Deeptalk.co.id – Berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya memang merupakan tindakan yang positif. Beberapa orang bahkan berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya dari waktu ke waktu. Sayangnya, apapun yang berlebihan bisa mendatangkan dampak negatif bagi diri sendiri. Termasuk untuk terus menjadi lebih baik.
Jika kamu merasa memiliki tuntutan untuk terus menjadi baik dalam kondisi apapun itu, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi yang sering disebut dengan good girl syndrome. Untuk pemahaman lebih dalam mengenai good girl syndrome, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika pembaca membutuhkan bantuan yang lebih serius, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, bantuan yang didapatkan akan lebih tepat sasaran.
Pengertian Good Girl Syndrome
Good girl syndrome merupakan kondisi dimana seorang wanita memaksakan dirinya untuk selalu melakukan yang terbaik atau menunjukkan kemurahan hati yang dimiliki, tanpa memperdulikan perasaan dan hak mereka sendiri. Jika dilihat sekilas, kondisi ini cukup positif bagi orang banyak. Sayangnya, hal ini tidak baik untuk wanita itu sendiri.
Seseorang yang memiliki karakteristik good girl syndrome umumnya takut mengecewakan orang lain. Dengan demikian, mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk tidak melakukan kesalahan yang berimbas kepada orang lain. Sayangnya hal ini terkadang membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri.
Contoh sederhana dari good girl syndrome yang sering kali tidak disadari adalah enggan untuk menolak saat orang lain membutuhkan bantuan. Hal tersebut memang terlihat baik, terlebih lagi bagi orang yang dibantu. Namun, seseorang dengan karakter good girl syndrome sering kali mengorbankan diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Dengan demikian, apakah kamu masih ingin menjadi good girl syndrome? Atau menurut mu karakter ini justru tidak baik untuk diri mu sendiri?
Ciri-Ciri Good Girl Syndrome

Seseorang dengan karakteristik good girl syndrome sering kali tidak menyadari kondisinya. Apa yang dilakukan biasanya hanya dianggap sebagai bentuk kemurahan hatinya saja. Tanpa disadari, kelakuan semacam ini sudah membuatnya lelah secara fisik dan mental.
Untuk mengantisipasi kondisi ini, kamu perlu mengetahui ciri-ciri dari good girl syndrome berikut:
Memiliki obsesi untuk menjadi orang baik
Sejak kecil kita memang sudah ditanamkan untuk selalu menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi orang lain. Sayangnya, tidak banyak orang tua yang mengajarkan bagaimana menyayangi dan melindungi diri sendiri. Dengan demikian, banyak wanita yang akhirnya memiliki obsesi untuk menjadi baik di hadapan orang lain. Sayangnya beberapa dari mereka justru melupakan kebahagiaan diri sendiri. Inilah yang terjadi pada wanita dengan good girl syndrome.
Baca juga : Tips Menolong Orang yang Mengalami Serangan Panik
Merasa tertekan jika tidak dianggap baik
Umumnya saat melakukan suatu perbuatan baik, seseorang akan merasa bahagiah. Sayangnya, hal ini sering kali tidak dirasakan oleh seseorang dengan good girl syndrome. Mereka akan sangat bergantung terhadap respon atau feedback dari orang yang dibantunya. Hal tersebut tidak jarang membuatnya merasa tertekan atau tidak puas saat orang lain tidak memberikan respon yang positif terhadap bantuan yang sudah mereka berikan.
Berusaha untuk menjadi sempurna
Pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Hal ini juga disadari oleh seseorang dengan good girl syndrome. Sayangnya mereka tidak bisa menyangkal perasaan untuk tidak menjadi sempurna. Mereka akan melakukan segala hal untuk mengejar kesempurnaan tersebut. Walaupun hal ini akan merugikan diri sendiri.
Memiliki upaya untuk memenuhi harapan orang lain
Seseorang dengan good girl syndrome cenderung berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan orang lain. Sebagai contoh, anak dengan good girl syndrome yang memiliki orang tua dengan harapan bahwa dirinya akan menjadi dokter di kemudian hari. Anak ini akan berupaya untuk menjadi dokter, walaupun hal ini harus menyingkirkan cita-cita mereka untuk menjadi seorang penyanyi.
Penyebab Good Girl Syndrome

Untuk mengantisipasi kondisi good girl syndrome pada anak, tentu kita perlu mengetahui apa saja yang mengakibatkan kondisi tersebut dan menghindarinya. Untuk itu, berikut beberapa penyebab dari good girl syndrome:
Pola asuh
Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh yang berbeda-beda. Sayangnya, tanpa disadari beberapa jenis pola asuh justru membuat anak rentan terhadap beberapa kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mental dan fisik. Hal ini juga berlaku untuk kondisi good girl syndrome.
Pola asuh otoriter yang menuntut anak untuk berperilaku sesuai dengan ekspektasi orang tua cenderung membuat anak tumbuh dengan good girl syndrome. Dengan pola asuh semacam ini, anak akan terbiasa untuk menjadi lebih baik bagi orang lain dan mengabaikan dirinya sendiri.
Lingkungan
Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Tidak menuntut kemungkinan hal ini juga mempengaruhi seseorang mengalami good girl syndrome.
Pandangan masyarakat terhadap wanita sering kali dilihatsebagai penolong yang lemah lembut dan tidak memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan. Pandangan semacam ini sudah menjadi budaya di masyarakat yang tanpa disadari membentuk kaum wanita dengan karakter good girl syndrome.
Seperti itulah penjelasan mengenai good girl syndrome. Ada kalanya kita mementingkan diri sendiri dan tidak terus menjadi yang terbaik bagi orang lain. Namun jika kondisi ini sudah membuat mu mengalami kendala untuk beraktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog. Dengan demikian, kamu akan terbantu secara mental.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Menangani Anak Dengan Separation Anxiety Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



