Deeptalk.co.id – Depresi pada lansia adalah masalah kesehatan mental yang serius dan sering kali terabaikan. Lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi karena mereka dapat menghadapi perubahan fisik, sosial, dan emosional yang signifikan. Ada beberapa tanda yang dapat Anda kenali sebagai langkah awal penanganan depresi pada lansia.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi depresi pada lansia secara lebih mendalam, termasuk gejala-gejala yang mungkin muncul, faktor risiko yang terkait, dan dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Memahami tanda-tanda dan gejala depresi pada lansia adalah langkah penting dalam mendukung kesehatan mental mereka dan memberikan perawatan yang adekuat.
Depresi Pada Lansia

Depresi adalah gangguan mood atau suasana hati yang serius. Ini dapat memengaruhi cara seseorang merasa, bertindak dan berpikir. Depresi termasuk masalah umum di antara para lansia meskipun depresi klinis bukanlah bagian normal dari penuaan.
Berdasarkan sebuah fakta dari penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan lansia merasa puas dengan kehidupan mereka meskupun memiliki lebih banyak penyakit atau masalah fisik daripada orang yang lebih muda. Namun, jika Anda pernah mengalami depresi di masa muda Anda, ada kemungkinan yang lebih besar bahwa Anda akan mengalaminya lagi ketika di usia tua.
Ada beberapa jenis depresi yang mungkin dialami oleh para lansia, yakni sebagai berikut :
Gangguan depresi berat, termasuk dengan gejala yang berlangsung setidaknya dua minggu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari.
Persistent Depressive Disorder (Dysthymia), terjadi dengan suasana hati tertekan yang berlangsung lebih dari dua tahun, tetapi orang tersebut mungkin masih dapat melakukan tugas sehari-hari, tidak seperti seseorang dengan Gangguan Depresi Mayor
Gangguan depresi yang diinduksi zat/obat, merupakan depresi yang berhubungan dengan penggunaan zat, seperti alkohol atau obat pereda nyeri
Gangguan depresi karena suatu kondisi medis, ialah depresi yang terkait dengan penyakit yang terpisah, seperti penyakit jantung atau multiple sclerosis.
Lalu ada juga bentuk depresi lainnya termasuk depresi psikotik, depresi pascamenopause, dan gangguan afektif musiman.
Baca juga: Ini Dia Tanda dan Ciri Inner Child Anda Perlu Penyembuhan
Tanda Depresi Pada Lansia

Depresi dapat terjadi pada siapapun seiring bertambahnya usia, terlepas dari latar belakang atau prestasi kita. Pun gejala depresi pada lansia dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan, memengaruhi energi, nafsu makan, tidur hingga minat pada pekerjan, hobi serta hubungan.
Namun sayangnya banyak orang tua yang depresi gagal mengenali gejalanya sehingga enggan untuk mengambil langkah dalam mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Mereka mungkin berasumsi bahwa mereka memiliki alasan kuat untuk jatuh atau bahwa depresi hanyalah bagian dari penuaan. Atau mereka mungkin terisolasi yang dengan sendirinya dapat menyebabkan depresi dengan sedikit orang yang memperhatikan kesusahanya. Sehingga mereka enggan untuk membicarakan perasaannya atau meminta bantuan.
Padahal penting untuk disadari bahwa depresi bukanlah bagian yang tak terhindarkan dari bertambahnya usia. Ini juga bukanlah tanda kelemahan atau cacat karakter sehingga Anda tidak perlu malu untuk membicarakannya.
Meskipun perubahan hidup seiring bertambahnya usia, terkadang dapat memicu depresi, hal itu tidak harus membuat Anda sedih. Apa pun tantangan yang Anda hadapi seiring bertambahnya usia, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk merasa bahagia dan penuh harapan sekali lagi serta menikmati tahun-tahun emas Anda.
Termasuk dengan mengenali depresi yang terjadi pada lansia dengan mengetahui tanda atau gejalanya. Berikut adalah beberapa tanda atau gejala depresi yang mungkin saja Anda alami, yakni :
– Kesedihan atau perasaan putus asa hingga merasa tidak berdaya
– Sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan atau diperparah
– Kurangnya motivasi dan energi sehingga kehilangan minat untuk bersosialisasi atau melakukan hobi
– Penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan
– Gangguan tidur, bisa saja terlalu banyak tidur atau kurang tidur
– Perlambatan gerakan atau ucapan
– Fiksasi pada kematian atau pikiran untuk bunuh diri
– Masalah memori
– Masalah penurunan harga diri
– Mengabaikan perawatan diri
Sementara depresi dan kesedihan tampaknya berjalan beriringan, banyak lansia yang depresi mengaku dirinya tidak merasa sedih sama sekali. Sebaliknya, mereka mungkin mengeluh tentang motivasi yang rendah, kekurangan energi atau masalah fisik. Faktanya, keluhan fisik seperti nyeri artritis atau sakit kepala yang semakin parah, seringkali merupakan gejala utama depresi pada lansia.
Sedangkan untuk membedakannya dengan kesedihan biasa, ketika depresi akan terjadi perasaan hampa dan putus asa secara konstan. Kesedihan adalah roller coaster yang melibatkan berbagai macam emosi dan campuran hari baik dan buruk. Bahkan saat Anda sedang berduka, Anda masih memiliki saat-saat senang atau bahagia. Namun jika kesedihan tidak mereda seiring waktu atau memadamkan semua tanda kegembiraan, itu mungkin depresi.
Baca juga: Strategi Mengatasi Emotional Sponge Demi Kesejahteraan Mental
Sumber:
Depression and Older Adults. (2023). National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/depression-and-older-adults
Robinson, L. (2023, February 25). Depression in Older Adults: Signs, Symptoms, Treatment. HelpGuide.org. https://www.helpguide.org/articles/depression/depression-in-older-adults.htm
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



