Deeptalk.co.id – Autisme atau gangguan spektrum autis (ASD) merupakan salah satu gangguan mental yang tidak asing lagi ditelinga kita. Kondisi yang satu ini umumnya dimulai saat masa kanak-kanak, dan akan terus berlangsung seumur hidup.
Autisme sendiri adalah gangguan mental yang dipicu oleh gangguan fungsi otak dan saraf serius, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan berpikir dan perilaku manusia. Penderita autisme umumnya memiliki cara berkomunikasi, interaksi, berperilaku, dan belajar yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Hal tersebut membuat penderita autisme seakan memiliki dunia yang berbeda.
Penderita autisme mengalami kesulitan dalam menyampaikan maksudnya, dan memahami maksud orang lain. Selain itu, mereka juga cenderung lebih sensitif dan mudah terganggu akan hal-hal kecil sekalipun.
Gejala autisme pada umumnya akan terlihat jelas saat usia 1-2 tahun. Mengenali gejala autisme sejak dini, dan segera memberikan penanganan pada anak autism akan membantu anak untuk menjalani hari-harinya secara mandiri. Walaupun kondisi tersebut bukanlah gangguan yang bisa dipulihkan sepenuhnya. Namun setidaknya, gejala yang muncul bisa diminimalisir.
Lalu, seperti apa gejala autisme pada anak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala autisme pada anak. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki anak dengan beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, anak akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Secara umum, autisme merupakan gangguan yang mengganggu kemampuan komunikasi, sosialisasi, dan menimbulkan pola perilaku yang khas. Dengan demikian, gejala dari kondisi autisme yaitu adanya gangguan komunikasi, masalah sosialisasi, dan pola perilaku yang khas bagi penderitanya.
Gangguan Komunikasi

Gejala pertama pada penderita autisme adalah mengalami gangguan komunikasi. Penderita autisme atau yang biasa dikenal dengan julukan “anak autis”, cenderung mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Gejala ini mulai bisa dideteksi saat anak berusia 8 atau 10 bulan.
Gangguan komunikasi pada anak autis ini cukup luas, mulai dari sulit berbicara, menulis, membaca, hingga memahami isyarat. Tidak hanya kesulitan untuk menangkap informasi eksternal, anak autis juga kesulitan untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan atau rasakan.
Anak autis sering kali tidak merespon saat dipanggil. Mereka juga kesulitan dalam memahami dan melakukan perintah-perintah sederhana. Selain itu, anak autis juga tidak bisa memulai atau meneruskan percakapan. Dengan demikian, melakukan komunikasi dua arah dengan anak autis akan membutuhkan kesabaran yang besar.
Anak autis juga bisa saja mengulangi kata yang sama berkali-kali, seperti latah. Selain itu, nada bicara mereka juga terdengar datar, seperti robot. Kemampuan berbicara semacam ini akan tampak aneh, terutama bagi anak-anak seusianya. Maka dari itu, cukup banyak anak autis yang pada akhirnya dikucilkan dari teman-temannya.
Baca juga : Jenis-Jenis Gangguan Perilaku Pada Anak
Masalah Sosialisasi

Akibat dari gangguan komunikasi yang dimiliki oleh anak autis, mereka juga pada akhirnya mengalami masalah dalam bersosialisasi. Cukup sulit bagi anak autis untuk bisa berbaur dalam interaksi dengan orang lain. Selain karena minimnya kemampuan dalam berkomunikasi, anak autis juga kesulitan dalam menyampaikan apa yang mereka inginkan dan rasakan. Hal ini membuat interaksi di sosial sulit untuk terjalin dengan baik.
Anak autis juga cenderung menghindari kontak fisik dengan orang lain, terutama orang asing. Mereka juga enggan untuk berbicara dan bermain dengan orang lain. Hal ini membuat mereka seakan memiliki dunianya sendiri, dan melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan seorang diri.
Gangguan Pola Perilaku

Anak autis memiliki pola perilaku yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Mereka cenderung melakukan hal yang sama berulang-ulang. Hal ini bisa membuat mereka memiliki emosi yang tidak stabil juga pola perilakunya tidak sesuai dengan apa yang biasanya mereka lakukan.
Selain itu, anak autis juga sangat sensitif, baik itu terhadap cahaya, suara, tekstur, sentuhan, dan lain sebagainya. Namun uniknya, mereka justru tidak merespon rasa sakit. Anak autis juga memiliki gerakan-gerakan yang cukup unik, misalnya menjinjit saat berjalan, dan melakukan gerakan berulang seperti mengayunkan tangan.
Perlu diketahui bahwa gejala-gejala di atas memiliki kesamaan dengan beberapa gangguan lainnya, misalnya ADHD, epilepsi, gangguan kecemasan, bipolar, depresi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, untuk memastikan apakah anak benar-benar dalam kondisi autisme, diperlukan konsultasi dan pemeriksaan mendalam dari psikolog dan psikiater.
Hasil pemeriksaan itulah yang nantinya akan menjadi patokan dalam pemberian penanganan bagi anak. Penanganan pada penderita autisme dilakukan untuk meminimalisir gejala, dan membantu anak agar bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan mandiri.
Itu dia gejala yang ditunjukan oleh penderita autisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ciri-Ciri Anak Dengan Gangguan Kepribadian
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



