Semua artikel
Emosi

Merasa Hampa? Mungkin Kamu Mengalami Languishing

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu merasa hampa dan kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Ditambah lagi kamu bahkan tidak tahu apa yang memicu datangnya perasaan tersebut. Jika pernah, mungkin kamu mengalami kondisi yang dikenal dengan istilah languishing.

Istilah languishing ini cukup populer pada masa-masa pandemi kemarin. Walaupun bukan termasuk istilah medis, namun dari penjelasannya ternyata banyak orang yang mengalami hal tersebut. Istilah tersebut juga cukup populer di dunia psikologis, karena memang berhubungan dengan perasaan manusia. Lantas, seperti apa sebenarnya languishing itu?

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi languishing, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Pengertian Languishing

Young woman sitting in a cafe with her laptop, Stressful for wor

Languishing merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan serangkaian emosi negatif, yang membuat penderitanya bahkan kesulitan untuk merasakan hal-hal positif dalam hidupnya. Emosi-emosi negatif tersebutlah yang pada akhirnya membuat penderita merasa hampa, kehilangan semangat hidup, atau jenuh secara mental.

Sekilas kondisi yang dialami oleh penderita languishing memang mirip dengan depresi. Perlu diketahui bahwa languishing tidak mengalami gejala-gejala berat pada penderita depresi. Meski demikian, bukan berarti kondisi tersebut bisa diabaikan begitu saja. Pasalnya, walaupun tidak termasuk gangguan mental, namun kondisi languishing merupakan warning bahwa mental seseorang sedang tidak baik-baik saja.

Sangat normal untuk setiap orang merasakan emosi-emosi negatif di dalam dirinya. Sama halnya dengan kondisi languishing ini. Namun, membiarkan diri selalu terselimuti emosi negatif akan membawa seseorang ke hal-hal yang lebih buruk. Maka dari itu, kondisi languishing bahkan bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental, misalnya gangguan kecemasan, gangguan stress pasca trauma, depresi, dan lain sebagainya.

Gejala Languishing

Modern young woman in a big city

Setiap orang dengan kondisi languishing bisa saja menunjukan gejala yang berbeda-beda. Meski demikian, secara umum penderita languishing akan mengalami beberapa gejala berikut:

·         Kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya untuk bersekolah, bekerja, atau sekedar menjalankan pekerjaan rumah.

·         Merasa kehampaan dalam perasaan yang dimiliki. Artinya, penderita tidak bisa senang karena tidak merasakan kebahagiaan, namun juga tidak merasakan kesedihan.

·         Merasa gelisah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun tidak jelas alasan dibalik kegelisahan tersebut. Rasa gelisah yang dialami juga tidak sampai membuatnya gugup atau cemas.

·         Mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Biasanya berhubungan dengan kesulitan berkonsentrasi, rasa jenuh, menunda pekerjaan, dan lain sebagainya.

·         Merasa terasingkan dari orang-orang disekitarnya.

·         Merasa kurang berkontribusi untuk kelompok atau orang-orang terdekat.

·         Cenderung bersikap bodo amat, dan kehilangan ketertarikan akan hal-hal di sekitarnya.

·         Kehilangan minat, bahkan terhadap hobi atau hal-hal yang sebelumnya disukai.

·         Merasa bosan dengan hidup yang itu-itu saja.

·         Kehilangan semangat dan motivasi dalam mengerjakan sesuatu, termasuk dalam kehidupan.

Baca juga: Mengenal Mitos Tentang Narsisme

Cara Mengatasi Languishing

Portrait of a gorgeous female artist working on art project on her studio

Walaupun languishing tidak termasuk kategori gangguan mental, namun kondisi ini cukup mengganggu kebahagiaan seseorang. Selain itu, membiarkan diri dalam kondisi languishing dalam waktu lama juga bisa mengundang berbagai masalah kesehatan mental. Maka dari itu, jika kamu mengalami languishing, maka kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

Jangan mengabaikan perasaan tersebut

Languishing bukanlah kondisi yang perlu diabaikan atau disangkal keberadaannya. Justru, untuk membuat kamu terbebas dari kondisi tersebut, kamu harus menyadari keberadaannya. Dengan menyadari bahwa dirimu mengalami languishing, maka kamu memiliki peringatan untuk bisa segera terlepas dari perasaan-perasaan negatif tersebut.

Lakukan sedikit perubahan

Bisa jadi kondisi languishing dipicu oleh rasa bosan akan hal-hal yang ada disekitarmu. Maka dari itu, cobalah lakukan sedikit perubahan dalam hidupmu. Misalnya dengan melalui jalan yang berbeda untuk berangkat kerja, mendekorasi meja kerja atau meja belajar, menata ulang kamar tidur mu, dan lain sebagainya.

Menulis jurnal

Cara berikutnya untuk mengatasi languishing adalah dengan menulis jurnal atau diary. Cara yang satu ini memang cukup sederhana. Pasalnya, kamu hanya perlu menuliskan apa yang ada di dalam otakmu ke dalam sebuah kertas. Namun percayalah, dengan mencurahkan perasaan melalui tulisan, bisa sedikit memperbaiki suasana hatimu. Terutama bagi kamu yang merasa kesulitan untuk bercerita dengan orang lain.

Cerita dengan orang terdekat

Jika kamu merasa ada yang tidak nyaman dengan dirimu, maka cobalah untuk menceritakannya dengan orang terdekat. Kamu bisa bercerita dengan orang tua, saudara, atau sahabat. Dengan bercerita, kamu mungkin bisa menenangkan hatimu, atau bahkan bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang kamu hadapi.

Temui psikolog

Walaupun languishing bukan salah satu dari jenis-jenis gangguan mental, namun bukan berarti kalau kamu tidak bisa mengkomunikasikannya dengan para profesional. Tidak perlu menunggu mengalami gangguan mental untuk menemui psikolog. Justru, untuk sekedar curhat terkait hal-hal mengganjal dalam kehidupanmu juga sangat bisa untuk ke psikolog.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi languishing dan cara-cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Waspada Mitos Tentang Kepribadian Ekstrovert

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Merasa Hampa? Mungkin Kamu Mengalami Languishing — DeepTalk