Deeptalk.co.id – Denial atau penyangkalan adalah salah satu mekanisme pertahanan psikologis yang sering digunakan oleh individu dalam menghadapi situasi atau fakta yang menantang atau tidak menyenangkan. Ketika dihadapkan pada kenyataan yang sulit diterima, seseorang mungkin cenderung menolak, mengabaikan, atau meremehkan informasi yang bertentangan dengan keyakinan atau harapan mereka.
Dalam artikel ini, kami akan membahas dengan lebih rinci tentang denial sebagai mekanisme pertahanan, menggali akar penyebabnya, serta melihat dampak dan konsekuensi dari penggunaan yang berlebihan. Selain itu, kami akan memberikan wawasan tentang cara mengenali dan mengatasi denial secara sehat, sehingga individu dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih adaptif dan membantu perkembangan pribadi yang positif.
Tentang Denial Sebagai Defense Mechanism

Denial atau penolakan merupakan salah satu defense mechanism atau mekanisme pertahanan yang melibatkan pengabaian realitas situasi untuk menghindari kecemasan. Denial ini terjadi ketika individu menolak untuk mengakui fakta atau pengalaman objektif.
Sedangkan defense mechanism itu sendiri ialah strategi yang digunakan orang untuk mengatasi perasaan tertekan. Dalam kasus denial ini, itu bisa melibatkan dengan tidak mengakui kenyataan atau menyangkal konsekuensi dari kenyataan itu.
Ketika Anda denial, itu seringkali berarti Anda sedang berjuang untuk menerima sesuatu yang tampaknya membebani atau membuat stres. Dalam jangka waktu pendek, mekanisme pertahanan ini dapat bermanfaat. Ini dapat memungkinkan Anda memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan mendadak dalam realitas Anda. Dengan memberi diri Anda waktu, Anda mungkin dapat menerima, beradaptasi, dan akhirnya melanjutkan hidup.
Namun, denial jika digunakan sebagai defense mechanism dalam waktu panjang justru dapat menyebabkan masalah dalam hidup. Terutama jika hal itu menghalangi Anda untuk mengatasi masalah atau melakukan perubahan yang diperlukan. Dalam beberapa kasus, ini dapat mencegah Anda menerima bantuan atau mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.
Denial atau penyangkalan pertama kali dijelaskan oleh Sigmund Freud dengan menggambarkannya sebagai penolakan untuk mengakui fakta-fakta yang mengganggu akan suatu peristiwa eksternal maupun internal, termasuk ingatan, pikiran dan perasaan. Oleh putrinya, yakni Anna Freud mengembangkan defense mechanism, yakni strategi strategi bawah sadar dimana orang melindungi diri dari pikiran atau perasaan cemas.
Anna percaya bahwa penyangkalan secara tidak sadar melindungi ego dari ketidaknyamanan dan kesusahan dengan menolak aspek realitas itu sendiri. Penyangkalan terutama digunakan di masa kanak-kanak dan remaja. Ia percaya bahwa ini bisa merusak bila digunakan secara teratur di masa dewasa.
Baca juga: Cari Tahu Perbedaan Stres dengan Trauma
Tanda-Tanda Perilaku Denial

Ada beberapa tanda bahwa Anda atau mungkin orang lain menggunakan denial sebagai defense mechanism, diantara beberapa tanda umumnya yakni sebagai berikut :
-Anda menolak untuk membicarakan masalahnya.
-Selalu menemukan cara untuk membenarkan perilaku Anda.
-Sering menyalahkan orang lain atau kekuatan luar yang menyebabkan masalah.
-Anda bertahan dalam suatu perilaku meskipun ada konsekuensi negatif.
-Anda berjanji untuk mengatasi masalah di masa depan.
-Berusaha menghindari memikirkan masalahnya.
Selain tanda-tanda ini, Anda mungkin merasa putus asa atau tidak berdaya. Pada tingkat tertentu, Anda tahu ada masalah yang perlu ditangani, tetapi Anda merasa tidak ada yang Anda lakukan atau katakan yang akan membuat perbedaan.
Ketika orang lain mencoba menawarkan nasihat atau bantuan, Anda mungkin mengabaikan kekhawatiran mereka. Anda menjadi berpura-pura setuju atau menyuruh mereka untuk mengurus urusan mereka sendiri.
Perilaku denial ini bisa dicontohkan seperti ketika Anda mungkin tetap menyangkal sampai taraf tertentu tentang masalah kesehatan karena Anda tidak ingin menghadapi kemungkinan adanya sakit parah. Atau saat menghadapi kematian tak terduga dari seseorang yang dicintai, Anda mungkin menolak untuk menerima kenyataan kematian tersebut dan menyangkal bahwa sesuatu telah terjadi.
Bagaimana Denial Terjadi?

Layaknya defense mechanism lainnya, denial berfungsi sebagai cara untuk melindungi Anda dari kecemasan. Dalam beberapa kasus, ini mungkin cara yang bagus untuk menghindari stres atau emosi yang menyakitkan. Anda akan menolak untuk menghadapi atau bahkan mengakui bahwa ada sesuatu yang salah, dimana Anda sedang berusaha mencegah menghadapi stres, konflik, ancaman, ketakutan, dan kecemasan.
Denial dilakukan dengan beberapa tujuan yang berbeda. Yakni Anda mungkin menggunakannya yang berarti Anda tidak perlu mengakui masalahnya. Lalu ini juga memungkinkan Anda untuk meminimalkan potensi konsekuensi yang mungkin timbul.
Penyangkalan terkadang terlihat lebih sering dengan jenis kondisi kesehatan mental tertentu. Orang yang memiliki gangguan penyalahgunaan zat, gangguan penggunaan alkohol, dan gangguan kepribadian narsistik, misalnya, mungkin lebih sering menggunakan mekanisme pertahanan ini untuk menghindari kenyataan kondisi mereka. Sehingga menyangkal akan adanya masalah memungkinkan individu untuk terus terlibat dalam perilaku destruktif tanpa mengatasi masalah tersebut.
Baca juga: Menghadapi Depresi pada Lansia dan Mengenal Tanda-tandanya
Sumber:
Psychology Today Staff. (2023). Denial. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/basics/denial
Cherry, K. (2022, December 8). Denial as a Defense Mechanism. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/denial-as-a-defense-mechanism-5114461
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



