Deeptalk.co.id – Pada ilmu psikologi populer dan psikologi analitik, inner child merupakan aspek kekanak-kanakan yang dimiliki seorang individu. Ini bukan berarti bahwa ada anak kecil yang hidup di dalam diri Anda atau bagian otak Anda yang didelegasikan semata-mata untuk pikiran kekanak-kanakan. Tetapi ide ini umumnya ialah bahwa setiap orang memiliki aspek kekanak-kanakan dalam pikiran bawah sadarnya.
Konsep dari inner child ini juga termasuk pada apa yang dipelajari seseorang sebagai seorang anak sebelum masa pubertas. Inner child juga sering dianggap sebagai subpersonalitas semi-independen yang berada di bawa pikiran sadar yang terjaga. Istilah tersebut memiliki aplikasi terapeutik dalam konseling dan regulasi kesehatan.
Selain itu, inner child juga dapat dilihat sebagai ‘sub kepribadian, dimana ini adalah sisi karakter seseorang yang dapat mengambil alih saat dihadapkan pada tantangan. Ini mencerminkan sisi anak-anak Anda dulu dalam aspek negatif dan positif. Termasuk kebutuhan Anda yang tidak terpenuhi dan emosi kecil yang tertekan serta kepolosan, kreativitas, dan kegembiraan seperti anak kecil yang masih menunggu di dalam diri Anda.
Emosi yang ditekan akan menjadi semua hal yang diajarkan kepada Anda sebagai seorang anak untuk tidak merasakan jika Anda ingin dicintai. Sehingga ketika Anda hanya diberikan perhatian saat menjadi “anak baik”, Anda mungkin mendapati bahwa inner child itu menyimpan pemberontakan, kesedihan, dan kemarahan. Atau bisa juga jika Anda mengalami trauma atau pelecehan emosional, Anda akan belajar menyembunyikan rasa sakit dan ketakutan untuk bertahan hidup. Selain itu, inner child bisa menyembunyikan semua hal yang diajarkan kepada Anda untuk dipikirkan tentang diri Anda sendiri oleh orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya.
Awal Mula Perkembangan Konsep Inner Child

Konsep inner child pertama kali diciptakan oleh seorang psikolog Carl Gustav Jung (1875–1961) dalam arktipe anak. Sedangkan pemimpin spiritual Pemikiran Baru Emmet Fox (1886–1951) menyebutnya sebagai “wonder child”. Konsep anak batin dikembangkan lebih lanjut oleh tim suami istri Vivian dan Arthur Janov dalam terapi primal, diuraikan dalam buku The Primal Scream (1970) dan The Feeling Child (1973).
Salah satu metode mengasuh ulang inner child dalam terapi dicetuskan oleh terapis seni Lucia Capacchione pada tahun 1976 dan didokumentasikan dalam bukunya Recovery of Your Inner Child (1991). Menggunakan terapi seni dan teknik penjurnalan, metodenya mencakup “orang tua yang mengasuh” dan “orang tua yang melindungi” dalam “inner family work” untuk merawat kebutuhan fisik, emosional, kreatif, dan spiritual seseorang. Itu juga menempatkan “critical parent” dan menyediakan alat untuk mengelolanya.
Sedangkan Charles L. Whitfield menjuluki inner child sebagai “child whitin” (anak di dalam diri) dalam bukunya Healing the Child Within: Discovery and Recovery for Adult Children of Disfunctional Families (1987). Dalam acara televisinya, dan dalam buku-buku seperti Homecoming: Reclaiming and Championing Your Inner Child (1990), John Bradshaw, seorang pendidik AS, psikologi pop dan pemimpin gerakan swadaya, menggunakan konsep “inner child” untuk menunjukkan pengalaman masa kecil yang belum terselesaikan dan efek disfungsional yang tersisa dari disfungsi masa kanak-kanak: jumlah ingatan mental-emosional yang disimpan di alam bawah sadar sejak konsepsi hingga pra-pubertas.
Pada perkembangan selanjutnya dalam kerangka psikosintesis, inner child sering dicirikan sebagai subpersonalitas (sesuatu yang terpisah dari diri sendiri) atau dapat juga dilihat sebagai elemen sentral yang dikelilingi oleh subpersonalitas.
Model terapi Sistem Keluarga Internal (terapi IFS) berpendapat bahwa tidak hanya ada satu sub-kepribadian pada inner child, melainkan ada banyak. Terapi IFS menyebut sub-kepribadian anak batin yang terluka sebagai “pengasingan” karena mereka cenderung dikeluarkan dari pikiran terjaga untuk menghindari / mempertahankan rasa sakit yang dibawa dalam ingatan itu. Terapi IFS memiliki metode yang bertujuan untuk mendapatkan akses yang aman ke pengasingan seseorang, menyaksikan kisah asal-usulnya di masa kecil, dan untuk menyembuhkannya.
Baca juga: Waspada Emotional Sponge Saat Terlalu Sering Menjadi Tempat Curhat
Pentingnya Konsep Inner Child

Mungkin pada beberapa gerakan psikologi, istilah inner child akan tampak sangat klise. Padahal meskipun sering digunakan, konsep atau gagasan ini sebenarnya merupakan konsep yang penting dan berguna pada psikoterapi. Banyak aliran pemikiran terapeutik yang mengakui adanya sisi kekanak-kanakan pada kepribadian setiap orang yang dirujuk oleh anak batin tersebut.
Ini menjadi penting karena idenya adalah bahwa mengakses inner child dalam diri Anda memungkinkan Anda untuk dapat menemukan akar masalah Anda sebagai orang dewasa. Pekerjaan inner child inilah yang dapat membantu dengan hal-hal seperti menemukan dan melepaskan emosi yang tertekan, menahan Anda, serta membantu Anda mengenali kebutuhan Anda yang belum terpenuhi.
Selain itu inner child dapat membantu menyelesaikan pola yang tidak membantu, menawarkan kesempatan untuk meningkatkan self-care, juga meningkatkan kreativitas dan lebih ceria dengan meningkatkan harga diri Anda.
Baca juga: Bagaimana Tubuh Memproses Rasa Takut?
Sumber:
Inner child. (2023, January 8). Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Inner_child
Darcy, A. M., & Jacobson, S. (2023, March 13). What is the “Inner Child”? Harley TherapyTM Blog. https://www.harleytherapy.co.uk/counselling/what-is-the-inner-child.htm
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



