Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengenal Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang tua tentu mengharapkan anak yang sehat secara fisik dan mental. Namun, terdapat beberapa kondisi anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam proses tumbuh kembangnya, baik itu perhatian dari orang tua atau orang dewasa yang merawatnya.

Usia anak merupakan usia dimana seseorang melalui banyak proses tumbuh kembang. Baik itu tumbuh kembang secara fisik, mental, hingga kemampuan belajar. Untuk itu, orang tua perlu memperhatikan anak tumbuh sebagaimana mestinya.

Bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus tentu memerlukan proses yang khusus juga untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebelum lebih lanjut membahas mengenai anak berkebutuhan khusus, kamu perlu tahu dulu apa itu anak berkebutuhan khusus dan apa saja klasifikasi anak berkebutuhan khusus.

Apa Itu Anak Berkebutuhan Khusus?

Seperti namanya, anak berkebutuhan khusus artinya anak yang membutuhkan usaha yang khusus untuk proses tumbuh kembang mereka. Umumnya anak berkebutuhan khusus dikenal sebagai anak dengan berbagai macam keterbatasan, nyatanya anak dengan kemampuan yang luar biasa juga disebut sebagai anak berkebutuhan khusus.

Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus merupakan anak-anak dengan keterbatasan dan kemampuan yang luar biasa, baik secara fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional mereka. Hal-hal tersebut akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses tumbuh kembang anak. Tentunya akan menjadi berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Anak berkebutuhan khusus juga dikenal dengan istilah anak istimewa. Hal ini dikarenakan upaya yang diberikan untuk mengurus dan mengasuh anak tersebut tentu akan lebih istimewa dibandingkan dengan anak-anak lainnya.

Pada tahun 2017, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa terdapat 1,6 juta anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Anak-anak ini bisa melalui tumbuh kembang secara optimal, selama mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Gangguan Kecemasan

Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus terbagi ke dalam beberapa jenis. Dimana, setiap jenisnya tentu memerlukan penanganan yang berbeda-beda pula. Berikut beberapa klasifikasi anak berkebutuhan khusus:

Autism spectrum disorder (ASD)

Gangguan autis atau juga dikenal dengan autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan pada fungsi otak dan saraf yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi, dan perilaku anak.

Anak dengan gangguan autis cenderung mengalami kesulitan untuk memahami perasaan dan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Mereka akan lebih mampu menangkap informasi jika disampaikan secara visual.

Dengan demikian, orang tua dapat mengajarkan anak dengan menggunakan media gambar atau mencontohkan secara langsung. Anak akan merasa kesulitan memahami jika hanya disampaikan melalui perkataan.

Sindrom asperger

Sama dengan gangguan autis, sindrom asperger juga merupakan gangguan pada fungsi otak dan saraf. Bedanya, pada anak dengan sindrom asperger memang mengalami kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial, namun mereka masih memiliki kemampuan bahasa dan kecerdasan yang baik.

Anak dengan sindrom asperger sebenarnya mampu berkomunikasi dengan baik, mereka juga memiliki kosa kata yang sama baiknya dengan anak-anak seusianya. Sayangnya, mereka akan merasa canggung saat memulai interaksi sosial. Hal ini membuat mereka kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Attention deficit / hyperactive disorder (ADHD)

ADHD atau attention deficit / hyperactive disorder merupakan gangguan pada perkembangan saraf yang berdampak pada motorik / gerakan pada anak. Anak dengan ADHD umumnya akan merasa kesulitan untuk fokus atau memusatkan perhatian, impulsif, serta hiperaktif.

Gangguan perilaku

Gangguan ini cenderung menimbulkan kerugian bagi orang lain atau anak itu sendiri akibat penyimpangan perilaku yang mereka miliki. Tidak jarang anak dengan gangguan perilaku mendapat nakal dan agresif.

Oppositional defiant disorder (ODD)

Oppositional defiant disorder (ODD) juga dikenal dengan istilah gangguan menantang. ODD merupakan kondisi dimana anak seringkali menunjukkan amarah, suka menantang, dan menginginkan balas dendam. Anak dengan ODD akan suka berdebat dan menantang nasihat yang diberikan kepadanya.

Gangguan komunikasi

Anak dengan gangguan komunikasi mengalami kesulitan untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Mereka juga akan kesulitan untuk memahami maksud yang disampaikan orang lain kepadanya.

Gangguan keterampilan motorik

Gangguan keterampilan motorik artinya  anak mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi motorik atau gerakan-gerakan motoriknya.

Gangguan belajar

Gangguan belajar dikategorikan ke dalam tiga bagian, yaitu disleksia yang merupakan keterbatasan membaca, disgrafia yang merupakan keterbatasan menulis, dan diskalkulia yang merupakan keterbatasan menghitung. Anak dengan gangguan belajar umumnya tidak memiliki intelegensi di bawah rata-rata.

Gifted

Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus lainnya, anak berkebutuhan khusus ini justru memiliki bakat yang sangat istimewa. Misalnya bakat dalam bidang musik, olahraga, dan lain sebagainya. Anak ini umumnya memiliki intelegensi di atas rata-rata.

Seperti itulah klasifikasi anak berkebutuhan khusus. Mereka tetap dapat memiliki proses tumbuh kembang sesuai dengan anak-anak se usianya. Selama mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk selalu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater terkait perkembangan anak berkebutuhan khusus. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Kenali Gangguan Mental yang Sering Dialami Oleh Karyawan

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus — DeepTalk