Semua artikel
Emosi

Mengungkap Asal Usul dan Munculnya Rasa Takut

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Rasa takut adalah salah satu emosi manusia yang sangat kuat dan kompleks. Sebagai makhluk sosial, kita sering kali mengalami reaksi takut terhadap berbagai situasi atau stimulus tertentu. Rasa takut yang muncul juga sebenarnya adalah respons alami dan adaptif yang membantu untuk bertahan hidup di dunia yang penuh dengan bahaya potensial.

Dalam evolusi manusia, rasa takut berkembang sebagai mekanisme pertahanan yang melindungi kita dari ancaman nyata, seperti predator atau situasi berbahaya. Namun, dalam lingkungan modern saat ini, respons takut kita juga dapat dipicu oleh faktor psikologis, seperti perasaan tidak aman atau peristiwa traumatis.

Rasa takut juga merupakan hal yang sangat subjektif dan dapat bervariasi antara individu. Faktor-faktor seperti pengalaman masa lalu, lingkungan sosial, dan kecenderungan genetik dapat mempengaruhi bagaimana seseorang merespons dan mengatasi rasa takut. Beberapa orang mungkin lebih cenderung mengalami kecemasan yang kronis, sedangkan yang lain mungkin lebih tahan terhadap ancaman atau memiliki keberanian yang lebih besar.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan asal usul atau bagaimana rasa takut bisa muncul dengan mekanisme di baliknya, serta bagaimana emosi ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang rasa takut, kita dapat belajar mengelola dan mengatasi ketakutan yang mengganggu kesejahteraan kita.

Tentang Rasa Takut

Rasa takut atau ketakutan adalah salah satu dari enam emosi dasar yang biasa dialami oleh semua orang. Rasa takut muncul dengan ancaman bahaya, baik fisik, emosional atau psikologis, baik nyata maupun imajiner. Saat Anda mampu mengatasi ancaman yang menurut Anda membahayakan, ini akan mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa takut. Alternatifnya, saat Anda tidak berdaya untuk mengurangi ancaman bahaya, ini bisa meningkatkan rasa takut. Pun ketakutan juga terkadang dapat terjadi segera setelah keterkejutan dan sering terombang-ambing dengan pengalaman kemarahan.

Ketakutan yang terjadi secara terus menerus terkadang bisa disebut sebagai kecemasan, termasuk ketika merasa khawatir tanpa henti tanpa mengetahui alasan pastinya. Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi pemicu tersebut membuat Anda tidak dapat menghilangkan ancaman yang sebenarnya dari situasi tersebut.

Sementara kecemasan adalah pengalaman umum bagi banyak orang, itu dapat dianggap sebagai gangguan ketika berulang, terus-menerus, intens, dan mengganggu tugas-tugas kehidupan dasar seperti bekerja dan tidur.

Meskipun secara umum dianggap sebagai emosi negatif, rasa takut sebenarnya memiliki peran dan fungsi penting bagi diri Anda. Rasa takut berfungsi untuk menjaga diri Anda tetap aman dengan menghidupkan respon menghindar atau mengurangi bahaya. Ini terjadi ketika ancaman bahaya langsung memusatkan perhatian Anda lalu memobilisasi Anda untuk mengatasi bahaya. Dengan demikian, rasa takut benar-benar dapat menyelamatkan hidup Anda dengan memaksa Anda bereaksi tanpa harus memikirkannya.

Meskipun demikian, tetap rasa takut itu juga dapat membuat Anda merasa terjebak dan mencegah untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan. Sementara beberapa orang menemukan rasa takut hampir tidak dapat ditoleransi dan menghindari emosi dengan segala cara, yang lain merasakan kesenangan dari rasa takut dan mencarinya (yaitu, menonton film horor).

Baca juga: Penjelasan Psikologis Mengapa Penolakan Terasa Menyakitkan

Munculnya Rasa Takut Dalam Tubuh

Ketakutan dimulai ketika otak Anda, melalui indra Anda menyadari adanya ancaman. Misalnya ketika Anda melihat seekor laba-laba besar berlari melintasi lantai atau Anda mendengar dahan pohon patah di atas kepala.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di Proceedings of the National Academy of Sciences, ada beberapa ketidaksepakatan ahli mengenai sirkuit otak yang terlibat dalam rasa takut. Tetapi banyak dari penelitian yang ada menunjukkan bahwa sistem limbik otak, dan khususnya amigdala, sangat terlibat ketika seseorang mengalami ketakutan. Banyak dari area yang sama ini juga aktif selama periode kecemasan.

Ketika Anda melihat jaringan otak yang lebih aktif dalam ketakutan atau kecemasan, mereka sangat tumpang tindih. Namun, tingkat aktivitasnya bisa berbeda dan biasanya kecemasan yang akan menghasilkan respon lebih ringan dibandingkan rasa takut.

Kedua emosi ini adalah bentuk dari stres dan keduanya juga mengaktifkan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Ini menyebabkan pelepasan hormon stres ke dalam aliran darah, terutama kortisol. Ketika rasa takut itu muncul, sistem saraf simpatik juga aktif dan mengaktifkan respons “lawan, lari, atau diam” melalui pelepasan adrenalin (epinefrin). Respon tersebut dilakukan untuk membantu tubuh menetralkan sumber ketakutan.

Respons internal ini dirancang untuk membantu Anda bertahan dari pertemuan yang mengancam. Tetapi jika ini diaktifkan sepanjang waktu, jenis aktivasi kronis yang disebabkannya dapat menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa penelitian mengaitkan stres kronis, termasuk stres yang disebabkan oleh rasa takut, dengan gangguan nyeri dan kondisi autoimun seperti radang sendi dan penyakit radang usus.

Baca juga: Mengungkap Asal Usul dan Pemicu Inner Child, Serta Pentingnya Bagi Diri

 

Sumber:

Paul Ekman Group. (2021, November 13). What is Fear? | What Causes Fear?. https://www.paulekman.com/universal-emotions/what-is-fear/

Heid, M. (2022, October 25). Fear: What It Is, How It Affects Health, and How to Face the Ones You Have. EverydayHealth.com. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/all-about-fear/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengungkap Asal Usul dan Munculnya Rasa Takut — DeepTalk