Deeptalk.co.id – Seringkali kita menggunakan istilah orang narsis saat melihat mereka terlalu banyak memposting foto di media sosialnya. Sehingga kerap masyarakat mengartikan narsis atau narsistik sebagai percaya diri yang terlalu tinggi dan berlebihan mengagumi diri sendiri. Padahal arti kepribadian narsistik lebih daripada itu.
Istilah narsistik lebih serius dan berbahaya daripada sekedar sering berfoto selfie. Di dunia psikologi, narsistik sudah termasuk sebagai gangguan kepribadian yang perlu penanganan khusus.
Lalu, apa itu gangguan kepribadian narsistik? Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya mengenai gangguan kepribadian narsistik serta gejalanya.
Pengertian Gangguan Kepribadian Narsistik
Gangguan kepribadian narsistik atau Narsistic Personality Disorder (NPD) merupakan kondisi kesehatan mental dimana seseorang memiliki rasa kepentingan diri sendiri yang terlalu tinggi. Kondisi ini sering dideteksi dengan gangguan afektif dan kepribadian lainnya.
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), narsistik termasuk gangguan kepribadian mental yang memiliki pola kemulukan (rasa superioritas yang tidak realistis, kebutuhan untuk dikagumi, dan kurangnya rasa empati. NPD sangat komorbid dengan gangguan lain dalam kesehatan mental dan sering hadir untuk hal mempertahankan pekerjaan dan hubungan.
NPD dikategorikan sebagai gangguan kepribadian Cluster B, yang meliputi gangguan antisosial, histrionik, dan borderline. Gangguan dengan tipe cluster B biasanya muncul dengan perilaku yang terlalu emosional dan tidak dapat diprediksi.
Baca juga: 6 Tipe Eating Disorder dan Berikut Penjelasannya
Penyebab Seseorang Menjadi Narsistik
Hingga saat ini masih perlu banyak penelitian untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kepribadian narsistik. Secara umum, narsistik disebabkan oleh hal yang kompleks. Beberapa faktor penyebab NPD diantaranya ialah lingkungan tempat tinggal, faktor genetik, dan neurobilogi.
Walaupun penyebabnya samar-samar, namun beberapa peneliti berpendapat bahwa pola asuh orang tua saat kecil juga bisa berpengaruh terhadap gangguan kepribadian narsistik. Pengalaman perkembangan, sifat negatif, ditolak sebagai seorang anak, dan ego yang rapuh selama masa kanak-kanak awal mungkin telah berkontribusi terhadap terjadinya NPD di masa dewasa. Sebaliknya, pujian yang berlebihan, termasuk keyakinan bahwa seorang anak mungkin memiliki kemampuan luar biasa, juga dapat menyebabkan kondisi ini.
Bahaya Gangguan Kepribadian Narsistik
Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik kerap mengalami permasalahan di kehidupan mereka, terutama pada hubungan dan pekerjaan. Mereka umumnya merasa tidak bahagia dan kecewa ketika tidak mendapatkan pujian atau kekaguman yang mereka nilai pantas untuk didapatkan. Akibatnya, mereka sering tidak puas dan bermasalah ketika dekat dengan orang lain, pun begitu sebaliknya orang lain yang tidak senang berada di dekat penderita NPD.
Selain itu, gangguan kepribadian narsistik juga akan mendapatkan kondisi lain yang dapat terjadi bersamaan. Di antaranya yakni depresi, kecemasan, gangguan makan (eating disorder), masalah kesehatan fisik, penyalahgunaan obat atau alkohol, pikiran atau perilaku bunuh diri, dan gangguan kepribadian lainnya.
Ciri dan Gejala Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik
Perilaku seperti agresi, berkurangnya toleransi terhadap kesusahan, dan regulasi pengaruh yang disfungsional merupakan ciri-ciri menonjol pada orang dengan NPD. Sedangkan jika dilihat secara umum, para penderita NPD terlalu sering mencari perhatian orang lain dan ingin orang mengagumi mereka.
Orang dengan gangguan ini mungkin tidak memiliki kemampuan untuk memahami atau peduli dengan perasaan orang lain. Namun ternyata dibalik rasa kepercayaan diri yang tinggi tersebut, mereka sebenarnya tidak yakin dengan harga diri mereka dan mudah kecewa dengan kritik sekecil apapun.
Perilaku-perilaku tersebut pun juga telah dimulai pada masa awal dewasa, yakni dengan menunjukkan hal berikut ini :
- Memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan (misalnya, melebih-lebihkan prestasi, berharap diakui sebagai superior tanpa benar-benar menyelesaikan prestasi)
- Disibukkan dengan fantasi kesuksesan, kekuatan, kecemerlangan, kecantikan, atau cinta yang sempurna.
- Percaya bahwa mereka “istimewa” dan hanya dapat dipahami oleh atau hanya boleh bergaul dengan orang (atau lembaga) khusus lainnya.
- Membutuhkan kekaguman yang berlebihan.
- Memiliki rasa hak, seperti harapan yang tidak masuk akal akan perlakuan yang menyenangkan atau kepatuhan terhadap harapannya).
- Eksploitatif dan mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri.
- Kurangnya empati dan tidak mau mengidentifikasi dengan kebutuhan orang lain.
- Sering iri pada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri pada mereka.
- Menunjukkan perilaku dan sikap yang arogan, angkuh
Untuk mengetahui seseorang mengalami gangguan kepribadian narsistik perlu evaluasi yang lebih lanjut dengan ahli psikologi. Namun, dengan mengetahui ciri-ciri dan gejala NPD bisa dijadikan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih parah.
Diagnosis NPD sebagai gangguan kepribadian lainnya memerlukan evaluasi pola fungsi jangka panjang. Seseorang perlu berhati-hati untuk tidak mengambil kesimpulan yang tergesa-gesa karena NPD dapat memicu kontratransferensi. Evaluasi yang cermat terhadap berbagai aspek kehidupan seseorang dan pemahaman tentang perkembangan masa kanak-kanak seseorang dapat membantu dalam evaluasi dan diagnosis NPD.
Baca juga: Memiliki Dampak Yang Berbahaya, Ini Dia Arti Toxic Productivity
Sumber:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662#:~:text=Narcissistic personality disorder is a,about the feelings of others.
Mitra P, Fluyau D. Narcissistic Personality Disorder. [Updated 2022 May 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556001/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia




