Semua artikel
Perilaku

Mengenal Macam-Macam Istilah Perilaku yang Populer di Era Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap generasi memiliki waktu kejayaannya masing-masing, dan bisa jadi saat ini adalah waktu untuk generasi z atau yang biasa dikenal dengan gen z. Gen z bisa dikatakan sebagai generasi yang sangat beruntung. Mereka lahir pada masa perkembangan teknologi yang sangat pesat. Maka tidak heran jika mereka sudah terbiasa menggunakan perangkat komputer, handphone, dan berbagai teknologi canggih lainnya.

Perkembangan teknologi tentu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi inilah yang membuat ilmu pengetahuan semakin mudah untuk diakses. Dengan demikian, para gen z memiliki fasilitas canggih untuk mengakses banyak sekali ilmu pengetahuan. Hal ini jugalah yang pada akhirnya menghadirkan banyak sekali istilah-istilah unik dikalangan gen z.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai macam-macam istilah yang populer di kalangan gen z, khususnya yang berhubungan dengan perilaku manusia. Beberapa istilah bisa jadi benar-benar baru, dan beberapa lainnya sudah lama ada namun kembali booming di era gen z.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu merasa mengalami beberapa masalah kesehatan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Berikut beberapa istilah terkait perilaku yang populer di era gen z:

Toxic Relationship

Toxic relationship illustration

Istilah pertama adalah toxic relationship atau hubungan beracun. Saat ini gen z memang sudah memasuki dunia sosial yang lebih dalam. Mereka akan membangun relasi dengan banyak orang, seperti teman sekolah, rekan kerja, termasuk menjalin hubungan romantis. Mungkin hal inilah yang membuat istilah toxic relationship kembali muncul di permukaan.

Toxic relationship pada dasarnya bukanlah istilah yang baru. Toxic relationship sendiri menggambarkan sebuah hubungan yang tidak sehat, dimana dalam hubungan tersebut terdapat seseorang yang dirugikan. Dirugikan dalam hal ini cukup luas, bisa dari segi merusak kondisi psikologis, kekerasan fisik, kekerasan financial, dan masih banyak lagi.

Toxic relationship juga tidak hanya tentang hubungan romantis, melainkan juga terkait hubungan antar rekan kerja, hubungan pertemanan, bahkan hubungan antara orang tua dan anak. Kondisi toxic relationship cukup mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Maka dari itu walaupun sulit, berusaha untuk lepas dari toxic relationship merupakan hal yang tepat.

Gaslighting

Toxic relationship illustration

Istilah kedua adalah gaslighting, yaitu taktik manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang untuk membuat orang lain meragukan kemampuan, ingatan, atau persepsi yang mereka miliki. Sebelumnya istilah gaslighting memang hanya digunakan di dunia psikologis secara profesional. Namun, gen z dengan segudang informasi yang bisa mereka akses dengan mudah, bahkan menggunakan istilah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

People Pleasing

Flat people asking questions illustration

Istilah ketiga adalah people pleasing, yaitu istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang yang rela mengorbankan segala yang mereka miliki untuk kebutuhan orang lain. Seorang people pleasing memiliki kecenderungan untuk sulit menolak permintaan orang lain, takut menyinggung orang lain, dan merasa bersalah jika menolak permintaan orang lain. Para gen z mengenal perilaku tersebut dengan istilah people pleasing, sedangkan generasi sebelumnya mengenalnya dengan istilah “tidak enakan”.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Emosi yang Populer di Era Gen Z

Self Care

Group of girlfriends planning party on tropical beach illustration

Istilah keempat adalah self care, yaitu sebuah upaya untuk menjaga kesehatan fisik, mental, emosional, dan spiritual yang kita miliki. Selain istilah self care, self healing juga tentu merupakan istilah yang populer di kalangan gen z. Namun tahukah kamu bahwa self healing ini merupakan salah satu tindakan self care.

Mindfulness

Fear of missing out vs joy of missing out

Istilah kelima adalah mindfulness, yaitu istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang untuk mencapai kesadaran penuh (full awareness) akan pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh yang pada saat itu dirasakan. Perilaku mindfulness ini memberikan banyak sekali manfaat untuk kondisi mental seseorang. Maka tidak heran, gen z yang merupakan generasi peduli akan kesehatan mental, sangat familiar dengan istilah yang satu ini.

Resilience

Coaches concept illustration

Istilah keenam adalah resilience, yaitu istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang dalam menghadapi kesulitan, stress, atau trauma, juga upaya untuk pulih dari kondisi tersebut. Tidak hanya itu, resilience juga merupakan perilaku untuk mengembangkan diri, dan belajar dari pengalaman.

Emotional Intelligence

Flat world mental health day background

Istilah ketujuh adalah emotional intelligence atau yang juga dikenal dengan kecerdasan emosional. Emotional intelligence merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali, memahami, mengelola, dan mengatur emosi yang mereka miliki. Kecerdasan emosional ini tidak kalah penting dari kecerdasan intelektual. Seperti yang kita ketahui, para gen z memang memiliki pola pikir yang lebih jauh dari generasi sebelumnya yang beranggapan bahwa kecerdasan intelektual diatas segalanya.

Prokrastinasi

Discarded idea concept illustration

Istilah kedelapan adalah prokrastinasi, yaitu perilaku menunda pekerjaan. Istilah ini sebenarnya bukan istilah yang baru lagi. Hanya saja sama dengan beberapa istilah sebelumnya, prokrastinasi juga dulunya hanya digunakan oleh profesional. Saat ini, gen z dengan pengetahuan mereka juga sudah cukup sering menggunakan istilah prokrastinasi.

Imposter Syndrome

Introversion, agoraphobia, public spaces phobia. Mental illness, stress. Social anxiety disorder, anxiety screening test, anxiety attack concept. Pinkish coral bluevector isolated illustration

Istilah kesembilan adalah imposter syndrome atau juga dikenal dengan sindrom penipu. Imposter syndrome merupakan kondisi psikologis dimana seseorang merasa tidak memiliki kompetensi yang cukup dalam bidang yang sedang mereka kerjakan. Kondisi semacam ini seringkali membuat seseorang merasa tidak percaya diri, sulit menerima pujian, dan masih banyak lagi.

Overachievement

Teamwork to reach business success for trophy Global business companies corporate employees are always competing for higher and better positions Business concept of goals success

Istilah kesepuluh adalah overachievement, yaitu istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memaksakan diri agar bisa mencapai kesuksesan melebihi kemampuan yang mereka miliki. Walaupun terdengar baik, namun perilaku ini kerap kali membuat stress berlebih, memicu kecemasan, dan berbagai masalah mental lainnya. Kabar buruknya, tingginya persaingan di era gen z, membuat mereka banyak melakukan overachievement.

Itu dia macam-macam istilah terkait perilaku yang populer di era gen z. Tentunya masih banyak lagi istilah lainnya, mengingat gen z yang memiliki pemikiran kreatif dan imajinatif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Gangguan Mental yang Populer di Era Gen Z

 

Sumber:

Stern, R. (2018). The Gaslight Effect. Penguin Books.

World Health Organization (WHO). (2019). Mental Health.

American Psychological Association (APA). (2020). People-Pleasing.

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-Based Interventions in Context. Clinical Psychology: Science and Practice.

Werner, E. E. (1993). Risk, Resilience, and Recovery. Journal of Adolescent Health.

Clance, P. R., & Imes, S. A. (1978). The Impostor Phenomenon in High Achieving Women.

Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The Measurement of Experienced Burnout.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Macam-Macam Istilah Perilaku yang Populer di Era Gen Z — DeepTalk