Deeptalk.co.id – Kesehatan mental merupakan salah satu fokus utama bagi para gen z. Hal ini tentu berbeda dari generasi sebelumnya yang hanya memperhatikan kesehatan fisik saja. Bagi sebagian besar gen z, kesehatan mental memiliki posisi yang sama dalam prioritas mereka. Maka tidak heran jika terdapat banyak sekali istilah-istilah terkait kesehatan mental yang populer di era gen z.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai istilah-istilah terkait kesehatan mental yang populer di era gen z. Perlu diketahui bahwa beberapa istilah mungkin sudah ada sejak dulu, namun kembali populer di eran gen z ini.
Artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala gangguan mental, segera lakukan konsultasi psikologis dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa istilah terkait kesehatan mental yang populer di era gen z:
Self Compassion

Istilah pertama adalah self compassion atau kasih sayang diri, yaitu upaya seseorang dalam memperlakukan diri sendiri secara baik, penuh pengertian, terutama saat sedang dalam kondisi kesulitan atau kegagalan. Seperti yang dipaparkan di awal, gen z adalah generasi yang peduli akan kesehatan mental. Maka dari itu, banyak gen z yang mempraktekkan self compassion, terutama saat mereka sedang dalam keadaan terpuruk.
Gratitude

Istilah kedua adalah gratitude atau rasa syukur. Pada dasarnya gratitude bukanlah istilah baru. Namun, akhir-akhir ini para gen z cukup mempopulerkan kembali istilah tersebut. Tidak hanya dalam kondisi-kondisi tertentu, istilah gratitude bahkan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Gratitude sendiri merupakan perasaan positif atau apresiasi terhadap pengalaman, seseorang, atau situasi yang sedang dihadapi. Rasa syukur ini mampu membuat seseorang meningkatkan mood atau suasana hati. Sebagai gen z yang peduli akan kesehatan mental, tentu gratitude memiliki nilai plus tersendiri dalam dirinya.
Positive Vibes

Istilah ketiga adalah positive vibes atau getaran positif. Istilah yang satu ini memang cukup sering menjadi pembahasan di kalangan para gen z. Banyak gen z yang berlomba-lomba untuk menjadi seseorang dengan positive vibes. Positive vibes sendiri adalah energi atau aura positif. Orang-orang dengan positive vibes ini cenderung menjadi pribadi yang menyenangkan, membawa kebahagiaan, dan mampu menciptakan lingkungan yang baik dan seimbang.
Mindful Parenting

Istilah keempat adalah mindful parenting, yaitu salah satu metode parenting yang menggabungkan kesadaran, penerimaan, dan penghargaan terhadap pengalaman yang anak miliki, dengan yang orang tua miliki. Seperti yang kita ketahui, beberapa gen z sudah mulai memasuki kehidupan berumah tangga. Kabar baiknya, banyak diantara mereka yang memperhatikan kondisi psikologis keluarga. Maka tidak heran jika istilah mindful parenting menjadi populer di kalangan mereka.
Emotional Regulation

Istilah kelima adalah emotional regulation atau pengaturan emosi. Walaupun generasi sebelumnya mengenal gen z adalah generasi dengan kondisi psikologis yang rentan, namun kenyataannya gen z justru cenderung memiliki emosi yang lebih stabil. Hal ini tentu karena para gen z sudah melek akan informasi, salah satunya tentang emotional regulation. Emotional regulation sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali, memahami, mengelola, dan mengatur emosi.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Perilaku yang Populer di Era Gen Z
Emotional Manipulation

Istilah keenam adalah emotional manipulation atau manipulasi emosi. Masih berhubungan dengan emosi juga. Hal ini tidak mengherankan jika mengingat emosi memang berperan penting dalam kesehatan mental, dan gen z adalah generasi yang peduli akan kesehatan mental. Emotional manipulation adalah sebuah upaya untuk mengontrol atau memanipulasi emosi seseorang untuk mencapai tujuan pribadi. Upaya ini sering kali dilakukan dengan cara yang tidak pantas.
Love Bombing

Istilah ketujuh adalah love bombing atau pemboman cinta. Gen z memang sudah memasuki usia remaja dan dewasa. Maka dari itu, tidak heran jika banyak istilah-istilah terkait percintaan yang muncul. Salah satunya love bombing ini. Love bombing sendiri merupakan salah satu upaya memanipulasi emosi seseorang untuk mendapatkan perhatian, cinta, atau kasih sayang dari orang tersebut. Namun, tujuan dari love bombing sendiri lebih kearah untuk bisa mengontrol atau mempengaruhi korbannya.
Ghosting

Istilah kedelapan adalah ghosting atau menghilang. Ghosting juga merupakan istilah yang seringkali berhubungan dengan hubungan asmara. Dimana ghosting sendiri merupakan perilaku mengakhiri sebuah hubungan secara sepihak, dengan langsung menghilang tanpa memberikan alasan terlebih dahulu. Perilaku yang satu ini kerap kali membuat pasangannya merasa diabaikan, ditolak, dan bahkan tidak dihargai.
Healing Journey

Istilah kesembilan adalah healing journey atau perjalanan penyembuhan. Kepedulian akan kesehatan mental yang dialami oleh para gen z tidak lepas dari banyaknya tekanan yang mereka alami. Artinya, masalah kesehatan mental tetap bisa saja mereka alami. Namun sisi baiknya, mereka lebih paham bagaimana cara untuk pulih dari masalah mental itu. Upaya untuk pulih inilah yang dikenal dengan istilah healing journey.
Moving On

Istilah kesepuluh adalah moving on atau melanjutkan hidup. Hampir sama dengan istilah sebelumnya, moving on juga merupakan salah satu upaya untuk pulih dari berbagai masalah kesehatan mental yang dialami. Moving on adalah proses yang dilalui seseorang untuk melepaskan emosi negatif dan kembali bangkit untuk bisa merasakan hal-hal positif.
Itu dia beberapa istilah terkait kesehatan mental yang populer di era gen z. Tentunya masih banyak istilah lainnya yang belum tercantum dalam artikel ini. Namun, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang kamu butuhkan.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Emosi yang Populer di Era Gen Z
Sumber:
Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: An Alternative Conceptualization of Positive Self-Regard. Psychological Inquiry.
Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting Blessings Versus Burdens. Journal of Personality and Social Psychology.
American Psychological Association (APA): Positive Psychology.
Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Emotion Regulation: Conceptual Foundations.
American Psychological Association (APA). (2020). Emotional Manipulation.
Mongeau, P. A., & Henningsen, M. L. M. (2018). Exploring Ghosting.
Herman, J. L. (2015). Trauma and Recovery.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



