Deeptalk.co.id – Membahas tentang gen z rasanya kurang jika kita tidak membahas terkait kondisi kesehatan mental mereka. Walaupun gen z memang lahir di era perkembangan teknologi, dan banyak kemudahan yang mereka lalui, namun tentu ada hambatan yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Hal inilah yang membuat kondisi mental para gen z cukup seru untuk menjadi sebuah topik pembahasan.
Kemudahan para gen z untuk mengakses informasi, membuat mereka memiliki pikiran yang terbuka. Mereka tidak hanya fokus dengan kondisi kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Dengan demikian, banyak sekali istilah-istilah yang sebelumnya memang sudah ada, namun menjadi lebih eksis lagi di era gen z.
Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai macam-macam istilah terkait emosi yang populer di era gen z. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut beberapa istilah terkait emosi yang populer di era gen z:
Mood Swing

Istilah terkait emosi pertama yang populer di era gen z adalah mood swing. Mood swing merupakan kondisi dimana seseorang mengalami perubahan suasana hati yang sangat signifikan, dari emosi positif ke negatif, atau sebaliknya.
Pada dasarnya, mood swing merupakan kondisi psikologis yang normal. Orang yang mengalami mood swing bukan berarti mengalami gangguan mental tertentu. Namun ada kalanya mood swing yang dialami justru menandakan adanya masalah kesehatan mental. Maka dari itu, penting untuk para gen z memahami mana mood swing yang normal, dan mana mood swing yang abnormal.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Istilah Gangguan Mental yang Populer di Era Gen Z
Overthinking

Istilah terkait emosi yang populer di era gen z kedua adalah overthinking. Overthinking adalah kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan untuk memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sama halnya dengan mood swing, overthinking tidak selalu tentang gangguan mental. Ada kalanya dimana seseorang mengalami overthinking yang normal, ada kalanya kondisi tersebut juga bisa mengganggu kondisi mentalnya.
Burnout

Istilah terkait emosi yang populer di era gen z ketiga adalah burnout. Burnout adalah istilah yang diberikan untuk menggambarkan stress berlebih akibat pekerjaan. Mengingat para gen z sudah mulai memasuki dunia kerja, istilah yang satu ini tentu menjadi populer di kalangan mereka.
Kondisi burnout ini bisa membuat para gen z mengalami penurunan produktifitas, kelelahan yang kronis, kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental lainnya. Maka dari itu, banyak diantara para gen z yang menggunakan istilah healing untuk mengantisipasi kondisi burnout tadi. Mengingat dampak yang diberikan cukup berbahaya.
FOMO

Istilah terkait emosi yang populer di era gen z keempat adalah FOMO. FOMO atau fear of missing out adalah kondisi dimana seseorang mengalami rasa takut akan ketinggalan trend. FOMO merupakan istilah yang cukup baru. Istilah yang satu ini lahir seiring dengan perkembangan sosial media.
Dengan sosial media, seseorang akan dengan mudah mengetahui trend-trend terbaru. Banyak diantara para gen z yang takut akan ketinggalan trend tersebut dengan berbagai alasan. Misalnya karena takut berbeda dengan lingkungan, rasa ingin diterima, atau sekedar ingin menunjukan eksistensi yang mereka miliki.
Lowkey / Highkey

Istilah terkait emosi yang populer di era gen z kelima adalah lowkey dan highkey. Kedua istilah ini memang sangat eksis di kalangan gen z. Bahkan bagi generasi sebelumnya, istilah lowkey dan highkey tentu merupakan istilah yang cukup asing.
Lowkey merupakan istilah untuk menggambarkan perilaku secara diam-diam, tidak terbuka, tersembunyi, dan rahasia. Sedangkan highkey merupakan kebalikan dari lowkey. Highkey merupakan istilah untuk menggambarkan perilaku secara terbuka, jujur, terang-terangan, nyata, dan eksplisit.
Istilah lowkey dan highkey ini sering kali digunakan para gen z dalam percakapan sehari-hari, baik itu percakapan formal, non formal, secara langsung, maupun percakapan melalui media sosial. Istilah lowkey dan highkey juga sering kali digunakan untuk menggambarkan kondisi emosi atau suasana hati yang sedang mereka rasakan.
Itu dia beberapa istilah terkait emosi yang populer di era gen z. Beberapa istilah memang tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun yang perlu para gen z ketahui bahwa, apapun yang dialami secara berlebihan tentu tidak baik untuk diri sendiri.
Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala gangguan mental, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tips Mengatasi Mood Swing Ala Gen Z
Sumber:
Journal of Adolescent Health: "Mental health concerns in adolescents" (Vance, 2021)
American Journal of Psychiatry: "Depression and anxiety in adolescents" (Thapar, 2019)
"Mood Swings in Adolescence" oleh Alan E. Kazdin (2018)
American Psychological Association (APA). (2022). Stress in America: Pandemic Stress Two Years Later.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5)
American Psychological Association (APA)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



