Semua artikel
Perilaku

Menyelami Positive Vibes: Antara Emosi Positif dan Kesehatan Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Memiliki lingkungan yang positif memang akan sangat mempengaruhi kondisi mental kita ke arah yang lebih positif. Namun, kebanyakan dari kita hanya berusaha mencari lingkungan yang positif. Kenapa tidak kita menjadi pribadi yang positif untuk lingkungan kita? Apakah pertanyaan tersebut sempat terlintas dalam pikiranmu?

Menjadi sosok yang positif untuk orang-orang sekitar pada dasarnya memberikan banyak sekali manfaat untuk kesehatan mental. Baik itu kesehatan mental diri sendiri, maupun kesehatan mental orang-orang disekitar kita. Dalam artikel ini kita akan bahas kondisi tersebut dengan istilah positive vibes.

Lantas, seperti apa positive vibes itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang positive vibes, khususnya dalam perspektif psikologis. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Positive Vibes

Lifestyle of young friends outdoors

Secara harfiah, istilah “positive vibes” memiliki makna “getaran positif”. Pada abad ke-19. Istilah getaran atau vibration justru populer dalam konteks spiritual dan metafisika. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sebuah aliran bernama New Thought Movement percaya bahwa pikiran positif manusia memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi atau getaran positif yang mampu menarik hal-hal baik. Pemikiran tersebut mirip dengan prinsip Law of Attraction.

Walaupun sudah ada sejak lama, namun istilah positive vibes kembali muncul ke permukaan, dan menjadi topik pembicaraan yang menarik. Dalam ilmu psikologi sendiri, istilah positive vibes baru mendapatkan perhatian khusus pada tahun 1990-an hingga saat ini, beriringan dengan berkembangnya ilmu psikologi positif. Walaupun pada awalnya istilah positive vibes tidak masuk dalam ranah psikologis, namun konsep yang dianut, seperti seperti emosi positif, optimisme, dan kesejahteraan subjektif merupakan bagian dari psikologis manusia.

Memasuki era sosial media, pembahasan mengenai positive vibes menjadi sangat luas. Banyak sekali tagar yang digunakan bagi mereka yang membahas tentang positive vibes, misalnya #positivevibes atau #goodvibesonly. Pembahasan tentang positive vibes umumnya akan mengarah pada motivasi dan estetis. Namun tidak jarang pembahasan positive vibes justru menjadi problematik. Pasalnya, positive vibes sering dianggap mengabaian akan emosi negatif, atau dikenal dengan istilah toxic positivity.

Berdasarkan semua pembahasan tentang positive vibes, dapat disimpulkan bahwa positive vibes merupakan gambaran akan getaran atau energi positif yang menyenangkan, penuh optimisme, dan mendukung kesejahteraan psikologis. Dalam perspektif psikologis, positive vibes memiliki kaitan dengan emosi positif, psikologi positif, dan resiliensi emosional.

Baca juga: Gratitude Journaling: Teknik Psikologis untuk Menumbuhkan Pikiran Positif

Manfaat Positive Vibes Bagi Kesehatan Mental

Lifestyle of young friends outdoors

Pembahasan tentang positive vibes dalam perspektif psikologi tentu tidak tanpa alasan. Selain karena positive vibes memiliki kaitan dengan ilmu psikologi, ternyata menjadi pribadi yang positif atau dalam hal ini menjadi sosok dengan positive vibes ternyata memberikan dalam positif untuk kesehatan mental seseorang. Berikut beberapa dampak positive vibes bagi kesehatan mental:

Meningkatkan kapasitas untuk mengatasi stress

Stress adalah masalah mental yang cukup sering ditemui. Hampir semua orang pernah dalam kondisi stress. Terlepas dari mereka mampu atau tidak mengatasi stress tersebut. Kabar baiknya, menjadi sosok yang positive vibes dapat membantu meningkatkan kapasitas untuk mengatasi stress. Pasalnya, energi positif yang dihasilkan dari menjadi positive vibes tidak hanya mempengaruhi orang-orang disekitar. Namun juga mampu mempengaruhi diri sendiri.

Mendorong pemulihan emosional lebih cepat

Emosi yang dimiliki manusia pada dasarnya cukup beragam. Mulai dari emosi positif, hingga emosi negatif. Keduanya sama-sama memiliki peran dalam kehidupan manusia. Namun, emosi negatif sering kali terlalu mengganggu. Terlebih lagi jika emosi negatif dialami terlalu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan memiliki positive vibes manusia akan memiliki dorongan lebih untuk pulih dari emosi negatif tersebut.

Memperkuat relasi sosial

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, positive vibes tidak hanya memberikan dampak positif terhadap diri sendiri, namun dampak positif terhadap orang lain. Menjadi sosok yang positif akan terlihat lebih menarik di mata orang lain. Dengan demikian, positive vibes bisa memperkuat relasi sosial, dan menularkan emosi positif terhadap orang-orang sekitar.

Menurunkan resiko gangguan kecemasan dan depresi

Menjadi individu dengan positive vibes juga bermanfaat untuk kesehatan mental kita. Pasalnya, positive vibes bisa membantu menurunkan resiko kecemasan dan depresi. Seperti yang kita ketahui, kecemasan dan depresi memiliki kaitan dengan emosi-emosi negatif. Dengan menjadi sosok yang positif, akan menurunkan kemungkinan emosi negatif tersebut.

Itu dia penjelasan singkat terkait positive vibes dan kaitannya dengan kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa menjadi sosok dengan positive vibes akan membantu kita meminimalisir kemungkinan masalah mental, seperti depresi, kecemasan, dan juga stress. Jika kamu ingin menjadi sosok dengan positive vibes dan kesulitan melatih hal tersebut secara mandiri. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengasah Rasa Syukur: Strategi Psikologis untuk Meningkatkan Kepuasan Hidup

 

Sumber:

Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-and-build theory of positive emotions. American Psychologist, 56(3), 218–226.

Fredrickson, B. L., & Joiner, T. (2002). Positive emotions trigger upward spirals toward emotional well-being. Psychological Science, 13(2), 172–175.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Hatfield, E., Cacioppo, J. T., & Rapson, R. L. (1994). Emotional contagion. Cambridge University Press.

Goodman, W. (2021). Toxic Positivity: Keeping it real in a world obsessed with being happy. TarcherPerigee.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menyelami Positive Vibes: Antara Emosi Positif dan Kesehatan Mental — DeepTalk