnya adalah seorang pria. Meski demikian, dalam beberapa kasus wanita sendiri juga justru menjadi pelaku misoginis.

Orang-orang dengan perilaku misoginis ini memiliki kecenderungan untuk membenci, memandang rendah, hingga mendiskriminasi wanita. Contoh perilaku misoginis bisa berupa tindak kekerasan seksual terhadap wanita, kekerasan dalam rumah tangga, tindakan pengucilan terhadap wanita, dan tindakan-tindakan lainnya yang membuat wanita merasa direndahkan.

Penyebab Misoginis

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari perilaku misoginis ini. Meski demikian, banyak ahli yang sependapat bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:

Trauma masa kecil

Tidak sedikit orang yang mengalami masalah psikologis akibat trauma yang dialami pada masa kecil. Terutama jika trauma tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini juga berlaku untuk perilaku misoginis.

Seseorang yang pernah mendapatkan siksaan oleh wanita saat kecil bisa saja tumbuh menjadi orang yang membenci wanita. Misalnya mendapatkan perlakuan kasar dari Ibu, saudara perempuan, atau pengasuh wanita saat masih kecil.

Baca juga : Delirium : Penurunan Kemampuan Kerja Otak

Pola asuh orang tua

Selain trauma masa kecil, pola asuh orang tua juga cukup mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam hal ini, seorang anak laki-laki yang mendapatkan didikan kasar, dan melihat saudara perempuannya yang mendapat didikan lembut, bisa saja tumbuh menjadi sosok yang misoginis. Hal ini didasari oleh rasa iri karena tidak bisa mendapatkan perlakuan yang sama.

Lingkungan

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, seseorang yang hidup di lingkungan yang menganut budaya patriarki bisa saja membentuk perilaku misoginis. Dimana dalam budaya patriarki pria dianggap memiliki kuasa penuh dan wanita wajib mematuhi setiap perkataan dan keinginan pria.

Ciri-Ciri Misoginis

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya sudah menjadi pelaku misoginis. Hal ini bisa disebabkan oleh kebiasaan yang membuat mereka menganggap wajar perilakunya tersebut. Namun juga tidak sedikit orang yang membenci wanita secara sadar.

Berikut beberapa ciri-ciri misoginis yang perlu kita ketahui:

Kasar terhadap wanita

Seorang misoginis benar-benar membenci wanita. Rasa benci yang mereka miliki biasanya diungkapkan dalam bentuk perilaku yang kasar. Mereka tidak ragu untuk mengungkapkan kata-kata yang menyakitkan, bahkan sampai melakukan kekerasan fisik.

Gugup kepada wanita

Walaupun kasar, saat berada di tengah kerumunan wanita, orang dengan misoginis ini cenderung gugup. Terlebih lagi jika mereka tidak memiliki power pada saat itu. Mereka bisa mengalami beberapa gejala fisik seperti sesak nafas, jantung berdebar tak beraturan, nyeri dada, keringat berlebih, dan lain sebagainya.

Mengintimidasi wanita

Tidak hanya kasar, seorang misoginis juga cenderung mengintimidasi wanita. Mereka akan berusaha merendahkan wanita sebisa mereka. Misalnya dalam dunia kerja, mereka tidak akan memberikan kesempatan kepada wanita untuk membuktikan kemampuannya. Mereka juga akan mengungkapkan kalimat-kalimat yang membuat wanita kehilangan harga dirinya.

Hobi selingkuh

Seorang pria dengan misoginis cenderung tidak setia kepada satu wanita. Mereka suka berselingkuh atau bergonta-ganti wanita. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tidak menghargai wanita. Selain itu, mereka juga merasa memiliki kontrol besar terhadap setiap wanita. Membohongi banyak wanita merupakan kebahagiaan tersendiri baginya.

Memiliki target

Seorang misoginis memiliki target untuk menunjukkan rasa benci mereka terhadap kaum wanita. Mereka memiliki langkah-langkah yang baik untuk semakin merendahkan wanita. Mereka akan memulai dari sikap yang manis agar membuat wanita mempercayainya, lalu mulai menyerang dengan rasa sakit yang ditanamkan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai misoginis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Perbedaan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Misoginis : Rasa Benci Berlebihan Terhadap Wanita — DeepTalk