Semua artikel
Emosi

Mengenal Tentang Self Harm dan Bahaya yang Ditimbulkan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah melihat orang dengan goresan luka di lengannya? Bisa jadi orang tersebut pernah menyakiti dirinya sendiri. Tindakan ini memang sedikit aneh, mengingat banyak orang yang berusaha untuk tetap menjadi sehat dan bugar.

Sayangnya, beberapa orang diluar sana sering kali menyakiti diri sendiri sekedar menjadi pelampiasan atas rasa sakit hati yang mereka alami. Tindakan semacam ini dikenal dengan istilah self harm.

Artikel ini akan membahas secara lebih detail mengenai self harm, hingga dampak jangka panjang yang ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki kebiasaan self harm.

Apa Itu Self Harm?

Self harm dalam artian singkat berarti menyakiti diri sendiri. Secara detailnya, self harm merupakan tindakan menyakiti diri sendiri dengan tujuan melampiaskan emosi, stress, dan perasaan-perasaan negatif lainnya.

Seseorang yang melakukan tindakan self harm melakukannya secara sadar dan tidak ada tujuan untuk bunuh diri. Kegiatan menyakiti diri sendiri ini hanya sebatas menyakiti atau melukai diri. Tindakan tersebut umumnya dilakukan oleh pada masa remaja dan dewasa awal.

Tindakan melukai diri sendiri tidak hanya berupa melukai lengan dengan benda tajam, namun tindakan seperti memukul dinding, mengkonsumsi alkohol, hingga obat-obatan terlarang juga merupakan bentuk dari self harm.

Ciri-Ciri Seseorang Melakukan Self Harm

Seperti yang diungkap oleh World Health Organization (WHO), seseorang yang melakukan self harm akan menunjukkan beberapa gejala fisik dan psikologis.

Ciri fisik yang ditunjukkan berupa banyaknya bekas luka di tubuh seseorang. Umumnya bekas luka terdapat di lengan. Seseorang yang melakukan self harm juga sering menggunakan pakaian tertutup untuk menutupi bekas luka yang ada pada tubuhnya.

Sedangkan ciri psikologis yang ditunjukkan bisa berupa adanya sikap tertutup dan cenderung menarik diri dari lingkungan. Hal ini cenderung dilakukan untuk menghindari perhatian dari orang lain. Selain itu, mereka juga kehilangan rasa percaya diri dan kehilangan motivasi.

Baca juga: Tanpa Disadari Tindakan Ini Merupakan Bentuk Dari Self Harm

Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm

Setiap orang yang melakukan self harm tentu memiliki alasan yang berbeda-beda. Namun, umumnya mereka coba untuk mengalihkan stress yang dialami menjadi rasa sakit pada bagian yang lain dari tubuhnya.

Selain sebagai pelampiasan stress, beberapa orang melakukan self harm diakibatkan oleh bentuk kebencian terhadap diri sendiri. Ketidak puasan akan hasil yang didapatkan dari diri sendiri membuat orang tersebut membenci dirinya. Dengan demikian, mereka akan merasa tidak berguna dan terus menerus menyakiti diri sendiri.

Selain kedua penyebab tersebut, setiap orang tentu memiliki penyebabnya masing-masing. Meski demikian, melakukan self harm tetap tidak akan menjadi solusi terbaik bagi masalah apapun itu.

Jenis-Jenis Self Harm

Tindakan self harm sendiri terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

Superficial self mutilation

Jenis self harm ini merupakan jenis self harm yang paling ringan dan cukup sering dijumpai. Meski demikian, hal tersebut bukanlah alasan untuk mengabaikan tindakan yang satu ini. Superficial self mutilation dilakukan secara sadar, misalnya dengan menyayat lengan dengan benda tajam, atau menjambak rambut sendiri sekeras mungkin.

Stereotypic self mutilation

Jenis self harm kedua ini bisa dibilang setingkat lebih parah dari jenis self harm sebelumnya. Pasalnya, tindakan melukai diri sendiri cenderung dilakukan secara berulang-ulang dan frekuensi yang cukup sering. Misalnya, memukul tembok berulang-ulang, atau membenturkan kepala berkali-kali.

Major self mutilation

Jenis self harm yang terakhir ini merupakan tindakan menyakiti diri sendiri yang paling ekstrim. Walaupun tidak berniat untuk mengakhiri hidup, namun pada jenis major self mutilation ini dilakukan dengan melukai salah satu organ tubuh. Tidak jarang tindakannya justru menimbulkan cedera yang cukup serius.

Dampak Self Harm

Sebelum memilih cara self harm sebagai metode pelampiasan emosi yang kamu rasakan, lebih baik kamu mengetahui bahaya jangka panjang yang ditimbulkan dari tindakan self harm, yaitu:

Berpotensi menjadi ketagihan

Walaupun cukup aneh mendengar seseorang merasa ketagihan untuk melukai diri sendiri, namun pada kenyataannya tindakan self harm ini memang menimbulkan ketagihan bagi para pelakunya. Tidak heran melihat mereka yang melakukan self harm justru melakukannya berulang kali.

Mengalami cedera yang serius

Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu jenis self harm berpotensi untuk mencederakan salah satu organ yang kamu miliki. Walau tidak menghilangkan nyawa, namun bukan berarti kamu akan hidup dengan baik.

Perasaan bersalah

Walaupun tindakan self harm dilakukan secara sadar, namun mereka tetap merasa bersalah setelah melakukan tindakan tersebut. Namun saat sudah ketagihan, mereka tidak mampu untuk mengabaikan keinginan untuk melukai diri sendiri lagi.

Luka yang membekas

Cukup banyak pelaku self harm yang memiliki banyak goresan bekas luka di lengannya. Hal tersebut tentu akan memperburuk penampilan. Selain itu, rasa percaya diri juga akan menurun. Terutama saat luka tersebut tidak tertutupi.

Selain beberapa dampak di atas, masih banyak lagi dampak jangka panjang yang timbul akibat melakukan self harm. Untuk itu, berhentilah dari sekarang dan carilah pelampiasan emosi yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Personality Disorder: Seberapa Serius Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif?

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Tentang Self Harm dan Bahaya yang Ditimbulkan — DeepTalk