Deeptalk.co.id – Jika kalian perhatikan, akhir-akhir ini banyak sekali istilah baru yang muncul. Khususnya istilah-istilah psikologis. Tentu hal ini dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, dan kemudahan mengakses informasi. Salah satu generasi yang paling berperan dalam mempopulerkan banyak sekali istilah psikologis di era modern ini adalah mereka para gen z. Gen z sendiri adalah generasi yang lahir pada rentan tahun 1997-2012. Artinya, generasi ini memang lahir saat perkembangan teknologi sedang pesat-pesatnya.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai macam-macam istilah psikologis modern yang populer di era gen z. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami masalah kesehatan mental, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan psikologis dengan psikolog atau psikiater. Dari pemeriksaan tersebut kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa istilah psikologis modern yang populer diera gen z:
Attachment Style

Istilah pertama adalah attachment style atau gaya ikatan, yaitu pola perilaku atau emosi yang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain, khususnya interaksi yang dialami pada masa kanak-kanak. Dimana, hal tersebut cukup mempengaruhi kemampuan intrapersonal dan kesehatan mental seseorang.
Attachment style dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya pengalaman masa kanak-kanak, hubungan dengan orang tua, pengalaman traumatis, kondisi kesehatan mental, dan juga genetik. Attachment style juga perlu diperhatikan, karena hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatan mental, hubungan interpersonal, kepuasan hidup, kemampuan mengelola emosi, dan perilaku sosial seseorang.
Trauma

Istilah kedua adalah trauma atau pengalaman traumatis, yaitu kondisi dimana seseorang pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan dan mampu mempengaruhi kesehatan mental serta emosional seseorang.
Trauma pada dasarnya bukan istilah baru dalam dunia psikologis. Hanya saja, perkembangan informasi dan kepedulian para gen z akan kesehatan mental, membuat istilah ini kembali populer. Selain itu, banyaknya bencana yang muncul juga membuat pembahasan terkait trauma menjadi populer akhir-akhir ini.
Trauma sendiri pada dasarnya terbagi atas beberapa jenis, yaitu:
· Trauma fisik, yaitu trauma yang mencakup kekerasan, kecelakaan, dan hal-hal lainnya yang mempengaruhi kondisi fisik seseorang.
· Trauma emosional, yaitu trauma yang mencakup penolakan, pelecehan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kondisi emosi seseorang.
· Trauma psikologis, yaitu trauma yang mencakup penyiksaan, perang, dan hal lain yang mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.
· Trauma kompleks, yaitu pengalaman traumatis yang terjadi secara berulang.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Kesehatan Mental yang Populer di Era Gen Z
Neuroplastisitas

Istilah ketiga adalah neuroplastisitas atau kemampuan otak dalam beradaptasi. Seperti namanya, neuroplastisitas memang berhubungan dengan kondisi neuro atau otak manusia. Konsep mengenai neuroplastisitas ini membantah pandangan terkait otak merupakan struktur yang tetap dan tidak berubah.
Istilah neuroplastisitas mungkin masih asing bagi beberapa orang. Meski demikian, istilah yang satu ini cukup populer di kalangan gen z, khususnya mereka yang fokus dalam mengembangkan kemampuan psikologis. Istilah neuroplastisitas juga sering digunakan dalam dunia profesional psikologis.
Banyak faktor yang mempengaruhi neuroplastisitas, misalnya pengalaman belajar seseorang, latihan dan olahraga, meditasi dan mindfulness, kualitas tidur, konsumsi makanan yang bergizi seimbang, stress, dan masih banyak lagi.
Dunning Kruger Effect

Istilah keempat adalah dunning kruger effect atau efek dunning kruger. Dunning kruger effect merupakan salah satu fenomena psikologis, dimana hal tersebut menggambarkan pikiran seseorang yang merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan atau pengetahuan yang tinggi, namun kenyataannya tidak seperti itu. Artinya, seseorang yang mengalami dunning kruger effect mengalami kesalahan dalam menilai kemampuannya sendiri.
Walaupun dunning kruger effect ini terdengar cukup sederhana, namun kondisi tersebut bisa berdampak fatal dalam kehidupan sehari-hari. Dunning kruger effect bisa membuat seseorang salah mengambil keputusan, mengalami kegagalan, konflik dengan orang lain, bahkan kehilangan kesempatan.
Istilah dunning kruger effect ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1999. Namun, istilah tersebut menjadi semakin populer sejak tahun 2015 hingga saat ini. Istilah dunning kruger effect juga menjadi topik pembahasan yang populer di sosial media, berbagai acara TV, podcast, dan masih banyak lagi.
Confirmation Bias

Istilah kelima adalah confirmation bias atau bias konfirmasi. Istilah yang satu ini pada dasarnya berhubungan dengan pola pikir dan kemampuan seseorang dalam mencerna sebuah informasi. Confirmation bias merupakan istilah untuk menggambarkan kecenderungan seseorang dalam menafsirkan dan mengingat informasi yang mendukung hipotesis, namun mengabaikan informasi yang bertentangan dengan hipotesis tersebut.
Pada dasarnya, untuk mengambil kesimpulan dari sebuah hipotesis, kita juga perlu mencerna informasi yang bertentang dengan hipotesis itu. Fungsinya untuk sebagai perbandingan, dan bisa mengambil keputusan yang lebih bijak. Sayangnya, tidak sedikit gen z yang hanya melihat sebuah kondisi dari satu sudut pandang saja. Hal inilah yang membuat istilah terkait confirmation bias menjadi populer kembali akhir-akhir ini.
Itu dia beberapa istilah mengenai psikologis modern yang populer di era gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Perilaku yang Populer di Era Gen Z
Sumber:
Ainsworth, M. D. S. (1978). Patterns of Attachment: A Psychological Study.
American Psychological Association (APA). (2020). Trauma.
World Health Organization (WHO): Neuroplastisitas.
Dunning, D., & Kruger, J. (1999). Unskilled and Unaware of It: How Difficulties in Recognizing One's Own Incompetence Lead to Inflated Self-Assessments.
American Psychological Association (APA). (2020). Confirmation Bias.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



