Semua artikel
Emosi

Menjadi Highly Sensitive Person, Hati-Hati Dengan Redflag Berikut Ini

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Seorang highly sensitive person, atau orang yang sangat sensitif, memiliki kualitas sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Meskipun sensitivitas ini bisa menjadi kelebihan dalam beberapa situasi, seperti memahami perasaan orang lain dengan lebih baik atau memiliki perasaan yang dalam terhadap seni dan lingkungan, namun terdapat bahaya tertentu yang bisa dialami oleh individu dengan sensitivitas yang tinggi.

Memahami bahaya-bahaya ini penting agar kita dapat memberikan dukungan dan pemahaman kepada mereka yang hidup dengan karakteristik ini. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan berbagai bahaya yang bisa dialami oleh seorang highly sensitive person dan memberikan saran tentang bagaimana menghadapinya dengan bijaksana.

1. Sering Merasa Lelah Secara Emosional

Seorang highly sensitive person bisa merasa terkuras dan lelah secara emosional, mental hingga fisik, yang mana kesulitan ini terjadi secara terus menerus. Ada banyak alasan untuk hal tersebut karena semuanya bisa menjadi penyebab highly sensitive person kewalahan. Termasuk kecenderungan HSP yang sering menyerap emosi orang lain, mengerahkan terlalu banyak energi atau terlalu fokus, mengabaikan batasannya sendiri, menahan sosok keaslian dirinya, dan banyak lagi.

Baca juga: Ini Dia Tipe Attachment Style yang Paling Banyak Dimiliki, Apakah Anda Termasuk?

2. Mudah Kewalahan Atau Terganggu Oleh Rangsangan Fisik

Bagi kebanyakan orang, mungkin hal-hal ini akan tidak tampak secara jelas. Namun seringkali hal-hal kecil seperti cahaya terang, bau menyengat, suara yang keras atau berdenging dan lain-lain dapat membuat orang yang sangat sensitif sangat kewalahan.

Namun bagi mereka yang tahu bahwa hal tersebut sangat mengganggu dan tau persis apa yang mengganggu, mereka malah kesulitan untuk menjelaskan dengan kata-kata mengapa hal tersebut mengganggunya. Seorang highly sensitive person memproses semua rangsangan lebih dalam dibandingkan orang normal pada umumnya. Sehingga hal-hal yang tampak kecil dan tidak berarti bagi orang lain bisa tampak besar dan berlebihan bagi HSP.

3. Membutuhkan Waktu Untuk Sendirian

Adakalanya seseorang setelah menghabiskan waktu seharian bersama orang-orang kemudian membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulih dengan menyendiri. Termasuk seorang highly sensitive person yang cenderung mengeluarkan banyak energi setiap harinya. Sehingga ketika bertemu dengan banyak orang, mereka akan menyisihkan waktunya agar dapat menikmati waktu sendirian dan menghindari hiruk pikuk keramaian. Ini dilakukan demi mendapatkan keseimbangan pada diri highly sensitive person.

4. Berjuang Dengan Menetapkan dan Mengkomunikasikan Batasan

Seseorang yang sangat sensitif cenderung lebih sadar secara emosional daripada orang lain. Mereka juga mungkin merasa mudah iba terhadap situasi orang lain, sehingga seringkali akhirnya mudah mengatakan “ya” untuk banyak hal yang tidak ingin mereka lakukan. Mereka melakukan hal tersebut semata-mata hanya untuk menyenangkan orang-orang di sekitar mereka, menghindari konflik dan menjaga perdamaian.

Ini menandakan bahwa highly sensitive person kesulitan untuk menetapkan batasan atas apa yang harusnya ia kehendaki/butuhkan dan tidak demi kesejahteraan dirinya sendiri.

5. Kerap Menghindari Situasi yang Tidak Nyaman atau Berlebihan

Ini dikarenakan seorang yang sangat sensitif rentan terhadap kecemasan. Juga merupakan hal yang biasa untuk berjuang dengan dan menghindari situasi yang tidak nyaman atau berlebihan. Seperti ketika Anda memilih untuk keluar dari pesta yang penuh dengan kerumunan orang karena ini bukan ide yang bagus untuk Anda bersenang-senang.

Namun, pastikan juga untuk tidak menyisih dari “segala” situasi dan peluang yang tidak nyaman atau kewalahan. Anda bisa menghadapinya perlahan karena ini merupakan proses pertumbuhan untuk dapat menjadi pribadi yang lebih kuat.

6. Orang Sering Salah Paham Dengan Anda

Orang yang sangat sensitif sering disalahpahami oleh kebanyakan orang. Ini karena orang normal pada umumnya cenderung menganggap seorang HSP pemalu, penakut atau introvert, terutama bagi anak-anak yang sangat sensitive. Selain itu, HSP yang dikenal terlalu sensitif oleh orang lain, merasa perlu dikuatkan atau terlalu dramatis.

7. Terlalu Keras Mengkritisi Diri

Seorang highly sensitive person bisa menjadi kritikus paling buruk untuk dirinya sendiri. Setiap kesalahan kecil akan dikritisi dan setiap hal memalukan mungkin akan melekat di kepala orang yang sangat sensitif selama berhari-hari hingga bertahun-tahun. Mereka juga sering bergumul dengan terlalu banyak berpikir, merasa seperti penipu, dan merasa selalu melakukan sesuatu yang salah.

Dalam menghadapi bahaya yang mungkin dihadapi oleh seorang highly sensitive person, penting bagi kita semua untuk meningkatkan pemahaman dan empati terhadap kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Dukungan sosial dan lingkungan yang mendukung dapat memainkan peran penting dalam membantu individu highly sensitive mengelola sensitivitas mereka dengan seimbang.

Selain itu, penting bagi mereka untuk mengembangkan strategi coping yang efektif, seperti pengaturan batas, praktik self-care, dan komunikasi yang jelas dengan orang-orang di sekitar mereka. Dengan memahami dan menghargai sensitivitas yang tinggi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua individu, memungkinkan mereka untuk berkembang dan menghadapi hidup dengan lebih baik.

Baca juga: Konsumsi Vitamin B Kompleks Dapat Meredakan Stres, Benarkah?

 

Sumber:

Bradberry, M. (2021, October 7). 7 Common Problems You Might Be Facing as a Highly Sensitive Person (And What to do About Them). Living Better Lives Counseling LLC. https://www.livingbetterlivesnwa.com/blog/2021/10/5/5-common-problems-you-might-be-facing-as-a-highly-sensitive-person-and-what-to-do-about-them

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menjadi Highly Sensitive Person, Hati-Hati Dengan Redflag Berikut Ini — DeepTalk