Semua artikel
Sifat

Mengenal Sifat Keras Kepala Dalam Kacamata Psikologis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu bernah bertemu dengan orang yang memiliki sifat keras kepala? Atau justru sifat tersebut ada pada dirimu? Istilah keras kepala sendiri tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Banyak orang yang melabeli orang lain atau dirinya sendiri dengan istilah tersebut, untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki kecenderungan untuk tidak mendengarkan atau menuruti nasehat orang lain. Lantas, apa sebenarnya keras kepala itu?

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai sifat keras kepala dan kacamata psikologis. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu merasa memiliki masalah dengan kondisi mental mu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Keras Kepala

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kepala memang memiliki tekstur yang keras karena memang banyak sekali organ-organ penting yang perlu untuk dilindungi di dalamnya. Namun, istilah keras kepala bukan menggambarkan hal tersebut, melainkan menggambarkan sebuah sifat seseorang yang memiliki kecenderungan untuk menolak pendapat orang lain. Selain itu dituliskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang disingkat dengan KBBI bahwa, keras kepala adalah sifat tidak mau menuruti nasihat orang lain. Selain dikenal dengan keras kepala, orang dengan sifat yang satu ini juga dikenal dengan istilah kepala batu.

Orang dengan watak keras kepala memiliki watak yang sangat keras. Mereka menolak semua pandangan yang bertentangan dengan pandangan pribadinya. Hal inilah yang membuat mereka enggan untuk mengalah. Bahkan dilansir dari artikel terbitan kumparan.com, orang-orang keras kepala menganggap mengalah merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh.

Dari banyak orang yang memahami bahwa sifat keras kepala merupakan sifat yang 100% negatif karena dianggap sebagai sesuatu yang menghambat perkembangan. Pandangan semacam ini dipatahkan oleh pernyataan seorang peneliti sekaligus Psikolog Klinis dari Psychology Today bernama Alice Boyes. Dimana beliau menyatakan bahwa orang dengan sifat keras kepala memiliki kreativitas yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan sikap pantang mundur mereka dalam mempertahankan apa yang menjadi pandangan dan pendapat mereka.

Baca juga : Jangan Ragu Untuk Meminta Maaf! Ini Dia Manfaat Psikologisnya

Penyebab Keras Kepala

Orang-orang yang memiliki watak keras kepala tentu tidak terbentuk begitu saja, melainkan disebabkan oleh berbagai faktor yang cukup beragam. Watak keras kepala ini sering kali muncul untuk mempertahankan suatu pendapat. Dengan demikian, orang tersebut sedang berhadapan dengan situasi atau orang yang memiliki pendapat berbeda dengannya. Selain itu, keras kepala juga sering kali menjadi pertanda kecemasan yang dialami oleh seseorang. Namun ada juga yang mengatakan bahwa sifat keras kepala ini tumbuh akibat meragukan kemampuan yang mereka miliki sendiri.

Banyak sekali pendapat mengenai penyebab dari sifat keras kepala ini. Berikut beberapa penyebab lain yang dapat membentuk seseorang dengan sifat keras kepala:

Kondisi keluarga yang tidak harmonis

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang didapatkan seseorang saat mulai memasuki kehidupan di dunia. Dengan demikian, kondisi keluarga tentu akan berpengaruh dalam berbagai aspek perkembangan anak, termasuk pada kepribadian yang dimiliki anak.

Anak yang tumbuh dan besar di tengah keluarga yang tidak harmonis dapat memingkinkan mereka memiliki watak yang keras kepada. Biasanya hal ini dipelajari dari orang-orang dewasa yang ada di keluarganya, bisa jadi Ayah, Ibu, atau saudara lainnya.

Masalah pengendalian emosi

Selain kondisi keluarga yang tidak harmonis, sifat keras kepala juga bisa dipengaruhi oleh masalah pengendalian emosi. Seperti yang kita ketahui, salah satu perkembangan yang terjadi pada masa kanak-kanak adalah perkembangan emosi. Saat perkembangan tersebut tidak berlangsung dengan baik, maka anak akan mengalami masalah dalam pengendalian emosinya di masa yang akan datang.

Masalah pengendalian emosi ini merupakan masalah kesehatan mental yang perlu penanganan secara medis. Biasanya orang dengan masalah pengendalian emosi memiliki watak yang keras, suka merusak barang, kasar, keras kepala itu sendiri, dan lain sebagainya.

Trauma

Orang-orang yang pernah mengalami kejadian traumatis di masa lalu akan sedikit banyak mendapatkan dampak negatif bagi diri sendiri di masa yang akan datang jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu dampak dari trauma adalah membentuk seseorang dengan watak yang keras kepala.

Contoh trauma yang dapat membentuk watak keras kepala adalah minimnya kepercayaan yang mereka dapatkan dari orang-orang disekitarnya. Hal tersebut akan membuat seseorang tumbuh dengan penuh kegigihan dalam mempertahankan argumen atau pendapatnya, atau yang kita kenal dengan istilah keras kepala.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai sifat keras kepala. Dapat disimpulkan bahwa keras kepala bukan sifat yang 100% negatif, namun juga bukan alasan untuk dipertahankan. Keras kepala juga disebabkan oleh berbagai hal mulai dari trauma, keluarga yang tidak harmonis, dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tips Menghilangkan Pikiran Negatif yang Mengganggu

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Sifat Keras Kepala Dalam Kacamata Psikologis — DeepTalk