Semua artikel
Emosi

Mengenal Perbedaan Antara Lowkey dan Highkey: Bagaimana Gen Z Menggunakan Bahasa Emosi untuk Mengungkapkan Perasaan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Jika kamu seorang gen z, mungkin istilah lowkey dan highkey sudah tidak asing lagi. Namun, untuk para generasi sebelumnya bisa jadi istilah tersebut terdengar aneh atau tidak familiar. Bagaimana tidak, istilah lowkey dan highkey memang baru populer di era gen z. Walaupun tentu tidak semua gen z memahami dengan benar seperti apa lowkey dan highkey itu.

Untuk memahami tentang seperti apa lowkey dan highkey. Artikel kali ini akan secara khusus membahas seputar lowkey dan highkey. Khususnya untuk kasus lowkey dan highkey pada gen z. Namun perlu diingat bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami masalah kesehatan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Lowkey?

Casual man and woman talking happily while drink coffee

Pada dasarnya baik itu lowkey maupun highkey adalah istilah yang sangat populer dikalangan gen z. Istilah tersebut biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengertian dari lowkey memiliki beberapa perspektif. Misalnya menurut Urban Dictionary, lowkey memiliki arti ketenangan. Dalam perspektif ini istilah lowkey digunakan untuk menggambarkan keinginan atau emosi tidak secara lugas atau diam-diam. Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, lowkey memiliki arti sederhana atau tidak menarik perhatian. Dalam perspektif ini istilah lowkey memiliki makna perasaan yang tidak ingin menjadi pusat perhatian karena hal tertentu.

Istilah lowkey memang cukup sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, khususnya para gen z. Seseorang yang menggunakan istilah lowkey seakan ingin memberitahu orang lain terkait emosi atau perasaan dengan cara yang tidak lugas atau tidak terlalu jelas. Istilah lowkey biasanya digunakan para gen z dalam percakapan sehari-hari. contohnya, “aku lowkey dengan acara tadi", artinya aku senang dengan acara tadi, tapi aku tidak begitu ingin menunjukkan rasa senang ku.

Apa Itu Highkey?

Casual man and woman talking happily while drink coffee

Selain istilah lowkey, para gen z juga sering menggunakan istilah highkey sebagai bahasa gaul mereka. Walaupun bahasa gaul, namun istilah ini pada dasarnya merupakan upaya untuk menyampaikan emosi dan perasaannya. Istilah highkey merupakan antonim dari lowkey. Jika lowkey berhati-hati atau tidak jelas dalam menyampaikan emosi dan perasaan. Highkey tentang bagaimana seseorang menyampaikan perasaannya dengan jelas, lugas, penuh semangat, dan terbuka.

Istilah highkey biasanya digunakan untuk menyampaikan emosi atau perasaan dengan tujuan orang lain mengetahui apa yang mereka alami. Istilah highly biasa digunakan para gen z dalam percakapan sehari-hari. Contohnya "aku highkey tidak suka dengan makeup mu hari ini", artinya aku tidak suka dengan makeup mu hari ini, dan aku ingin kamu benar-benar mengetahuinya".

Baca juga: Cara Mengenali dan Menghadapi Gaslighting pada Gen Z dalam Hubungan Romantis

Kesamaan dan Perbedaan Lowkey dan Highkey

Casual man and woman talking happily while drink coffee and looking mobile phone

Dari pengertian lowkey dan highkey sebenarnya kita sudah bisa melihat kesamaan maupun perbedaan dari keduanya. Dimana lowkey dan highkey sama-sama istilah baru atau bahasa gaul yang sering digunakan oleh para gen z untuk menggambarkan emosi atau perasaan mereka.

Adapun perbedaan dari lowkey dan highkey bisa dilihat dari maksud mereka dalam menyampaikan emosi atau perasaannya. Dimana istilah lowkey bertujuan agar orang lain mengetahui emosi atau perasaannya secara diam-diam, atau disampaikan secara tidak lugas. Sedangkan istilah highkey digunakan untuk menyampaikan emosi dan perasaan dengan lugas, jelas, dan terbuka.

Hubungan Lowkey dan Highkey dengan Kesehatan Mental

Asian couple enjoy traveling sitting at coffee shop

Uniknya, istilah yang populer di kalangan para gen z ini rupanya memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Berikut beberapa hubungan lowkey dan highkey dengan kesehatan mental:

Media mengekspresikan emosi

Dengan menggunakan istilah lowkey dan highkey, para gen z bisa mengekspresikan emosi dan juga perasaanya. Seperti yang kita ketahui, masih sedikit orang di generasi sebelumnya yang kebingungan bagaimana cara mengekspresikan emosinya. Namun sayangnya, penggunaan istilah lowkey dan highkey bisa membuat para gen z tidak mengenali emosi yang sebenarnya. Dimana hal tersebut bisa berdampak terhadap gangguan mental.

Media untuk berkomunikasi

Istilah lowkey dan highkey juga bisa menjadi media untuk berkomunikasi bagi para gen z. Hal ini tentu akan baik untuk kehidupan sosial gen z. Namun, penggunaan istilah lowkey dan highkey yang berlebihan terkadang justru menimbulkan kesalahpahaman yang bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Resiko gangguan mental

Berlebihan dalam penggunaan istilah lowkey dan highkey juga bisa meningkatkan resiko gangguan mental. Misalnya lebih beresiko mengalami stress, gangguan kecemasan, bahkan depresi. Pasalnya, penggunaan istilah lowkey dan highkey yang berlebihan bisa memicu kesulitan dalam mengungkap emosi.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai lowkey dan highkey pada gen z, dan hubungannya dengan kesehatan mental. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental akibat penggunaan istilah lowkey dan highkey yang berlebihan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kamu juga bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk bertemu dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengapa Prokrastinasi pada Gen Z Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

 

Sumber:

Wijana, I. D. (2019). Analisis Semantik Istilah Lowkey dan Highkey dalam Bahasa Inggris. Linguistik Indonesia, 37(2), 147-158.

Sutopo, H. B. (2020). Penggunaan Istilah Lowkey dan Highkey dalam Media Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 1-12.

Rohmawati, R. (2018). Analisis Pragmatik Istilah Lowkey dan Highkey dalam Bahasa Inggris. Jurnal Bahasa dan Sastra, 20(2), 123-134.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Perbedaan Antara Lowkey dan Highkey: Bagaimana Gen Z Menggunakan Bahasa Emosi untuk Mengungkapkan Perasaan — DeepTalk