Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengenal Gejala dan Jenis-Jenis Gangguan Makan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Makan merupakan suatu kegiatan yang sudah dipelajari sejak kecil. Kegiatan tersebut tentu tidak menjadi hal yang asing bagi setiap orang. Makan juga sudah menjadi kebutuhan setiap orang untuk menunjang keberlangsungan hidup. Selain itu, makanan yang dikonsumsi dapat menjadi sumber energi untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, kegiatan yang cukup penting untuk kehidupan ini bisa menjadi sebuah gangguan mental bagi seseorang yang umum dikenal dengan gangguan makan atau eating disorder. Dalam kamus APA (2015), gangguan makan didefinisikan sebagai gangguan yang ditandai dengan gangguan patologis sikap dan perilaku yang berhubungan dengan makanan.

Gangguan makan merupakan salah satu dari banyaknya gangguan psikologis yang cukup familiar. Dengan demikian, gangguan yang menyerang mental seseorang ini juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik penderitanya.

Untuk mengenal lebih dalam mengenai gangguan makan, artikel ini akan memaparkan beberapa jenis dan gejala yang ditimbulkan dari gangguan makan. Berikut beberapa jenis-jenis gangguan makan yang tercantum dalam DSM-V:

Anorexia Nervosa (AN)

Gangguan makan yang satu ini sangat sering dikaitkan dengan proses diet yang sangat ketat. Pasalnya, seseorang dengan gangguan anoreksia nervosa sangat terobsesi untuk memiliki postur tubuh yang kurus. Walau pada kenyataannya berat badan mereka sudah jauh di bawah rata-rata berat badan ideal.

Penderita anoreksia nervosa sering kali dengan sengaja memaksakan diri untuk mengeluarkan kembali makanan yang telah mereka konsumsi. Biasanya mereka menggunakan obat pencahar atau memuntahkan makanan secara paksa. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari perasaan takut akan bertambahnya berat badan. Perasaan obsesi untuk mendapatkan tubuh yang kurus ini ditandai dengan gejala fisik dan gejala emosional.

Gejala fisik yang dialami penderita anoreksia meliputi kuku yang mudah patah, rambut rontok, dehidrasi, sembelit, darah rendah, bentuk fisik yang terlalu kurus, insomnia, mudah merasa lelah, pusing, kulit kering, hingga pembengkakkan pada lengan dan kaku.

Adapun gejala emosional yang dialami penderita anoreksia adalah menghindari kegiatan makan, hanya mengkonsumsi makanan tertentu, perasaan takut berlebih akan bertambahnya berat badan, kebiasaan menimbang berat badan berulang-ulang, hingga cenderung berbohong mengenai jumlah makanan yang telah dikonsumsi.

Baca juga: Kenali Gangguan Mental yang Dapat Terjadi Pada Anak dan Remaja

Bulimia Nervosa (BN)

Tidak jauh berbeda dengan anorexia nervosa, penderita bulimia nervosa juga mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi secara paksa. Penderita bulimia nervosa ditandai dengan dua episode, yaitu binge eating dan purging. Binge eating merupakan kebiasaan makan dalam jumlah banyak sekaligus, dan purging merupakan kegiatan memuntahkan atau mengeluarkan makanan.

Berbeda dengan anorexia nervosa, penderita bulimia mengeluarkan kembali makanan yang telah dikonsumsi akibat perasaan bersalah karena telah mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup banyak. Sayangnya perasaan bersalah ini tetap berulang, dan penderita akan kembali ke fase binge eating dilain kesempatan.

Penderita bulimia menunjukkan gejala berupa ketakutan berlebih akan kenaikan berat badan, makan dalam porsi yang banyak dan waktu yang singkat, sering menggunakan obat pencahar, siklus menstruasi yang tidak teratur, kerusakkan pada gigi dan nyeri perut atau kembung, sehingga sering lepas kendali saat makan dan segera bergegas untuk memuntahkan makanan tersebut.

Binge Eating Disorder (BED)

Penderita binge eating disorder ditandai dengan perilaku makan dalam porsi yang banyak  dalam waktu periode yang cukup singkat. Berbeda dengan dua gangguan makan sebelumnya, penderita binge eating disorder tidak melakukan pengeluaran makanan secara paksa sebagai kompensasi telah makan dalam jumlah besar. Hal ini membuat penderita sering kali mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Gejala yang ditunjukkan dari penderita binge eating disorder yaitu, makan dalam porsi yang besar dan lebih cepat dari orang-orang pada umumnya, tidak berhenti makan hingga merasa terlalu kenyang, tetap makan dalam porsi besar walau tidak merasa lapar, makan secara sembunyi-sembunyi, perasaan bersalah setelah mengkonsumsi makanan.

Eating Disorder Not Otherwise Specified (EDNOS)

Gangguan Makan - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Halodoc

Selain ketiga gangguan makan yang telah dipaparkan di atas, dalam DSM-V juga dituliskan eating disorder not otherwise specified atau EDNOS sebagai salah satu dari gangguan makan. EDNOS sendiri merupakan gangguan makan yang tidak memenuhi syarat sebagai anorexia, bulimia, atau binge eating disorder.

Karakteristik dari EDNOS adalah penderita anorexia nervosa yang masih memiliki berat badan normal, namun telah mengalami penurunan berat badan yang drastis. Selain itu, penderita bulimia nervosa dengan frekuensi binge eating dan purging selama periode kurang dari 2 kali seminggu atau selama durasi kurang dari 3 bulan. Mengunyah dan menikmati makanan dalam porsi besar namun tidak menelannya, dan melakukan kompensasi walau setelah makan sedikit juga merupakan karakteristik dari EDNOS.

Jika kamu memiliki beberapa gejala dari gangguan di atas, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dengan demikian, permasalahan tersebut tidak akan berkembang menjadi berbagai gangguan yang lebih perah. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak?

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Gejala dan Jenis-Jenis Gangguan Makan — DeepTalk