Semua artikel
Pikiran

Mengupas Maladaptive Daydreaming dalam Perspektif Psikologi Kognitif

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Imajinasi adalah akar dari lahirnya ide-ide baru dan pemikiran-pemikiran inovatif yang bisa merubah seseorang bahkan dunia. Sayangnya dalam beberapa kondisi, imajinasi bisa berlangsung berlebihan dan justru menghambat aktivitas sehari-hari. Imajinasi semacam itu dikenal dengan istilah maladaptive daydreaming.

Maladaptive daydreaming ini juga tidak jauh dari proses berpikir manusia yang pada akhirnya melahirkan sebuah tindakan. Hal semacam itu dapat dipelajari dari cabang ilmu psikologi kognitif. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang maladaptive daydreaming dari kacamata psikologi kognitif.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental atau perilaku abnormal. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui diagnosa yang tepat, dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pengertian dan Karakteristik Maladaptive Daydreaming

When is daydreaming more than daydreaming? | Allina Health

Maladaptive daydreaming adalah kondisi psikologis dimana individu terlalu larut dalam imajinasi atau fantasinya secara berlebihan, sehingga menghabiskan banyak waktu, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, dan juga regulasi emosi individu tersebut. Meski demikian, maladaptive daydreaming tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Artinya, kondisi satu ini tidak tercantum dalam DSM-5 yang merupakan buku pedoman diagnosa gangguan mental.

Individu dengan maladaptive daydreaming bisa terjebak dalam imajinasinya selama berjam-jam, dan kesulitan untuk kembali ke realitas. Hal inilah yang membuat banyak pekerjaan, tugas, dan aktivitas terganggu. Tidak jarang individu dengan maladaptive daydreaming juga mengalami hambatan dalam interaksi sosialnya, karena terlalu terbiasa berada dalam imajinasi mereka.

Dalam perspektif psikologi kognitif, maladaptive daydreaming merupakan bagian dari bentuk penyimpangan dalam proses mental internal. Khususnya mengenai aspek perhatian, memori kerja, dan regulasi kognitif.

Karakteristik dari maladaptive daydreaming sendiri adalah:

  • Terjebak dalam imajinasi atau fantasi secara intens dalam dalam jangka waktu berjam-jam.
  • Mengalami kesulitan untuk menghentikan imajinasi atau fantasinya.
  • Imajinasi atau fantasi dijadikan sebagai bentuk pelarian dari realitas.
  • Mengalami dampak negatif, seperti penurunan produktivitas, rusaknya relasi sosial, dan terganggunya fungsi psikologis.

Baca juga: Maladaptive Daydreaming: Antara Imajinasi Sehat dan Pelarian Psikologis

Pengaruh Maladaptive Daydreaming Terhadap Perhatian dan Kontrol Eksekutif

Good or bad? Day dreaming & your child

Berdasarkan cabang ilmu psikologi kognitif, perhatian merupakan bagian dari sumber daya mental yang terbatas. Dengan adanya maladaptive daydreaming, tentu dianggap bisa mempengaruhi perhatian tersebut. Pasalnya, maladaptive daydreaming  membuat individu seakan terjebak dalam imajinasi atau fantasi mereka.

Individu dengan maladaptive daydreaming  mengalami kesulitan untuk fokus dengan tugas-tugas yang ada di dunia nyata. Hal ini dipengaruhi oleh stimulus internal (fantasi) yang lebih mendominasi dari stimulus eksternal (realitas). Dengan demikian, individu dengan maladaptive daydreaming akan lebih fokus terhadap imajinasi mereka.

Tidak hanya perhatian yang terganggu, maladaptive daydreaming juga bisa melemahkan kontrol eksekutif seseorang. Dalam hal ini bagian otak, yaitu prefrontal cortex yang berfungsi mengendalikan pikiran dan mengarahkan perilaku ke tujuan jangka panjang tidak mampu menahan dorongan untuk berfantasi.

Baca juga: Membedakan Komunikasi Persuasif dan Manipulatif: Kajian Psikologis tentang Batas Tipis Antara Keduanya

Memori Kerja dan Simulasi Mental Pada Individu dengan Maladaptive Daydreaming

1+ Thousand Daydreaming Class Royalty-Free Images, Stock Photos & Pictures  | Shutterstock

Demi membangin narasi imajinasi yang kompleks, individu akan mengorbankan kapasitas memori kerja mereka. Artinya, pemanfaatan terhadap imajinasi ini akan menguras beberapa bagian yang seharusnya digunakan untuk realitas. Sayangnya, memori kerja ini justru tidak memiliki arah ke tujuan adaptif, karena hanya sekedar imajinasi atau fantasi belaka.

Hal serupa juga berlaku untuk simulasi mental. Dimana perencanaan atau problem solving justru menjadi sia-sia dan tidak tepat sasaran. Selain itu, memori kerja dan simulasi mental ini juga menjadi repetitif, kompulsif, dan berorientasi pada kesenangan jangka pendek.

Baca juga: Mengapa Kita Rentan terhadap Manipulasi? Perspektif Psikologi Kognitif dan Sosial

Maladaptive Daydreaming Sebagai Regulasi Emosi

Fotos de Tdah - Baixe fotos grátis de alta qualidade | Freepik

Dibalik segala dampak negatif dari maladaptive daydreaming, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa kondisi maladaptive daydreaming justru bisa menjadi strategi regulasi emosi. Misalnya seseorang yang menjadikan imajinasi atau fantasi sebagai upaya untuk menghindari stress, kesepian, atau bahkan trauma. Selain itu, dengan maladaptive daydreaming juga seseorang bisa mendapatkan pengalaman emosional yang positif, yang mungkin tidak didapatkan di dunia nyata.

Namun jika dilihat dari perspektif psikologi kognitif, kondisi satu ini justru tergolong dalam strategi maladaptif. Pasalnya dalam maladaptive daydreaming justru memperkuat pola menghindar (avoidance), bukan menghadapi kenyataan. Akibatnya, kemampuan problem solving dan coping adaptif berkurang

Dari kacamata psikologi kognitif juga, maladaptive daydreaming yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu gangguan atensi, menjadi beban kognitif, bias kognitif, dan disfungsi regulasi diri. Maka dari itu walaupun tidak termasuk kategori gangguan mental, kondisi satu ini bukan kondisi yang bisa diabaikan.

Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan di atas, cobalah mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dampak Perilaku Manipulatif terhadap Kesehatan Mental

 

Sumber:

Bigelsen, J., Lehrfeld, J. M., Jopp, D. S., & Somer, E. (2016). Maladaptive daydreaming: Evidence for an under-researched mental health disorder. Consciousness and Cognition, 42, 254–266.

Kahneman, D. (1973). Attention and effort. Prentice-Hall.

Schimmenti, A., Sideli, L., La Marca, L., Gori, A., & Terrone, G. (2020). Maladaptive daydreaming in relation to trauma, dissociation, and attachment. Frontiers in Psychology, 11, 1813.

Soffer-Dudek, N., & Somer, E. (2018). Trapped in a daydream: Daily elevations in maladaptive daydreaming are associated with daily psychopathological symptoms. Frontiers in Psychiatry, 9, 194
Somer, E. (2002). Maladaptive daydreaming: A qualitative inquiry. Journal of Contemporary Psychotherapy, 32(2-3), 197–212.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengupas Maladaptive Daydreaming dalam Perspektif Psikologi Kognitif — DeepTalk