Semua artikel
Pengembangan Diri

Menghindari Quarter Life Crisis Bisa Dilakukan, Loh! Gunakan Strategi Berikut Ini

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Quarter life crisis adalah kondisi dimana seseorang merasa kebingungan, cemas, dan kehilangan arah di usia 25-35 tahun. Quarter life crisis bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti pekerjaan, hubungan, dan kehidupan sosial yang membuat seseorang merasa tidak puas atau meragukan keputusan yang telah diambil. Fenomena ini wajar dialami oleh siapapun, namun tentu tidak semua akan mengalaminya jika mereka bisa menghindari quarter life crisis ini.

Mengalami quarter life crisis bukanlah sesuatu yang harus dianggap remeh karena bisa mempengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas beberapa strategi untuk menghindari quarter life crisis dan menghadapinya dengan lebih baik.

Fenomena Quarter Life Crisis dan Faktor Penyebabnya

Usia muda yang akan memasuki dewasa awal mungkin akan dihadapkan pada pertanyaan, “kenapa kamu tidak bisa seperti dia?” Hingga pertanyaan tersebut membekas pada benak generasi usia 20-30an sehingga merasa harus memiliki pencapaian tinggi dengan rasa ambisius untuk menginginkan semuanya. Bahkan ahli mengatakan, 5 hingga 10 tahun pertama setelah lulus kuliah akan dibanjiri dengan pencapaian besar. Seperti pekerjaan pertama, berganti pekerjaan, investasi rumah atau mobil, dan semua itu wajar jika menimbulkan kepanikan saat seseorang belum mencapainya.

Dalam hal karir, para generasi seperempat abad ini menuntut kehidupan kerja yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. Mereka berusaha mencari peluang yang menguntungkan yang memungkinkan untuk berkembang dalam industri yang dijalani dan mendapatkan tempat yang lebih baik. Mungkin ekspektasi mereka terlalu tinggi dalam hal itu, namun itu juga murni bukan kesalahan mereka akan pengajaran figur otoritas untuk meraih bintang dan pencapaian setinggi mungkin.

Pun di luar kendali mereka di saat perkembangan teknologi merajalela, ada media sosial yang memiliki peran andil dalam kekhawatiran yang dihadapi generasi seperempat abad ini. Menurut seorang ilmuwan, generasi ini sering mengalami sesuatu yang disebut sebagai “validasi kesombongan”, di mana mereka menilai diri sendiri berdasarkan umpan sosial mereka.

Seseorang yang dipuji di media sosial terus menerus berusaha mencari lebih banyak validasi melalui fitur “like” secara elektronik, alih-alih pengalaman hidup yang sudah mereka capai. Oleh karenanya quarter life crisis muncul karena mereka sering membandingkan diri dengan sorotan yang dibagikan orang lain pula.

Padahal seharusnya orang yang harus dibandingkan adalah diri Anda sendiri, dengan versi sebelumnya. Namun sayangnya media sosial telah menjadi cuplikan digital yang dimuliakan akan pencapaian dan keuntungan materialistis seseorang. Sehingga timbul perasaan ketertinggalan dan kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain yang sangat tidak perlu dilakukan.

Baca juga: Procrastination dan Teori Flow: Cara Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Cara Menghindari Quarter Life Crisis

Ada banyak macam krisis kehidupan yang bisa saja dialami oleh seseorang. Pun termasuk saat usia Anda memasuki usia 20an atau menuju 30an, yang dikenal dengan istilah quarter life crisis, dimana Anda mungkin akan mempertanyakan segala pilihan yang sudah Anda putuskan, atau merasa cemas akan arah hidup Anda.

Tentu ahli ikut berpendapat bahwa ini bukanlah hal yang tidak biasa, dan mereka menunjukkan bahwa orang dewasa di fase awal-awal akan menderita rasa tidak aman tentang hidup mereka. Pun masalah paling umum yang terjadi adalah ketika melewati beberapa tahun setelah lulus kuliah, sehingga Anda bisa mulai mengambil langkah-langkah berikut untuk menghindari quarter life crisis sekaligus sebagai strategi pencegahannya. Di antaranya sebagai berikut :

1. Kembangkan Hubungan Sosial

Dukungan dari keluarga dan teman-teman adalah komponen penting dari kebahagiaan. Agar Anda senantiasa merasa puas dengan hidup yang dijalani, Anda perlu menghabiskan waktu dengan orang-orang supportif atau yang ingin saling berbagi pengalaman, baik atau buruk. Meluangkan waktu untuk memupuk hubungan dengan orang yang Anda cintai dan percayai akan meningkatkan kehadiran kepositifan dalam hidup Anda dan membantu Anda menghindari perasaan ragu atau putus asa.

2. Lakukan Apa yang Anda Sukai 

Dalam hal karir, penting untuk mengejar sesuatu yang Anda sukai dan paling utama membuat Anda bahagia. Secara otomatis, Anda akan merasa sedang tidak bekerja. Lalu saat di luar pekerjaan, coba untuk luangkan waktu pada hal-hal lain yang Anda sukai. Apakah itu ketika Anda memasak dan mencoba resep baru, atau menghabiskan waktu untuk melukis apapun itu yang Anda suka. Semua ini akan sangat membantu dalam memaksimalkan kebahagiaan Anda.

3. Cobalah Sesuatu yang Baru 

Quarter life crisis yang mungkin datang setelah Anda lulus bisa ada hubungannya dengan kebosanan di masa dewasa akan suatu rutinitas tertentu yang dilakukan berulang-ulang. Sehingga Anda perlu untuk menciptakan pengalaman baru yang menyenangkan yang dapat membantu Anda untuk menghindari quarter life crisis. Anda mungkin bisa mengikuti kelas atau kursus keahlian merangkai bunga, berdansa atau belajar bahasa baru yang dapat menginspirasi Anda untuk keluar dari rutinitas.

4. Jadilah Diri Sendiri 

Menjadi diri sendiri dengan selalu jujur akan perasaan diri dan tidak menghabiskan waktu serta energi pada hal-hal yang tidak perlu demi memenuhi ekspektasi sosial akan sangat meningkatkan kualitas hidup Anda. Tidak semua orang bisa mengikuti keinginan masyakakat sehingga coba bayangkan diri Anda ingin menjadi orang seperti apa dan hidup apa yang Anda inginkan. Kemudian Anda bisa melakukannya!

5. Berhenti Mengejar Ketertinggalan

Jangan memaksakan diri untuk menginginkan jenis kehidupan yang bahkan mungkin tidak Anda inginkan. Jika Anda menghabiskan waktu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang arah hidup Anda alih-alih fokus pada hal yang membuat Anda bahagia, jangan heran jika Anda tidak dapat menghindari quarter life crisis. Buatlah keputusan berdasarkan apa yang Anda inginkan untuk hidup Anda daripada sok mengikuti kehidupan orang lain.

Baca juga: Bagaimana Sleep Apnea Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Kita?

 

Sumber:

Guerra, J. (2017). What Is A Quarter Life Crisis? Science Says This Is When You’re Most Likely To Have One. Elite Daily. https://www.elitedaily.com/p/what-is-a-quarter-life-crisis-science-says-this-is-when-youre-most-likely-to-have-one-5476877

Andrea.Zawacki. (2022, August 29). How to avoid a quarter-life crisis. Carrington College. https://carrington.edu/blog/how-to-avoid-a-quarter-life-crisis/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menghindari Quarter Life Crisis Bisa Dilakukan, Loh! Gunakan Strategi Berikut Ini — DeepTalk