Semua artikel
Emosi

Mengenal Gaslighting: Cara Mengenali dan Menghadapi Manipulasi Emosional pada Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gaslighting adalah sebuah bentuk manipulasi emosional yang membuat korban meragukan kemampuan, pikiran, dan perasaan yang mereka miliki. Pelaku gaslighting merupakan sosok yang sangat manipulatif. Hal itulah yang membuat banyak korban tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam kendali orang lain.

Menjadi seorang gen z seharusnya bukan hal sulit untuk mengenal perilaku gaslighting. Pasalnya, topik yang satu ini memang sudah cukup banyak menjadi pembahasan. Selain itu, gen z juga hidup di era perkembangan teknologi yang membuat mereka mudah untuk mendapatkan banyak informasi. Namun pada kenyataannya, ada saja orang-orang yang terjebak oleh para pelaku gaslighting tanpa menyadari posisinya.

Korban gaslighting akan memberikan dampak negatif untuk diri sendiri. Sebagai gen z, gaslighting tentu perlu menjadi perhatian khusus. Maka dari itu, penting untuk kita mengenal seperti apa gaslighting itu, dan bagaimana cara menghadapi para pelaku gaslighting. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai cara mengenali dan menghadapi pelaku gaslighting.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis atau metode penanganan masalah kesehatan mental. Jika kamu mengalami dampak psikologis akibat gaslighting. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan para profesional. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Ciri-Ciri Pelaku Gaslighting

Dictatorship oppression collage concept

Kamu harus tahu dengan siapa kamu berinteraksi setiap harinya. Jangan sampai, orang terdekatmu justru seorang pelaku gaslighting. Pelaku gaslighting memang sangat pandai dan manipulatif. Namun bukan berarti mereka tidak bisa diprediksi. Berikut beberapa ciri-ciri pelaku gaslighting yang perlu kamu waspadai:

Manipulatif

Ciri yang paling sering dijumpai pada pelaku gaslighting adalah manipulatif. Mereka bisa mempengaruhi korbannya untuk mengikuti apa yang mereka inginkan. Bahkan walau harus merugikan sang korban.

Menggunakan kekerasan emosional

Pelaku gaslighting juga umumnya sering menggunakan kekerasan emosional. Misalnya dengan menghina, mencela, meremehkan, atau membuat korban merasa tidak berdaya.

Menggunakan informasi palsu

Untuk bisa menipu atau memanipulasi korban. Tidak jarang para pelaku gaslighting ini menggunakan informasi palsu. Hal itu dilakukan untuk mendukung kebohongan dan upaya mereka untuk menguasai korbannya.

Menggunakan teknik isolasi

Pelaku gaslighting juga cenderung menggunakan teknik isolasi. Hasilnya korban tidak memiliki interaksi dengan orang lain selain dirinya. Upaya ini dilakukan agar korban tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam pengaruh pelaku.

Menggunakan teknik proyeksi

Dalam banyak kasus, pelaku gaslighting ini juga menggunakan teknik proyeksi. Mereka berbuat seakan-akan korbanlah yang memiliki kesalahan atau terlalu lemah. Dengan demikian, mereka bisa datang bagaikan seorang pahlawan.

Tidak memiliki empati

Pelaku gaslighting juga cenderung tidak memiliki empati. Mereka tidak peduli dengan perasaan atau segala hal yang menyakitkan bagi korban. Pelaku gaslighting ini hanya perlu agar korban mengikuti apa yang mereka inginkan.

Tidak bertanggung jawab

Umumnya pelaku gaslighting adalah orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan mereka sering melempar kesalahan yang diperbuat kepada korban. Namun tentu saja, dengan kemampuan manipulasinya. Pelaku gaslighting membuat seakan masalah tersebut adalah ulah korbannya.

Baca juga: Gaslighting di Era Digital: Bagaimana Gen Z Menghadapi Manipulasi Emosional

Cara Menghadapi Pelaku Gaslighting

Young man cheering and jumping over white wall

Menghadapi pelaku gaslighting memang sedikit rumit. Terutama bagi mereka yang sudah terlalu terbawa arus, dan termakan perilaku manipulatifnya. Meski demikian, pelaku gaslighting tetap harus hadapi dengan cermat. Jangan sampai kita menjadi korban mereka. Berikut beberapa cara yang bisa lakukan untuk menghadapi pelaku gaslighting:

Mengenali ciri-ciri pelaku gaslighting

Langkah awal untuk menghadapi pelaku gaslighting dan tidak terpengaruh oleh mereka adalah dengan mengenali keberadaan ciri-ciri gaslighting tersebut. Saat kita tahu seseorang memiliki ciri-ciri pelaku gaslighting, maka kita bisa lebih waspada dalam menghadapinya.

Menetapkan batasan

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk menghadapi pelaku gaslighting adalah dengan menetapkan batasan. Kamu harus sedikit lebih tegas untuk bisa menyampaikan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadapmu.

Jangan ragu meminta bantuan

Cara ketiga untuk menghadapi pelaku gaslighting adalah dengan jangan ragu untuk meminta bantuan. Walaupun pelaku gaslighting berusaha untuk menjauhkan kamu dari orang terdekat. Namun, setidaknya kamu masih terhubung dengan beberapa diantara mereka. Bantuan orang lain inilah yang bisa mendorong kamu untuk semakin yakin sadar akan tindakan pelaku gaslighting itu.

Dokumentasikan semua bukti

Cara keempat untuk menghadapi pelaku gaslighting adalah dengan mendokumentasikan semua bukti. Kamu perlu tahu bahwa pelaku gaslighting sangat manipulatif dan bisa membolak-balikan fakta. Untuk menyangkal semua kebohongannya, setidaknya kamu memiliki bukti yang kuat.

Prioritaskan kesehatan mental

Cara kelima untuk menghadapi pelaku gaslighting adalah dengan memprioritaskan kesehatan mental. Kesehatan mental mu adalah yang paling utama. Jangan biarkan orang lain merusaknya begitu saja.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai cara mengenali dan menghadapi pelaku gaslighting. Jika kamu mengalami dampak kesehatan mental akibat tindakan pelaku gaslighting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para profesional. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk bertemu dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: JOMO: Cara Baru untuk Mengalami Kehidupan Tanpa FOMO

 

Sumber:

Journal of Interpersonal Violence (2020) - "The Effects of Gaslighting on Mental Health" (DOI: 10.1177/0886260520948846)

Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy (2019) - "Gaslighting and Emotional Abuse" (DOI: 10.1037/tra0000464)

Journal of Family Violence (2018) - "Gaslighting in Intimate Relationships" (DOI: 10.1007/s10896-018-9973-4)

Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking (2017) - "Gaslighting in Online Communities" (DOI: 10.1089/cyber.2016.0366)

Journal of Clinical Psychology (2016) - "Gaslighting and Narcissistic Personality Disorder" (DOI: 10.1002/jclp.22323)

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Gaslighting: Cara Mengenali dan Menghadapi Manipulasi Emosional pada Gen Z — DeepTalk