Semua artikel
Pikiran

Mengenal Istilah Suicidal Thought

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pada dasarnya sudah banyak sekali upaya yang dilakukan untuk mencegah meningkatnya kasus bunuh diri yang terjadi. Salah satunya dengan memperingati World Suicide Prevention Day (WSPD) atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tanggal 10 September. Pada perayaan tersebut, semua orang akan menunjukkan kepeduliannya kepada mereka yang memiliki keinginan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Bunuh diri sebenarnya bukanlah tindakan yang bisa dinormalisasi dan juga bukan pilihan satu-satunya untuk menghadapi situasi yang sulit. Namun kembali lagi, kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan, kondisi mental, dan betapa sulitnya situasi yang sedang dihadapi oleh korban. Untuk itu kita hanya bisa memberikan support terhadap mereka yang berpotensi melakukan percobaan bunuh diri, dengan harapan mereka mengabaikan pikiran tersebut.

Perasaan atau pikiran untuk bunuh diri ini dikenal dengan istilah suicidal thought. Dimana pada artikel kali ini kita akan secara khusus membahas mengenai suicidal thought. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki pikiran bunuh diri, maka segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Suicidal Thought

Seperti yang sudah dipaparkan di awal bahwa, suicidal thought merupakan pikiran atau perasaan untuk bunuh diri. Kondisi suicidal thought pada umumnya dialami oleh orang-orang dengan masalah kesehatan mental seperti, depresi atau bipolar. Meski demikian, orang tanpa masalah kesehatan mental juga bisa saja mengalami kondisi yang sama.

Suicidal thought ini terbagi atas dua jenis, yaitu suicidal thought aktif, dan suicidal thought pasif. Suicidal thought aktif merupakan kondisi dimana seseorang tidak hanya sekedar memiliki pikiran tentang bunuh diri, melainkan juga adanya niat untuk merealisasikan pikiran tersebut, hingga merancang rencana percobaan bunuh diri. Hal ini sedikit berbeda dengan suicidal thought pasif, dimana kondisi ini menggambarkan seseorang yang berharap tentang kematian, namun tidak merencanakan untuk bunuh diri.

Beberapa kasus suicidal thought memang hanya bersifat sementara dan dapat ditangani, namun beberapa lainnya justru menjadi lebih rumit dan bahkan sampai merealisasikan keinginan untuk percobaan bunuh diri. Untuk itu seseorang yang memiliki pikiran mengenai bunuh diri perlu mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.

Baca juga : Tips Mencegah Copycat Suicide (Bunuh Diri Karena Meniru Orang)

Penyebab Munculnya Suicidal Thought

Setiap orang tentu memiliki penyebab yang berbeda-beda sehingga menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Namun kebanyakan pikiran semacam ini muncul akibat kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan menimbulkan perasaan putus asa dalam menghadapi kenyataan tersebut.

Suicidal thought bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan mental yang dimiliki. Gangguan mental yang bisa memicu suicidal thought adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), atau gangguan kecemasan. Untuk itu penting bagi mereka menangani kondisi kesehatan mental ini dengan cara yang tepat, sebelum menimbulkan suicidal thought atau keinginan bunuh diri.

Selain penyebab-penyebab di atas, kondisi suicidal thought bisa juga dipicu oleh beberapa kondisi seperti:

·         Pernah melakukan percobaan bunuh diri yang digagalkan di masa lalu.

·         Kesepian dan merasa terisolasi oleh lingkungan.

·         Memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya, seperti gay, lesbian, biseksual, atau transgender.

·         Memiliki penyakit yang tingkat kesembuhannya cukup minim seperti kanker, diabetes, atau penyakit yang mematikan lainnya.

·         Memiliki riwayat keluarga yang meninggal akibat bunuh diri.

·         Pernah mengalami kejadian traumatis seperti menjadi korban pelecehan, kekerasan di masa kanak-kanak, dan lain sebagainya.

·         Memiliki riwayat kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang.

·         Memiliki akses yang mudah dengan senjata api.

Gejala Suicidal Thought

Setiap orang bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda dalam kasus suicidal thought. Meski demikian, gejala utama dari kondisi ini adalah adanya pikiran bunuh diri atau mengakhiri hidup, dengan atau tanpa perencanaan mengenai percobaan bunuh diri tersebut. Namun hal tersebut bisa jadi tidak dapat terdeteksi oleh orang lain. Untuk itu kita bisa melihat dari beberapa gejala yang ditunjukkan sebagai berikut:

·         Cenderung menarik diri atau mengisolasi diri dari orang-orang sekitar.

·         Terlihat putus asa dan tidak memiliki semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka bahkan tidak antusias terhadap hal-hal yang sebelumnya sangat mereka gemari.

·         Sering membahas mengenai kematian.

·         Mengalami perubahan kepribadian. Contohnya, orang yang tadinya ceria, tiba-tiba menjadi pemurung.

·         Mengalami suasana hati yang tidak stabil. Contohnya, mudah marah, menjadi emosional, mudah menangis, dan lain sebagainya.

·         Mengalami peningkatan kecemasan yang biasanya dilampiaskan dengan mengkonsumsi alkohol berlebihan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

·         Secara tiba-tiba mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang terdekat. Walaupun terkadang ucapan selamat tinggal ini tidak memberikan isyarat bahwa mereka akan pergi selamanya.

Itu dia beberapa penjelasan mengenai suicidal thought. Perlu diketahui bahwa kondisi ini dapat direalisasikan menjadi benar-benar melakukan percobaan bunuh diri. Dengan demikian, pikiran mengenai bunuh diri perlu mendapatkan penanganan yang serius. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Copycat Suicide. Meniru Orang Lain Untuk Bunuh Diri

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Istilah Suicidal Thought — DeepTalk