Semua artikel
Emosi

Mengenali Jenis-Jenis Euforia Berdasarkan Faktor Pemicunya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah euforia. Pada dasarnya, euforia adalah istilah yang diberikan untuk menggambarkan perasaan bahagia yang dipicu oleh suatu kondisi atau tindakan yang memicu kebahagiaan. Istilah euforia ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu euphoros yang berarti badan yang sehat dan sebuah luapan kegembiraan yang berlebihan.

Banyak orang yang berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencapai kebahagiaan mereka masing-masing. Tidak lain dan tidak bukan yang diharapkan adalah perasaan bahagia itu sendiri. Sayangnya justru beberapa orang melakukannya dengan cara-cara yang salah seperti mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat banyak manfaat dari euforia itu sendiri. Misalnya dapat mencegah resiko penyakit jantung, hingga membuat seseorang terhindar dari berbagai masalah kesehatan mental.

Orang yang merasakan euforia pada umumnya akan menunjukkan ekspresi kebahagiaan seperti tersenyum, tertawa, dan lain sebagainya. Mereka juga akan merasa sejahtera, gembira, percaya diri, bebas dari stress, hingga merasakan keamanan. Namun terdapat beberapa euforia yang tidak normal yang bisa berujung pada halusinasi, perubahan suasana hati, kebingungan, kegelisahan, hingga paranoid.

Untuk itu penting bagi kita membekali pengetahuan mengenai kondisi euforia ini. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai jenis-jenis euforia berdasarkan faktor pemicunya. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku abnormal, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kita kembali kepada topik pembahasan utamanya. Berikut jenis-jenis euforia yang perlu kita ketahui, berdasarkan faktor pemicunya:

Euforia yang Dipicu Oleh Musik

Sudah menjadi rahasia umum lagi bahwa musik mampu mempengaruhi kondisi hati seseorang. Misalnya saat kamu sedang dalam kondisi hati yang normal dan mendengarkan lagu-lagu sedih, maka bisa saja membuatmu merasa sedih. Hal yang sama juga berlaku untuk lagi-lagi dengan lirik dan nada yang menyenangkan, akan membuat suasana hati merasa bahagia.

Beberapa jenis musik mampu meningkatkan suasana hati dan gairah tertentu. Misalnya musik dengan ritme yang cepat, lirik yang membangkitkan semangat, dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa menjadi stimulus dan akhirnya memicu euforia bagi beberapa orang.

Kamu mungkin pernah menonton konser dengan lagu yang menyenangkan, atau menyaksikan orang lain yang sedang menonton konser. Ekspresi mereka sangat menikmati suasana, bahkan beberapa dari mereka akan melompat, bernyanyi sambil berteriak, dan ekspresi-ekspresi bahagia lainnya. Kondisi-kondisi semacam itu baru dinamakan euforia yang dipicu oleh musik.

Euforia yang Dipicu Oleh Masalah Mental

Kamu tidak salah baca kok. Walaupun pada dasarnya euforia bisa membuat kita terhindar dari berbagai masalah mental, namun terdapat beberapa euforia negatif yang justru disebabkan oleh masalah mental. Beberapa masalah mental yang dapat memicu euforia adalah gangguan bipolar, skizoferania, dan masalah pada otak lainnya.

Bipolar yang kita kenal adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami pergantian episode depresi dan mania. Fase depresi adalah kondisi dimana penderita bipolar merasa kesedihan mendalam hingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Sedangkan fase mania adalah kondisi dimana penderita bipolar memiliki energi yang luar bisa hingga sulit untuk dikendalikan. Euforia yang terjadi pada penderita bipolar umumnya muncul pada fase mania.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang memerlukan penanganan khusus. Kondisi ini ditandai dengan munculnya halusinasi, delusi, hingga perubahan perilaku pada penderita. Halusinasi dan delusi inilah yang bisa memicu euforia pada penderita skizofrenia.

Baca juga : Euforia Serta Dampak Terhadap Kehidupan

Euforia yang Dipicu Oleh Seks

Tidak bisa dipungkiri bahwa seks merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi sebagian besar orang. Saat melakukan hubungan seksual, seseorang akan merasakan sensasi yang membuat mereka merasa sangat bahagia atau dalam artikel ini kita kenal dengan istilah euforia. Tentu saja hal ini merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Selama hal tersebut masih berada dalam batas kendali kita.

Euforia yang Dipicu Oleh Olahraga

Selain euforia yang dipicu oleh seks, euforia yang dipicu oleh olahraga juga merupakan jenis euforia yang positif dan tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya saat berolahraga tubuh akan secara otomatis memproduksi hormon dopamin. Dimana hormon tersebut berperan dalam meningkatkan suasana hati seseorang.

Euforia yang Dipicu Oleh Zat-Zat Berbahaya

Mengkonsumsi zat-zat berbahaya memang sesuatu yang sangat dianjurkan untuk dihindari. Walaupun memang beberapa zat tersebut justru bisa memicu euforia. Namun sayangnya euforia yang terbentuk adalah euforia negatif yang justru akan membuat penderita berada dalam berbagai masalah. Zat-zat yang bisa memicu euforia diantaranya adalah kokain, metamfetamin, ekstasi (MDMA), ketamin, beberapa benzodiazepin, heroin, kodein, fentanil, ganja, dan lain sebagainya.

Itu dia beberapa jenis euforia berdasarkan faktor pemicunya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kepribadian Ekstrovert Beserta Mitos yang Beredar

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenali Jenis-Jenis Euforia Berdasarkan Faktor Pemicunya — DeepTalk