Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengenal Macam-Macam Demensia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Memiliki umur panjang memang merupakan suatu karunia yang tiada bandingannya. Namun sayangnya, memasuki usia senja banyak orang yang mengalami penurunan kemampuan fisik dan juga mental. Salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh orang tua adalah demensia.

Walaupun demensia sering kali dianggap sebagai sebuah penyakit, namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Demensia justru merupakan gejala akibat satu atau beberapa gangguan saraf. Dimana demensia sendiri cukup mempengaruhi psikologis penderitanya, terutama dalam hal mengingat, belajar, berpikir, mengambil keputusan, dan berbagai hal yang memanfaatkan kinerja otak.

Demensia memang pada umumnya dialami oleh para lansia, yaitu orang-orang dengan usia 65 tahun ke atas. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan demensia juga dialami oleh orang dengan usia yang lebih muda. Maka dari itu, penting bagi kita membekali diri dengan ilmu terkait demensia itu sendiri.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai macam-macam demensia, dan gejalanya. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Berikut macam-macam demensia:

Demensia Pada Penderita Alzheimer

Demensia yang dikenal secara umum oleh masyarakat adalah demensia pada penderita alzheimer. Hal tersebut tidak mengherankan jika melihat 60-80% demensia memang dialami oleh penderita alzheimer.

Alzheimer sendiri merupakan kondisi penurunan fungsi otak, terutama dalam daya ingat, penalaran, dan keterampilan berpikir. Adapun gejala demensia pada penderita alzheimer adalah sebagai berikut:

·         Kesulitan mengingat informasi dasar pribadi, seperti nama pribadi, alamat tempat tinggal, tanggal lahir, dan lain sebagainya.

·         Kesulitan mengingat aktivitas yang baru saja dilakukan, misalnya lupa meletakkan benda, lupa ke kamar kecil walau sudah direncanakan sebelumnya, dan masih banyak lagi.

·         Mengalami kesulitan berbicara atau berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

·         Kesulitan menjalani pekerjaan-pekerjaan harian, seperti memakai baju, mandi, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Hal inilah yang membuat mereka membutuhkan bantuan dari orang-orang disekitarnya.

·         Memiliki emosi yang tidak stabil.

Baca juga: Kenali Gejala dan Pengobatan Pada Penderita Demensia

Demensia Vaskular

Jenis demensia selanjutnya adalah demensia vaskular. Dimana jenis demensia yang satu ini umumnya dialami oleh penderita stroke, atau gangguan sejenisnya. Demensia vaskular merupakan gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah pada otak. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan juga berperilaku. Adapun gejala dari demensia vaskular adalah sebagai berikut:

·         Memiliki emosi yang tidak stabil, dan pada akhirnya membuat penderita mengalami kebingungan dan mudah marah.

·         Mengalami penurunan kemampuan penglihatan dan daya ingat.

·         Mengalami halusinasi, yaitu kepercayaan akan hal-hal yang pada dasarnya tidak nyata.

·         Kesulitan berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain.

·         Perubahan kepribadian, dan membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Demensia Lewy Body

Jenis demensia selanjutnya adalah demensia lewy body. Pada dasarnya gejala yang dialami oleh penderita demensia lewy body ini hampir serupa dengan jenis demensia lainnya. Misalnya mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berpikir, dan lain sebagainya. Hanya saja, pada beberapa penderita demensia lewy body juga mengalami halusinasi visual, tangan gemetar, hingga berjalan dengan sangat lambat. Selain itu, kondisi ini juga disebabkan oleh penumpukan protein tertentu pada saraf yang mengganggu penghantaran sinyal pada otak.

Demensia Frontotemporal

Seperti namanya, demensia frontotemporal merupakan demensia yang disebabkan oleh kurasan sel saraf pada otak, khususnya pada bagian depan (frontal), dan bagian samping (temporal). Dimana kerusakan tersebut dipengaruhi oleh adanya mutasi gen tertentu. Area-area otak tersebutlah yang mengatur kemampuan berbicara, perencanaan, bergerak, dan juga kontrol emosi. Maka jika terjadi kerusakan pada area tersebut, maka secara otomatis penderita akan mengalami penurunan kemampuan-kemampuan tersebut sebagai gejalanya. Gejalanya memang serupa dengan jenis demensia lainnya. Hanya saja, penderita demensia frontotemporal juga mengalami gangguan pergerakan, seperti otot kaku, tremor, dan kehilangan keseimbangan.

Demensia Campuran

Dalam beberapa kasus, penderita tidak hanya mengalami satu jenis demensia. Hal inilah yang dikenal dengan demensia campuran atau mixed dementia. Pada kasus demensia campuran ini, penderita tidak hanya menunjukan satu gejala demensia, melainkan beberapa gejala dari jenis-jenis demensia yang ada.

Walaupun gejala masing-masing demensia memiliki banyak kesamaan, namun jika diteliti lebih lanjut, tentu akan ada perbedaannya. Maka dari itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahli untuk bisa memastikan jenis demensia apa yang dialami oleh penderita.

Demensia memang umumnya dialami oleh orang tua atau lansia. Maka dari itu, diperlukan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk bisa mendapatkan penanganan. Selain itu, pola hidup sehat juga akan sangat membantu penderita untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Demensia: Penurunan Daya Ingat yang Umum Dialami Lansia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait