Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengenal Gangguan Mental yang Biasa Terjadi pada Lansia

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Orang dewasa yang lebih tua dengan rentang usia 60 tahun ke atas sering kita sebut dengan kalangan lanjut usia atau lansia. Tak memungkiri juga bila gangguan kesehatan mental bisa menyerang para lansia. Banyak diantaranya yang berisiko mengalami gangguan mental, gangguan saraf atau masalah penggunaan zat. Yang mana ini bisa dibarengi dengan kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, gangguan pendengaran, dan osteoartritis. Sehingga seiring bertambahnya usia, mereka lebih mungkin mengalami beberapa kondisi pada waktu yang bersamaan.

Para lansia menghadapi tantangan kesehatan fisik dan mental secara khusus yang perlu dikenali. Bahkan data yang disebutkan WHO yakni lebih dari 20% orang dewasa berusia 60 tahun ke atas menderita gangguan mental atau neurologis (tidak termasuk gangguan sakit kepala). Serta 6,6% dari semua kecacatan (disability adjusted life years-DALYs) di antara orang berusia di atas 60 tahun dikaitkan dengan gangguan mental dan neurologis.

Dari Years Lived with Disability (YLDs), gangguan ini pada kelompok lansia mencapai 17,4% dari. Gangguan mental dan neurologis yang paling umum pada kelompok usia ini adalah demensia dan depresi, yang masing-masing memengaruhi sekitar 5% dan 7% populasi lansia di dunia. Gangguan kecemasan memengaruhi 3,8% populasi yang lebih tua, masalah penggunaan narkoba memengaruhi hampir 1%, dan sekitar seperempat kematian akibat menyakiti diri sendiri terjadi di antara orang berusia 60 tahun ke atas.

Selain itu, berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan mental yang kerap dialami oleh para lansia, yakni :

Demensia

Demensia merupakan suatu sindrom di mana terjadi kemunduran dalam ingatan, pemikiran, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya bersifat kronis atau progresif yang kerap mempengaruhi orang tua, meskipun itu bukan bagian normal dari penuaan.

Ada masalah sosial dan ekonomi yang signifikan dalam hal biaya langsung perawatan medis, sosial dan informal yang terkait dengan demensia. Selain itu, tekanan fisik, emosional, dan ekonomi dapat menyebabkan stres berat bagi keluarga dan pengasuh. Dukungan diperlukan dari sistem kesehatan, sosial, keuangan dan hukum bagi penderita demensia dan pengasuh mereka.

Baca juga: Ini Dia Cara Psikolog Membantu Mengatasi Trauma Anda

Depresi

Depresi dapat menyebabkan penderitaan yang hebat dan menyebabkan gangguan fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Depresi unipolar terjadi pada 7% populasi umum yang lebih tua dan menyumbang 5,7% YLD di antara mereka yang berusia di atas 60 tahun. Depresi kurang terdiagnosis dan terobati dalam pengaturan perawatan primer sehingga gejalanya sering diabaikan dan tidak diobati karena terjadi bersamaan dengan masalah lain yang dihadapi oleh orang dewasa yang lebih tua.

Orang tua dengan gejala depresi memiliki fungsi yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang memiliki kondisi medis kronis seperti penyakit paru-paru, hipertensi atau diabetes. Depresi juga meningkatkan persepsi kesehatan yang buruk, pemanfaatan layanan kesehatan dan biaya.

Gangguan Bipolar

Bipolar onset lambat mungkin sulit didiagnosis karena kemiripannya dengan demensia. Gejalanya dapat mencakup perilaku manik, delusi, kebingungan, hiperaktif, psikosis, agitasi, dan masalah kognitif seperti masalah ingatan, kehilangan penilaian dan persepsi. Karena gejala ini juga sering dialami saat seseorang menua, kondisi ini sulit didiagnosis dan biasanya dapat salah didiagnosis di kalangan lansia.

Skizofrenia

Skizofrenia onset lambat juga memiliki gejala yang mirip dengan demensia seperti halusinasi dan paranoia, dan dapat dialami oleh orang dewasa setelah usia 45 tahun. Namun skizofrenia bagaimanapun, masih dapat terjadi pada usia berapapun dan saat ini mempengaruhi 20 juta orang di seluruh dunia. Gangguan mental kronis dan parah ini ditandai dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, bahasa, rasa diri dan perilaku.

Orang dengan skizofrenia dua sampai tiga kali lebih mungkin meninggal dini karena penyakit fisik seperti penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik atau infeksi, yang semuanya dapat dicegah. Namun, kabar baiknya skizofrenia ini dapat diobati dengan obat-obatan dan dukungan psikososial yang telah dianggap sebagai pengobatan yang efektif.

Gangguan Kecemasan

Kecemasan adalah gangguan yang sangat umum di kalangan orang tua, dan gejalanya mungkin hampir serupa dengan depresi. Faktanya, menurut CDC, hampir setengah dari lansia yang menderita gangguan kecemasan juga mengalami depresi.

Gangguan kecemasan terkait dengan banyak faktor seperti masalah tidur, kesehatan yang buruk, efek samping medis, penyalahgunaan alkohol, obat-obatan, gangguan fisik, stres, trauma, dan banyak lagi. Sedangkan pada gangguan kecemasan umum adalah tentang kekhawatiran atau ketakutan yang konsisten yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai seperti kekhawatiran yang berlebihan, kelelahan kronis, sering gugup, sifat yang lekas marah hingga kualitas tidur yang buruk. Gejala tersebut dapat mempengaruhi cara seseorang bersosialisasi, bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari. Penting bagi para lansia untuk mencari perawatan di rumah, dukungan medis atau emosional atau bahkan terapi, jika memungkinkan, untuk mencegah memburuknya kondisi ini.

Gangguan Makan

Bulimia dan anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang umum terjadi di kalangan lansia. Perilaku dan masalah psikologis yang memperburuk kondisi ini bisa tidak terdeteksi, membuatnya semakin berbahaya. Berikut adalah beberapa gejala yang harus diwaspadai, seperti fluktuasi berat, kelemahan otot, kehilangan selera makan, pusing kronis, kerap menggunakan obat pencahar, penyembuhan yang lambat serta defisit memori.

Baca juga: Mengapa Laki-Laki Lebih Sulit Mengungkapkan Emosi Dibandingkan Perempuan?

 

Sumber:

Mental health of older adults. (2017, December 12). WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-of-older-adults

5 Common Mental Health Issues In The Elderly Population. (2021). Aliviocare. https://aliviocare.com/post/5-Common-Mental-Health-Issues-In-The-Elderly-Population

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Gangguan Mental yang Biasa Terjadi pada Lansia — DeepTalk