Deeptalk.co.id – Perilaku kompulsif pada anak adalah subjek yang penting dan sering kali mengkhawatirkan bagi orang tua serta pengasuh. Ini adalah perilaku yang muncul ketika seorang anak melakukan tindakan-tindakan berulang tanpa rencana yang jelas atau tujuan yang nyata. Meskipun sebagian besar anak mengalami perilaku kompulsif dalam beberapa tingkatan, dalam beberapa kasus, ini dapat menjadi sumber kekhawatiran yang signifikan.
Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan perilaku kompulsif pada anak, mengidentifikasi beberapa contoh perilaku tersebut, dan membahas bagaimana orang tua dan pengasuh dapat merespon serta mengelola perilaku ini dengan baik. Memahami lebih lanjut mengenai aspek ini adalah langkah pertama dalam membantu anak-anak kita mengatasi dan mengelola perilaku kompulsif sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara fisik dan emosional.
Perilaku Kompulsif Pada Anak

Perilaku kompulsif di masa kanak-kanak merupakan perilaku berulang yang dilakukan anak-anak untuk menghilangkan rasa cemas yang berlebihan. Hal ini bersifat unik karena si anak merasa bahwa mereka hanya ‘harus’ melakukan ritual atau rutinitas untuk merasa lebih baik.
Perilaku kompulsif yang bisa terjadi pada anak-anak ini dilakukan oleh mereka untuk mengurangi kecemasan, namun hal itu bukanlah solusi realistis untuk mengatasi pikiran atau dorongan yang tidak diinginkan. Kompulsinya meliputi tindakan seperti mencuci tangan, menghitung, memesan dan memeriksa. Anak kerap melakukan hal tersebut berdasarkan aturan ketat yang mereka tetapkan sendiri.
Menjadi sedikit terlalu terorganisir adalah satu hal. Lain halnya jika segala sesuatunya tidak teratur menyebabkan kesusahan yang luar biasa. Anak mungkin terobsesi dengan kebersihan atau kuman. Mereka mungkin mencuci tangan atau menggunakan pembersih berulang kali.
Atau bahkan mereka juga mungkin melakukan ritual berulang yang tampaknya tidak mempunyai tujuan. Anak mungkin terus-menerus ‘memeriksa’ kuman atau potensi bahaya. Karena kebiasaan kompulsif anak ini, mungkin Anda menjadi sering kehabisan tisu toilet, tisu, atau sabun pembersih.
Baca juga: Kemarahan Berlebihan dan Kesehatan Fisik: Dampak Negatifnya pada Tubuh
Gejala Kompulsif Anak

Ada beragam gejala atau tanda yang menunjukkan perilaku kompulsif pada anak. Mungkin setiap anak akan mengalami gejala yang berbeda antar satu sama lain, namun berikut ini adalah beberapa gejala umum yang bisa saja terjadi ketika anak terindikasi melakukan perilaku secara kompulsif.
1) Terlalu banyak mencuci tangan: tangan anak Anda mungkin pecah-pecah, pecah-pecah, atau berdarah
2) Cemas: anak Anda mengalami kecemasan yang luar biasa jika segala sesuatunya tidak ‘sebagaimana mestinya’
3) Perilaku memeriksa: anak Anda sering memeriksa dan menghitung sesuatu, seperti apakah mainannya sudah tersusun dengan benar, lacinya ditutup dengan benar, atau lampu di kamarnya dimatikan
4) Memiliki semacam ritual: anak Anda melakukan ritual berulang-ulang yang tidak ada gunanya, seperti berjalan di alun-alun, melompati celah di trotoar, menghitung mainannya, atau perlu menekan tombol lampu tujuh kali sebelum meninggalkan rumah
5) Mencari kuman: anak Anda takut terhadap kuman, dan perilaku ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Tentu saja, gejala-gejala ini dilebih-lebihkan bagi banyak anak selama pandemi dan setelahnya. Penting untuk meyakinkan anak Anda bahwa Anda aman dan sehat serta aman untuk keluar rumah, dengan melakukan tindakan pencegahan yang wajar
6) Berpegang teguh pada kekhawatiran: anak Anda tidak bisa melepaskannya ketika segala sesuatunya tidak berjalan sempurna atau tidak sesuai harapan
7) Mandi kompulsif: anak Anda mandi terlalu lama atau terlalu lama bersiap-siap di pagi hari
8) Sikap gelisah: anak Anda sering kali tampak gelisah dan kesal
Pola Perilaku Kompulsif vs. Perilaku Berulang

Kompulsif
Akibat perilaku kompulsif yang terjadi pada anak, mungkin Anda menemukan suatu perubahan pada diri anak baik secara fisik maupun aktivitasnya. Anak bisa saja mengalami kecemasan dari perilaku kompulsifnya ini sehingga menyebabkan mereka beberapa kali melewatkan acara atau aktivitas penting.
Kecemasan yang dialami seorang anak bisa sedemikian hebatnya sehingga mereka menjadi ‘beku’ atau agak lumpuh. Mereka tidak bisa berpartisipasi dalam kehidupan dengan cara yang sama seperti sebelum gejala-gejala ini muncul.
Saat mengidap perilaku kompulsif ini, anak mungkin harus menyelesaikan ritual atau rutinitas sebelum meninggalkan rumah. Misalnya, anak Anda mungkin memeriksa apakah semua peralatan telah dicabut dan semua lampu dimatikan sebelum meninggalkan rumah. Anda mungkin sering terlambat ke suatu tempat karena ritual ini.
Perilaku berulang
Tidak semua perilaku berulang merupakan suatu kompulsif. Beberapa perilaku repetitif dilakukan karena anak mempunyai minat yang spesifik dan intens. Menggulingkan mobil berulang kali karena Anda sangat menyukai mobil bukanlah suatu keharusan.
Perilaku berulang yang berkaitan dengan minat khusus cenderung berarti bahwa anak melakukan tindakan tersebut karena mereka menyukai atau menyukainya, bukan karena menghilangkan kecemasan. Perilaku seperti ini sering kali dikaitkan dengan Spektrum Autisme, sedangkan perilaku kompulsif sebagai respons terhadap obsesi yang tidak diinginkan jarang terjadi pada anak kecil dan merupakan gejala Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD). Gangguan Obsesif-Kompulsif paling sering dimulai pada masa dewasa. Hanya 25% kasus dimulai pada masa kanak-kanak, dan 25% laki-laki menunjukkan gejala sebelum usia 10 tahun (DSM-5, 2013).
Orang tua sering mengunjungi psikolog untuk bertanya, “Apakah anak saya menderita OCD?” Seringkali jawabannya adalah, “Tidak, kami melihat perilaku berulang yang mungkin merupakan bagian dari autisme,” ATAU “Tidak, perilaku ini terkait dengan kecemasan, bukan OCD.” Ketika orang tua mengunjungi dokter dengan kekhawatiran pada anak berusia 4 atau 5 tahun, OCD umumnya bukanlah jawabannya.
Seiring bertambahnya usia anak Anda, perhatikan setiap dorongan yang Anda perhatikan. Anda harus menghubungi ahli kesehatan mental atau psikiater anak jika hal tersebut signifikan.
Baca juga: Trichotillomania Bukan Termasuk OCD, Walaupun Gejalanya Ada Perilaku Kompulsif
Sumber:
Compulsive Behavior in Children: Types, Causes, What to Do – Cadey. (2023, September 1). Cadey. https://cadey.co/articles/compulsions
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



