Semua artikel
Kesehatan Mental

Mengenal Jenis-Jenis Luka Inner Child

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Luka inner child berkembang jika kebutuhan psikologis Anda tidak terpenuhi ketika masih kecil. Sebagai anak-anak, mereka mencontohkan kehidupan mereka di sekitar kehidupan orang dewasa yang dekat dengannya. Anak-anak tidak berdaya untuk menjaga diri mereka sendiri, sehingga mereka sepenuhnya bergantung pada pengasuhnya untuk kelangsungan hidup.

Selain itu, trauma masa kecil yang tidak sembuh bermanifestasi sebagai luka inner child pada orang dewasa. Trauma ini mengacu pada pengalaman sulit atau menakutkan yang luar biasa, menyusahkan, atau menyakitkan. Sehingga menyebabkan perubahan yang bertahan lama pada kesehatan mental, fisik, sosial, emosional dan spiritual anak.

Meskipun demikian, setiap anak menginterpretasikan pengalaman unik mereka secara berbeda. Sehingga pengalaman yang mengancam jiwa tersebut tidak selalu bersifat traumatis. Pun demikian pengalaman yang diterima setiap anak kemungkinan juga bisa menimbulkan jenis luka inner child yang berbeda. Ada banyak faktor eksternal yang berkontribusi pada apakah peristiwa tersebut memiliki dampak traumatis dan seberapa parah trauma atau luka yang anak alami hingga mereka dewasa.

Berikut kami sampaikanempat jenis dari luka inner child serta bagaimana luka itu memengaruhi sebagian besar hubungan dan pilihan Anda dalam kehidupan sekarang.

1. Luka Pengabaian (Abandonment)

Seseorang yang memiliki luka pengabaian ini mungkin merasa telah dikucilkan dan ditinggalkan, bahkan ketika mereka diundang ke dalam situasi sosial. Hal ini dapat menyebabkan mereka mengembangkan rasa takut sendirian dan tidak ingin menjadi bagian dari kelompok.

Mungkin saja mereka akan melakukan apapun demi menghindari pengabaian ini, namun mereka masih merasa dikucilkan ketika menghadiri suatu acara. Ketika mendapatkan ajakan suatu acara, mereka akan mengiyakan bukan karena ingin menikmati acara tersebut, melainkan mereka takut mendapatkan pengabaian dari orang lain.

Luka inner child pengabaian ini pun mengakibatkan perilaku kodependen di mana pemiliknya akan bergantung pada orang lain demi mendapatkan validasi atau pengakuan. Timbul perasaan takut akan kesendirian sehingga mereka dapat menarik pasangan yang bahkan tidak tersedia secara emosional, dan tidak masalah jika mereka harus mempertahankan hubungan yang tidak sehat.

Baca juga: Mari Ketahui Apa Saja Emosi Dasar Manusia

2. Luka Kepercayaan (Trust)

Jenis luka inner child ini berkembang ketika orang dewasa dalam hidup Anda gagal melindungi Anda dari bahaya ketika Anda masih kanak-kanak. Mungkin saja mereka telah melecehkan Anda atau telah mengkhianati kepercayaan Anda melalui tindakannya.

Pengalaman tersebut pun menghasilkan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap manusia dan hubungan lain. Anda bisa saja merasa bahwa orang-orang ada di sana untuk menyakiti Anda, dan mungkin Anda terus menerus merasa tidak aman serta meragukan diri sendiri.

Selain itu, luka kepercayaan ini membuat Anda takut menjadi rentan dan berjuang untuk lebih terbuka dalam hubungan sambil terus menerus mencari validasi atau jaminan eksternal dari pasangan Anda. Anda pun terus bergumul dengan kecemasan dan ketakutan dikhianati atau disakiti, sehingga Anda merasa harus selalu waspada dan melindungi diri sendiri yang membuat Anda menjadi sulit untuk berhubungan dengan orang lain.

3. Luka Rasa Bersalah (Guilt)

Anda dapat mengembangkan luka rasa bersalah ini jika terus menerus dibuat merasa bersalah atau buruk atas apa yang Anda lakukan sebagai seorang anak. Pun ketika memasuki kehidupan manusia dewasa, Anda mungkin berakhir dengan sering meminta maaf secara berlebihan dan merasa menyesal atas berbagai hal yang bahkan mungkin itu tidak perlu.

Luka rasa bersalah ini juga membuat Anda menjadi sering merasa tidak enak karena telah menetapkan dan menegakkan batasan pribadi karena Anda yakin Anda akan menyakiti orang lain dalam prosesnya. Hingga pada akhirnya Anda terlibat dalam perilaku sabotase diri, seperti dengan menurunkan batasan atau mempertahankan toxic relationship agar orang lain tidak merasakan ketidaknyamanan. Ini pun menjadikan Anda yang mungkin mengorbankan diri sendiri untuk memastikan orang lain tidak kecewa dengan tindakan Anda.

Buruknya juga, perasaan bersalah ini dapat Anda gunakan untuk memanipulasi orang lain agar mau melakukan sesuatu untuk Anda. Dan inilah yang membantu Anda bertahan hidup sebagai seorang anak.

4. Luka Penelantaran (Neglect)

Luka penelantaran sebagai salah satu jenis dari luka inner child diakibatkan oleh perasaan diabaikan atau tidak penting di masa kecil. Dengan luka ini, Anda menjadi bergumul dengan perawatan diri dan sering memprioritaskan kebutuhan orang lain sebelum kebutuhan Anda sendiri.

Anda menjadi merasa diri Anda sendiri tidak penting, dan ini menimbulkan perasaan harga diri yang rendah, keraguan diri, dan keyakinan bahwa Anda tidak pantas mendapatkan hal-hal baik dalam hidup. Serta Anda mengalami kesulitan untuk melepaskan sesuatu.

Bahkan, kebutuhan Anda yang tidak terpenuhi sejak kecil, membuat Anda merasa sudah tidak membutuhkannya lagi ketika sudah dewasa. Yang pada akhirnya Anda pun menekan atau mematikan emosi-emosi itu, yang akhirnya terwujud melalui kemarahan yang meledak-ledak dalam kehidupan Anda saat ini. Bahkan orang yang tidak bersalah sekalipun bisa saja Anda marahi.

Selain itu, Anda mungkin juga cenderung menarik diri dari situasi karena merasa suara Anda tidak penting, dan Anda bahkan tidak boleh mengganggu orang lain dengan masalah Anda. Anda lebih suka diam daripada berbicara, yang lagipula telah “diajarkan” oleh pengasuh Anda.

Baca juga: Menggali Gangguan Demensia yang Sering Terjadi Pada Lansia

 

Sumber:

Bii, Edwin. (2023). Inner Child – 4  Main Types of Inner Child Wounds. https://www.biiedwin.com/posts/inner-child-4-main-types-of-inner-child-wounds

Chin, P. (2023, July 12). Inner Child Wounds & Childhood Trauma in Adults. Imagine Emotional Wellness. https://imagineemotionalwellness.com/inner-child-wounds-childhood-trauma-in-adults/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Jenis-Jenis Luka Inner Child — DeepTalk